- Pesan Persaudaraan Bupati Natsir Ali Menggema di Celebes Scooter Party XIX Selayar
- Bupati Natsir Ali Apresiasi Perhatian Gubernur, Jalan Santai Anti Mager Kembali Hadir di Selayar
- Gubernur Andi Sudirman Resmikan CSP XIX di Selayar, Bupati Natsir Ali: Satu Vespa Sejuta Saudara
- Berkah Kunjungan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman di Appatanah, Puluhan Siswa Terima Seragam dan Anak Yatim Dapat Beasiswa
- Aspirasi Warga Dijawab, Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Rp15 Miliar kepada Bupati Natsir Ali
- Aspirasi Warga Dijawab, Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Rp15 Miliar kepada Bupati Natsir Ali
- Gubernur Sulsel Resmikan Titik Nol Ujung Aspal Selatan Sulawesi di Appatanah Selayar
- Hari Lingkungan Hidup, Gubernur Andi Sudirman Ajak Masyarakat Hijaukan Bumi Lewat Penanaman 1.000 Mangrove di Selayar
- Sabtu Pagi, Gubernur Andalan Sulsel Gelar Jalan Sehat Anti Mager di Selayar, Sediakan Hadiah Umrah hingga Motor
- Bank Sulselbar Sosialisasikan KUR Petani Jagung Dukung Program GEMETAR di Selayar
Disekap di Kamboja dan Dipaksa Jadi Operator Judi Online, Andi Arung Akhirnya Pulang dan Disambut Bupati Selayar

KEPULAUAN SELAYAR — Kepulangan Andi Arung (18), warga Dusun Bangko, Desa Batang, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, menjadi momen haru sekaligus penuh pelajaran. Setelah sempat menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja, ia akhirnya berhasil kabur dan kembali ke tanah air diterima langsung oleh Bupati Kepulauan Selayar, pada Sabtu (7/1/2026)
Kepulangan Andi Arung tidak terlepas dari koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Melalui komunikasi dan pendampingan yang dilakukan, proses pemulangan Andi Arung akhirnya dapat berjalan lancar hingga ia tiba kembali di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Baca Lainnya :
- Bupati Kunker Pada 5 Kecamatan Kepulauan0
- Tim Kabupaten Sehat Kabupaten Bandung Studi Banding ke Selayar0
- Momentum Isra Mi'raj, Wabup Saiful Arif Imbau Masyarakat Suskeskan Pemilu 20240
- Kelompok Solidaritas " 99 " Berjibaku Bagi-Bagi Sembako Kepada Keluarga Kurang Mampu0
- Kodim 1415 Selayar Apel Gelar Pasukan, Terkait Pendisiplinan Protokol Kesahatan0
Di hadapan Bupati dan Wabup, Andi Arung didampingi Camat Takabonerate, menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya selama berada di Kamboja, termasuk saat dirinya dipaksa bekerja sebagai operator judi online sebelum akhirnya berhasil melarikan diri dan mencari perlindungan di kantor KBRI.
Peristiwa ini bermula pada pertengahan November 2025 ketika Andi Arung berkenalan dengan seseorang melalui media sosial yang menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Tanpa menyadari risiko yang ada, ia kemudian berangkat dari Makassar dengan harapan bekerja di Morowali.
"saya tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi melalui media sosial, Dengan harapan dapat membantu ekonomi keluarga, saya pun berangkat dari Makassar. Namun perjalanan yang ditempuh justru membawa saya hingga ke Kamboja melalui beberapa negara transit." ungkapnya
Setibanya di sana, paspornya langsung diambil dan ia dipaksa bekerja sebagai operator judi online dengan menggunakan laptop dengan jam kerja panjang dari pagi hingga larut malam. Jika tidak memenuhi target, ia kerap mendapat perlakuan kasar hingga disetrum.
Dalam kondisi tertekan, Andi Arung akhirnya berhasil mencari kesempatan untuk melarikan diri dan mendatangi kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk meminta perlindungan hingga akhirnya dapat dipulangkan ke Indonesia.
Di hadapan Bupati, Andi Arung juga mengungkapkan bahwa ijazah miliknya masih ditahan oleh pihak yang mempekerjakannya di Kamboja.
Mendengar hal tersebut, Bupati Kepulauan Selayar Natsir Ali langsung meminta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Selayar untuk membantu mengurus penggantian ijazah Andi Arung agar ia tetap memiliki dokumen pendidikan yang sah untuk melanjutkan masa depannya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan dari orang yang tidak dikenal, terutama melalui media sosial.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan mudah meladeni orang yang tidak dikenal yang menjanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi tanpa proses yang jelas. Pastikan semuanya melalui jalur resmi agar tidak menjadi korban perdagangan orang,” pesan Bupati.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa atau keluarga sebelum menerima tawaran kerja di luar daerah maupun luar negeri, demi menghindari kejadian serupa terulang kembali. (HUMAS-IC)









.jpeg)