- Bersama Unhas, Pemda Selayar Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang II
- Beasiswa untuk Selayar, Bupati Natsir Ali Perjuangkan Hak Pendidikan Generasi Muda
- Hardiknas 2026, Wabup Selayar Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan sebagai Fondasi Kemajuan Daerah
- Dorong Kedaulatan Maritim, Anggota DPR RI Kunjungi Lokasi Rencana Pembangunan Lanal di Selayar
- Dinkes Selayar Gelar Rakor Pengawasan IRTP, Perkuat Keamanan Pangan Pasca Edar
- Wabup Selayar Hadiri Paripurna DPRD, Rekomendasi LKPJ 2025 Jadi Bahan Evaluasi Kinerja
- Selayar Capai UHC 100 Persen, Wabup Ajak Dunia Usaha Aktifkan Peserta JKN Nonaktif
- Investasi Masa Depan Daerah, Bupati Selayar Perkuat Fondasi Pendidikan Vokasi Bersama UNHAS
- Bupati Natsir Ali Hadiri Rakor KPK–ATR/BPN, Perjuangkan Hak Masyarakat Pesisir
- Bupati Natsir Ali Hadiri Peringatan HUT Damkar dan Satpol PP di Masamba, Tegaskan Apresiasi atas Loyalitas Personel
Pemprov Sulsel dan Pemkab Selayar Evaluasi Pengembangan Jeruk Keprok Asli Selayar

KEPULAUAN SELAYAR – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan bersama dengan Dinas ketahanan Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan serta Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) melakukan rapat koordinasi dalam rangka monitoring, evaluasi terkait pengembangan dan pengembalian cita rasa jeruk keprok asli Selayar, serta tindak lanjut kerja sama dengan Prefecture Ehime Jepang.
Rapat tersebut berlangsung di Sunari Beach Resort, Sabtu (4/9/2021). Dihadiri oleh Bupati Kepulauan Selayar yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir. H. Arfang Arif, kepala UPT Balai Tanaman Pangan Pemprov Sulsel Abdul Gaffar, SP., MT. TGUPP Sulsel Ariady Arsal bersama H.M. Akib Patta bersama rombongan, Kadis Pertanian dan KP Selayar Ir. Ismail, Kepala Bappelitbangda Drs. H. Basok Lewa, Kepala BPKPD Drs. Mesdiyono, M., E.c., Dev., para camat dan penyuluh Pertanian serta undangan lainnya.
Diketahui, pengembangan jeruk keprok asli Selayar menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang pengembangannya dilokuskan di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Baca Lainnya :
- Vicon, Pemkab Selayar Ikut Rakor Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi0
- Sekda Kepulauan Selayar Buka Rembuk Stunting 20200
- Dibuka Pjs. Bupati, Disdik dan LPMP Sulsel Rakor Kemitraan Penjaminan Mutu Pendidikan0
- Aksi Sosial KSK, Bagi Paket Lebaran Kepada Keluarga Kurang Mampu 0
- Jajaran Pemkab Kepulauan Selayar Ramah Tamah Dengan Kontingen Pra Porda IPSI Sulsel 0
Mewakili Bupati Kepulauan Selayar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir. H. Arfang menyampaikan bahwa jeruk keprok yang pernah berjaya dieranya adalah menjadi salah andalan bagi Kabupaten Kepulauan Selayar. Namun seiring waktu berjalan, cita rasa keaslian jeruk Selayar berangsur sirna.
Olehnya itu, untuk mengembalikan cita rasa kejayaan jeruk asli Selayar yang sudah menjadi program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar komitmen menyiapkan dana pendamping.
"Saya berharap dukungan dari Pemprov Sulsel yang menjadikan Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai lokus pengembangan jeruk keprok dapat terus berjalan dan kerjasama dengan Prefecture Ehime Jepang bisa direalisasikan," kata Arfang Arif.
Sedangkan Kepala UPT Balai Tanaman Pangan Pemprov Sulsel Abdul Gaffar, SP., MT., melaporkan bahwa untuk mengembalikan kejayaan cita rasa jeruk keprok asli Selayar telah digagas sejak tahun 2019. Abdul Gaffar mengemukakan, sejauh ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah menyumbangkan 35 ribu batang bibit untuk Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar. 24 ribu sudah tersalurkan dan sudah tertanam. Sedangkan sisanya 11 ribu batang masih menunggu normalnya hujan di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Abdul Gaffar memaparkan, kedepan Pemprov Sulsel akan mencoba membangun kebun benih di Selayar, khusus untuk jeruk asli Selayar. Ia berharap pada tahun 2022 bisa direalisasikan.
Terkait dengan upaya untuk mengembalikan cita rasa jeruk asli Selayar, Abdul Gaffar mengemukakan diperlukan formulasi teknologi yang tepat. olehnya itu kata dia, Pemprov Sulsel mencoba melakukan kerja sama dengan Prefecture Ehime Jepang.
“Di Ehime Jepang itu adalah pusat pengembangan jeruk. Saya berharap nantinya kita bisa ke sana untuk mangadopsi teknologinya. Tapi karena saat ini masih dalam suasana pandemi covid-19, setidaknya kita bisa mendahului tukar pengetahuan secara virtual masalah pengembangan jeruk ini,” kata Abdul Gaffar.
Sedangkan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Selayar Ir. Ismail kepada media ini mengatakan, dari target 200 hektar lahan yang menyebar pada 18 desa dan kelurahan, sampai dengan September 2021 sudah terealisasi 172 hektar yang sudah tertanami.
“Harusnya memang sudah tertanami semua, tetapi kita terkendala karena musim. Tapi Insya Allah target itu akan kita capai sampai Desember,” jelasnya.
Dijelaskan total bibit yang akan ditanam mencapai 45 ribu, sudah termasuk bantuan dari Pemrov Sulsel dan Pengadaan bibit dari Dinas Pertaniandan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Selayar. (Diskominfo-SP/IM)










.jpeg)