- Wabup Muhtar Tekankan Pelatihan Vokasi Tak Hanya Asah Keterampilan, tetapi Juga Bentuk Akhlak dan Keimanan
- Pemkab Selayar melalui Dinas PUTR Matangkan RDTR Benteng Jampea, Wabup Muhtar Buka Konsultasi Publik I
- Selayar Bersiap Rayakan Usia 421 Tahun, Pameran, Karnaval hingga Pesta Rakyat dan Dzikir Bersama Siap Digelar
- Wabup Muhtar Kobarkan Semangat Bumi Tanadoang, 131 Atlet Siap Berburu Prestasi di Porprov XVIII Sulsel
- Bakti Kesehatan PERMAS Berlanjut, Bupati Natsir Ali bersama Prof Kadir Pantau Langsung Sunatan Gratis 38 Anak
- Baru Seumur Jagung Pimpin PERMAS, Prof. Kadir Hadirkan Harapan Baru bagi Kesehatan Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Apresiasi Prof. Abdul Kadir, PERMAS Hadirkan Bakti Kesehatan bagi Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Tinjau Operasi Bibir Sumbing dan Lelangit secara Gratis, Persembahan DPP PERMAS untuk Masyarakat Selayar
- Kolaborasi PERMAS dan RSUD KH. Khayyung, Tenaga Medis Selayar Perdalam Penanganan Penyakit THT
- Pelantikan DPK PERMAS, Bupati Natsir Ali dan Prof. Kadir Tekankan Persatuan dan Pengabdian
Gubernur Sulsel Resmikan Titik Nol Ujung Aspal Selatan Sulawesi di Appatanah Selayar

KEPULAUAN SELAYAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meresmikan Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi atau yang dikenal sebagai Ujung Aspal Selatan Sulawesi di Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Jumat (5/6/2026).
Peresmian tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, komunitas rider dari berbagai daerah, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta warga setempat.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Sulsel yang didampingi Bupati Kepulauan Selayar, Natsir Ali, dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar.
Baca Lainnya :
- Baksos Polres dan Bhayangkari Selayar, Bagikan Paket Sembako kepada Warga Kurang Mampu Terdampak Corona0
- Atas Nama Pemkab Selayar, Wabup Saiful Arif Terima Penghargaan Nasional Koperasi di Padang - Sumatera Barat0
- DWP Kabupaten Kepulauan Selayar peringati Hari Ulang Tahunnya yang ke- 170
- Bupati Kepulauan Selayar Serahkan Ratusan Sertifikat PTSL Untuk Masyarakat Pasimasunggu Timur0
- Hadiri Pengundian Nomor Urut Cabup dan Cawabup, Bupati Basli Ali Ingatkan Masyarakat Hindari Fitnah dan Ujaran Kebencian0

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan tugu tersebut.
"Ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol identitas dan kebanggaan daerah," ujar Andi Sudirman.
Menurutnya, Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi bukan hanya menjadi penanda geografis, tetapi juga monumen harapan yang menegaskan komitmen pembangunan hingga ke wilayah terluar Sulawesi Selatan.
"Tugu ini menjadi saksi bahwa pembangunan di Sulawesi Selatan harus menjangkau hingga ke ujung wilayah, memastikan setiap jengkal tanah kita mendapatkan perhatian yang sama dalam upaya meningkatkan arus kunjungan wisatawan dan promosi daerah," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan titik nol tersebut diharapkan menjadi pesan kepada dunia bahwa Kepulauan Selayar siap menyongsong masa depan dengan potensi wisata bahari dan budaya yang dimilikinya.
"Dari titik nol ini, kita ingin mengirimkan pesan kepada dunia bahwa Kepulauan Selayar, dengan keindahan wisata bahari dan budayanya, siap menyambut masa depan. Mari kita jadikan tugu ini sebagai penggerak nyata bagi ekonomi lokal dan kebanggaan masyarakat yang tak terbatas," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Natsir Ali, mengatakan bahwa peresmian Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
"Kami berharap kawasan ini terus mendapat dukungan pengembangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sehingga dapat menjadi ikon wisata yang menarik wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat," ujar Bupati
Keberadaan Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi di Desa Appatanah diharapkan menjadi landmark baru yang memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi magnet wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan selatan Pulau Sulawesi. (HUMAS-IC)
_











.jpeg)