- Diterima Menteri Bahlil, Gubernur Sulsel dan Bupati Selayar Perjuangkan Infrastruktur Energi Kepulauan
- Gubernur Sulsel, Bupati Selayar dan Anggota Komisi V DPR RI, Desak Basarnas Segera Tingkatkan Status Pos SAR Selayar Jadi Kantor SAR
- Polda Sulsel Beberkan Hasil Penanganan Tragedi KM Nurul Salsa, Dua Jenazah Jalani Identifikasi Forensik
- Merajut Harapan di Tengah Duka, TP PKK Selayar Kunjungi Korban Selamat KM Nurul Salsa di RSUD KH. Khayyung
- Hari Keenam Tragedi KM Nurul Salsa, Dua Korban Selamat Tiba di Selayar, Operasi SAR Terus Dilanjutkan
- Pemkab Selayar Bersama Kemkomdigi Matangkan Pembentukan Layanan Darurat Call Centre 112
- Bupati Natsir Ali Undang Khusus Kapten Aso dan ABK KMN Sinar Mattoanging 04 atas Aksi Penyelamatan Korban KM Nurul Salsa
- Direktur Operasi Basarnas Tinjau Operasi SAR KM Nurul Salsa di Selayar, Bupati Usulkan Peningkatan Pos Basarnas Menjadi Kantor
- Bupati Selayar: Biaya Pengobatan Lima Korban Selamat KLM Nurul Salsa Ditanggung Pemda, Diska Akan Diberi Beasiswa
- Bupati Natsir Ali Menjemput Langsung Korban KM Nurul Salsa yang Bertahan 4 Hari di Laut
Disekap di Kamboja dan Dipaksa Jadi Operator Judi Online, Andi Arung Akhirnya Pulang dan Disambut Bupati Selayar

KEPULAUAN SELAYAR — Kepulangan Andi Arung (18), warga Dusun Bangko, Desa Batang, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, menjadi momen haru sekaligus penuh pelajaran. Setelah sempat menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja, ia akhirnya berhasil kabur dan kembali ke tanah air diterima langsung oleh Bupati Kepulauan Selayar, pada Sabtu (7/1/2026)
Kepulangan Andi Arung tidak terlepas dari koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Melalui komunikasi dan pendampingan yang dilakukan, proses pemulangan Andi Arung akhirnya dapat berjalan lancar hingga ia tiba kembali di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Baca Lainnya :
- Bupati Kepulauan Selayar Pasang Tanda Batas Zona Wisata di Perairan Pulau Gusung0
- Ini Penjelasan Wabup Kepulauan Selayar Saat Jadi Mentor Kadis PMPTSPTK0
- Bupati Kepulauan Selayar Hadiri Pembukaan Pameran Pembangunan Sulsel Expo 0
- Wabup Selayar Sambut Tim Survei KKN UGM Yogyakarta0
- Tatap Muka Dengan Kapolda Sulsel, Ini Sambutan Penerimaan Bupati Kepulauan Selayar 0
Di hadapan Bupati dan Wabup, Andi Arung didampingi Camat Takabonerate, menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya selama berada di Kamboja, termasuk saat dirinya dipaksa bekerja sebagai operator judi online sebelum akhirnya berhasil melarikan diri dan mencari perlindungan di kantor KBRI.
Peristiwa ini bermula pada pertengahan November 2025 ketika Andi Arung berkenalan dengan seseorang melalui media sosial yang menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Tanpa menyadari risiko yang ada, ia kemudian berangkat dari Makassar dengan harapan bekerja di Morowali.
"saya tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi melalui media sosial, Dengan harapan dapat membantu ekonomi keluarga, saya pun berangkat dari Makassar. Namun perjalanan yang ditempuh justru membawa saya hingga ke Kamboja melalui beberapa negara transit." ungkapnya
Setibanya di sana, paspornya langsung diambil dan ia dipaksa bekerja sebagai operator judi online dengan menggunakan laptop dengan jam kerja panjang dari pagi hingga larut malam. Jika tidak memenuhi target, ia kerap mendapat perlakuan kasar hingga disetrum.
Dalam kondisi tertekan, Andi Arung akhirnya berhasil mencari kesempatan untuk melarikan diri dan mendatangi kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk meminta perlindungan hingga akhirnya dapat dipulangkan ke Indonesia.
Di hadapan Bupati, Andi Arung juga mengungkapkan bahwa ijazah miliknya masih ditahan oleh pihak yang mempekerjakannya di Kamboja.
Mendengar hal tersebut, Bupati Kepulauan Selayar Natsir Ali langsung meminta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Selayar untuk membantu mengurus penggantian ijazah Andi Arung agar ia tetap memiliki dokumen pendidikan yang sah untuk melanjutkan masa depannya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan dari orang yang tidak dikenal, terutama melalui media sosial.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan mudah meladeni orang yang tidak dikenal yang menjanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi tanpa proses yang jelas. Pastikan semuanya melalui jalur resmi agar tidak menjadi korban perdagangan orang,” pesan Bupati.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa atau keluarga sebelum menerima tawaran kerja di luar daerah maupun luar negeri, demi menghindari kejadian serupa terulang kembali. (HUMAS-IC)









.jpeg)