Ketua TP PKK Selayar Buka Sosialisasi Sekolah Ramah Anak

By Dian
15 Mar 2019, 14:48:45 WIBBerita 📖 215

Ketua TP PKK Selayar Buka Sosialisasi Sekolah Ramah Anak


HUMAS SELAYAR --- Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli, membuka acara Sosialisasi Sekolah Ramah Anak Pokja I TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar di Kawasan Wisata Hutan Mangrove, Jumat (15/3/2019).

Hadir dalam acara tersebut Camat Bontoharu, Wakil Ketua TP PKK Kecamatan Bontoharu, para Ketua TP PKK Desa dan Kelurahan lingkup Kecamatan Bontoharu, serta para guru SD dan SMP se-Kecamatan Bontoharu.

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli, menyampaikan dalam sambutannya bahwa Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah satuan pendidikan formal, nonformal, dan informal yang aman, bersih, dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya. Hal ini sejalan dengan program kerja TP PKK khususnya Pokja I yaitu pembinaan karakter keluarga. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu berpartisipasi aktif dalah pengembangan kota layak dan ramah anak.

"Terwujudnya sebuah kota sebagai kota layak anak diawali dari kesadaran setiap warganya untuk mau peduli dan saling dukung, saling mengingatkan, bahu membahu mewujudkan setiap hal yang proanak, ramah anak, peduli anak. Saya berharap sosialisasi ini dapat membangun kesadaran bersama bahwa Sekolah Ramah Anak adalah bagian penting dan tidak terpisahkan dalam pembangunan menuju Kota Layak Anak," terang Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli.

Di tempat yang sama, Camat Bontoharu, Drs. Ahmad Yani, menyampaikan harapannya agar sosialisasi ini berjalan lancar dan para peserta yang hadir menyimak dan aktif dalam menerima sosialisasi sehingga dapat bersama-sama mengawal terlaksananya SRA.

Sementara pemateri dalam sosialisasi ini adalah anggota Pokja I, Dra. Arniati, menjelaskan dalam paparannya bahwa latar belakang adanya program Sekolah Ramah Anak adalah sering terjadinya kekerasan di sekolah yang dilakukan oleh guru maupun siswa dan program pendidikan masih menjadikan anak sebagai objek dan guru selalu menjadi pihak yang benar. Jika komponen SRA terpenuhi, maka hasil yang diharapkan dari terlaksananya SRA ini bisa kita rasakan. Komponen tersebut diantaranya adalah adanya komitmen tertulis yang dapat dianggap kebijakan tentang SRA, pelaksanaan proses belajar mengajar yang ramah anak, penelitian tindakan kelas terlatih hak-hak anak, sarana prasarana yang ramah anak, partisipasi anak, dan partisipasi orang tua, lembaga masyarakat, dunia usaha, pemangku kepentingan lainnya dan alumni.

"Hasil yang diharapkan dari terlaksananya SRA tentu saja adalah terwujudnya sekolah yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik karena bebas dari kekerasan antar peserta didik maupun kekerasan yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan; terbentuknya perilaku pendidik dan tenaga kependudukan yang berprespektif anak; penerapan disiplin positif yang membantu anak untuk berpikir dan bertindak benar untuk anak yang dianggap melalaikan kewajibannya bukan sanksi atau hukuman yang selama ini dilakukan; dan meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran dan dalam pengambilan keputusan di sekolah," jelas Dra. Arniati.

Sekadar diketahui bahwa sosialisasi SRA ini sudah dilaksanakan untuk pertama kalinya pada tahun 2018 di Kecamatan Benteng. Sosialisasi di Kecamatan Bontoharu ini adalah kedua kalinya dan jika memungkinkan, Kecamatan Bontomanai  akan segera menyusul untuk agenda sosialisasi SRA. Jika Sekolah Ramah Anak (SRA) sudah mampu direalisasikan, maka terbentuknya Kota Layak Anak bukan hal yang mustahil.

Hingga berita ini diturunkan, acara sosialisasi Sekolah Ramah Anak masih berlangsung. (D)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Les matematika angya08@yahoo.com | 29 Mei 2019, 14:00:52 WIB

    setuju sekali dengan diadakannya acara sosialisasi sekolah ramah anak. Karena anak berhak mendapatkan bimbingan belajar tanpa adanya kekerasan, diskriminasi. Akan sangat bagus juga jika sekolah ramah anak di terapkan untuk tempat les seperti tempat les matematika. banyak juga anak sekolah yang mngikuti program les. jika diterapkan, anak akan mendapatkan keuntungan program ramah anak dari keduanya.

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Dimana anda mencari informasi seputar selayar?
  Langsung dari orang / Warkop dll
  Media cetak / Koran, Majalah dll
  Media elektronik / TV atau Radio
  Media elektronik / Internet

Komentar Terakhir

  • avatar-1

    Hotel Dekat kantor Pos

    Dengan ada nya tambahan pegawai berharap pasti pelayanan kepada masyarakat akan tambah ...

    View Article
  • avatar-1

    Lacak Resi

    Selamat dan sukses ya. Maju Terus Kepulauan Selayar ...

    View Article
  • avatar-1

    Balkon Hotel

    Selamat kepada para CPNS, semoga amanah dan berkah dalam menjalani tugas nya sebagai ...

    View Article
  • avatar-1

    ronaldo7 live stream

    keluarga berencana ke dalam mata pelajaran yang relevan dengan tujuan meningkatkan ...

    View Article