- Selayar Jalani Assessment Penghargaan Nasional TPAKD, Bupati Paparkan Program GEMERLAP
- Bupati Natsir Ali Buka Jalan Generasi Selayar ke Unhas, Seleksi Kini Digelar di SMK Negeri 1 Selayar
- Lewat BESTARI Saintek, Ketua TP PKK Selayar Perkuat Peran Perempuan dalam Hilirisasi Kelapa
- Selayar Gandeng Polipangkep Kembangkan Ekonomi Kelapa, Wabup Dorong Inovasi Berkelanjutan
- Operasi SAR KLM Nurul Salsa Resmi Ditutup, 14 Korban Belum Ditemukan
- Tim DVI Kembali Ungkap Identitas Korban KLM Nurul Salsa, Total Tiga Jenazah Teridentifikasi
- Turnamen Bola Voli Kaburu Cup 2026 Resmi Ditutup, Primavera Berjaya di Kandang Sendiri
- Wakil Bupati, Kapolres dan Dandim Antarkan Almarhumah Bau Intang ke Peristirahatan Terakhir
- Tangis Keluarga pecah Iringi Kepulangan Jenazah Bau Intang, Empat Anggota Keluarganya Masih Hilang
- Empat Korban Selamat KLM Nurul Salsa Terima Santunan dari BAZNAS Selayar
Trauma Pasca Gempa, Sekitar 80 Persen Warga Pasilambena Masih di Pengungsian

KEPULAUAN SELAYAR - Sekitar 80 persen warga Kecamatan Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan masih berada di pengungsian, pasca gempa bumi bermaknitudo 7,4 Skala Richter (SR) dilaut Flores NTT lima hari lalu.
Warga dikabarkan masih trauma dan takut dengan peristiwa tersebut.
"Secara psikologis warga kami masih takut, karena sampai hari ini masih ada guncangan-guncangan kecil yang masih sangat mempengaruhi psikologis masyarakat, hingga masih banyak yang bertahan di pengungsian," ungkap Camat Pasilambena Patta Bau, S. Sos., M.Si, Minggu (19/12/2021) malam.
Baca Lainnya :
- Tiba dilokasi bencana, Kemensos RI gerak cepat salurkan bantuan0
- Langsung dari Lokasi Terdampak Gempa di Pulau Bonerate Selayar, Plt Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Pemulihan Pasca Bencana0
- Bupati Basli Ali terima Bantuan Logistik untuk Korban Gempa dari Kemensos RI dan Dinsos Prov. Sulsel0
- DPD PPNI Selayar Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Gempa Bumi 7,4 SR0
- Presiden Jokowi kirim bantuan untuk korban gempa di Kepulauan Selayar0
Patta Bau mengatakan, pasca gempa, sebelumnya warga sudah ada yang mencoba untuk kembali ke rumah masing-masing, namun karena masih ada guncangan-guncangan kecil sehingga warga memilih untuk kembali lagi naik ke gunung.
Diketahui gempa berpusat pada 129 km Barat Laut Maumere-Sikka-NTT, pada kedalaman 10 km memang sangat berdampak di wilayah Kecamatan Pasilambena dan Kecamatan Pasimarannu Kabupaten Kepulauan Selayar.
Akibat gempa tersebut melululantahkan sekitar delapan ratusan rumah warga dan fasilitas umum lainnya. Bukan hanya menimbulkan korban materi, namun juga menimbulkan korban luka-luka bagi masyarakat sekitar. (Diskominfo-SP/Im)










.jpeg)