- Tiba di Bone, Kontingen Selayar Disambut Hangat Pemkab dan KONI Bone
- Perjuangan Bumi Tanadoang Dimulai, 263 Kontingen Selayar Bertolak ke Porprov Sulsel
- Judo Kembali Sumbang Medali, Dandy Agus Kurniawan Antar Selayar Raih Perak Porprov 2026
- Pejudo Selayar Ryan Rizaldi Buka Keran Medali Porprov XVIII Sulsel 2026, Raih Perunggu di Kelas Junior -55 Kg
- Wabup Muhtar Tekankan Pelatihan Vokasi Tak Hanya Asah Keterampilan, tetapi Juga Bentuk Akhlak dan Keimanan
- Pemkab Selayar melalui Dinas PUTR Matangkan RDTR Benteng Jampea, Wabup Muhtar Buka Konsultasi Publik I
- Selayar Bersiap Rayakan Usia 421 Tahun, Pameran, Karnaval hingga Pesta Rakyat dan Dzikir Bersama Siap Digelar
- Wabup Muhtar Kobarkan Semangat Bumi Tanadoang, 131 Atlet Siap Berburu Prestasi di Porprov XVIII Sulsel
- Bakti Kesehatan PERMAS Berlanjut, Bupati Natsir Ali bersama Prof Kadir Pantau Langsung Sunatan Gratis 38 Anak
- Baru Seumur Jagung Pimpin PERMAS, Prof. Kadir Hadirkan Harapan Baru bagi Kesehatan Masyarakat Selayar
Pemkab Selayar Fokus Distribusi Logistik ke Lokasi Terdampak Gempa

KEPULAUAN SELAYAR - Bencana gempa bumi NTT bermaknitudo 7,4 SR yang melanda wilayah kabupaten Kepulauan Selayar beberapa waktu lalu telah meninggalkan banyak korban. Bukan hanya korban materi tetapi juga telah menimbulkan korban luka-luka khususnya pada dua kecamatan terluar di Kabupaten Kepulauan Selayar yang berbatasan lagsung dengan pusat gempa di laut flores NTT, yakni Kecamatan pasilambena dan Kecamatan Pasimarannu.
Tujuh hari pasca gempa, Pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar masih fokus menitipberatkan distribusi logistik pada masa penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR. Logistik yang didistribusikan ke lokasi terdampak gempa terus diupayakan tepat sasaran dan mencukupi para korban baik yang masih bertahan dipengungsian maupun yang sudah balik ke rumah masing-masing.
Demikian diungkapkan Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali dalam keterangan persnya di media center penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR, Jalan Muh. Karaeng Bonto Benteng Selayar, Selasa (21/12/2021) sore.
Baca Lainnya :
- Serahkan LKPD ke BPK RI Perwakilan Sulsel, Bupati Selayar Berharap Opini WTP Bisa Dipertahankan0
- Silaturrahim dengan Masyarakat Pasimasunggu Timur, Ini Pesan Bupati Kepulauan Selayar0
- Basli Ali - Saiful Arif Jalani Vaksin Covid-19 Tahap Kedua0
- Didampingi Kapolres, Bupati Selayar Hadiri Launching Electronic Traffic Law Enforcement0
- Cegah Corona, BPK RI Terapkan Metode Pemeriksaan Desk Audit dan Teleconference0
Bupati didampingi oleh Dansatgas penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR, Letkol Kav. Adi Priatna, bersama Wadan satgas AKBP Ujang Darmawan Hadi Saputra, SH,S.IK.,M.M,M.IK serta Sekda Kepulauan Selayar Mesdiyono yang juga adalah Wadan Satgas penanganan darurat bencana gempa 7,4 SR.
Bupati mengatakan, kendala saat ini dalam pendsitribusian logistik adalah karena cuaca ekstrim. Sedangkan alat transportasi pengangkut logistik yang digunakan sementara ini kata basli Ali KM Banawa Nusantara 90, KM Bunga Batari, dan KM Salsabila. Selanjutnya ada kapal dari ASDP yaitu KMP Balibo, ditambah satu kapal milik TNI AL dan satu Helikopter dari BNPB serta satu speed boad.
"Karena cuaca saat ini lagi ekstrim, sehingga kami bersama tim memaksimalkan Helikopter untuk pendistribusian logistik untuk sampai ke dua kecamatn terdampak, yaitu Kecamatan Pasilambena dan Kecamatan Pasimarannu," ucap Basli Ali.
Basli Ali mengatakan sejauh ini bantuan logistik yang masuk diposko induk berasal dari 73 donatur, diantaranya dari Presiden RI, Kemensos, Gubernur Sulsel, Pangdam, Kapolda, serta donatur lainnya. Sebagian besar logistik yang masuk kata dia sudah didistribusikan ke dua kecamatan terdampak.
meski demikian lanjut Basli Ali bahwa bantuan yang masih ada diposko induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar segera didistribusikan ke wilayah Kecamatan Pasilambena dan Kecamatan Pasimarannu.
Dalam keterangannya, Bupati Kepulauan Selayar mengungkapkan jumlah pengungsi pada saat gempa kurang lebih 18 ribu orang, namun saat ini masih bertahan di pengungsian tersisa kurang lebih 6.500 orang. Sedangkan rumah rusak total 471 unit, dengan rincian rusak berat 205, rusak ringan 172, dan rusak sedang 94 unit. Kendati demikian masih ada beberpa desa yang sementara didata dari tim kaji teknis.
"Total kerugian masih sementara dihitung karena fokus kita distribusi logistik agar kebutuhan pengungsi terpenuhi," tutup Basli Ali. (Diskominfo-SP/Im)











.jpeg)