- Diterima Menteri Bahlil, Gubernur Sulsel dan Bupati Selayar Perjuangkan Infrastruktur Energi Kepulauan
- Gubernur Sulsel, Bupati Selayar dan Anggota Komisi V DPR RI, Desak Basarnas Segera Tingkatkan Status Pos SAR Selayar Jadi Kantor SAR
- Polda Sulsel Beberkan Hasil Penanganan Tragedi KM Nurul Salsa, Dua Jenazah Jalani Identifikasi Forensik
- Merajut Harapan di Tengah Duka, TP PKK Selayar Kunjungi Korban Selamat KM Nurul Salsa di RSUD KH. Khayyung
- Hari Keenam Tragedi KM Nurul Salsa, Dua Korban Selamat Tiba di Selayar, Operasi SAR Terus Dilanjutkan
- Pemkab Selayar Bersama Kemkomdigi Matangkan Pembentukan Layanan Darurat Call Centre 112
- Bupati Natsir Ali Undang Khusus Kapten Aso dan ABK KMN Sinar Mattoanging 04 atas Aksi Penyelamatan Korban KM Nurul Salsa
- Direktur Operasi Basarnas Tinjau Operasi SAR KM Nurul Salsa di Selayar, Bupati Usulkan Peningkatan Pos Basarnas Menjadi Kantor
- Bupati Selayar: Biaya Pengobatan Lima Korban Selamat KLM Nurul Salsa Ditanggung Pemda, Diska Akan Diberi Beasiswa
- Bupati Natsir Ali Menjemput Langsung Korban KM Nurul Salsa yang Bertahan 4 Hari di Laut
Gubernur Sulsel Resmikan Titik Nol Ujung Aspal Selatan Sulawesi di Appatanah Selayar

KEPULAUAN SELAYAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meresmikan Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi atau yang dikenal sebagai Ujung Aspal Selatan Sulawesi di Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Jumat (5/6/2026).
Peresmian tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, komunitas rider dari berbagai daerah, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta warga setempat.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Sulsel yang didampingi Bupati Kepulauan Selayar, Natsir Ali, dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar.
Baca Lainnya :
- Begini Komentar plt. Kadis PMD Selayar, Setelah Raih Penghargaan Penyaluran Dana Desa Terbaik0
- Pemkab Selayar Peringati Hari Lahir Pancasila 20230
- Muh. Basli Ali : Jangan Segan Melapor Jika Mendapati Pelaksanaan Kegiatan Yang Kurang Baik Kualitas0
- Ketua DWP Kepulauan Selayar: Pendidikan Keluarga Kunci Indonesia Emas 20450
- Putra Daerah Selayar, Komandan Kodaeral VI Makassar Ajak Generasi Muda Terus Berprestasi0

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan tugu tersebut.
"Ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol identitas dan kebanggaan daerah," ujar Andi Sudirman.
Menurutnya, Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi bukan hanya menjadi penanda geografis, tetapi juga monumen harapan yang menegaskan komitmen pembangunan hingga ke wilayah terluar Sulawesi Selatan.
"Tugu ini menjadi saksi bahwa pembangunan di Sulawesi Selatan harus menjangkau hingga ke ujung wilayah, memastikan setiap jengkal tanah kita mendapatkan perhatian yang sama dalam upaya meningkatkan arus kunjungan wisatawan dan promosi daerah," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan titik nol tersebut diharapkan menjadi pesan kepada dunia bahwa Kepulauan Selayar siap menyongsong masa depan dengan potensi wisata bahari dan budaya yang dimilikinya.
"Dari titik nol ini, kita ingin mengirimkan pesan kepada dunia bahwa Kepulauan Selayar, dengan keindahan wisata bahari dan budayanya, siap menyambut masa depan. Mari kita jadikan tugu ini sebagai penggerak nyata bagi ekonomi lokal dan kebanggaan masyarakat yang tak terbatas," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Natsir Ali, mengatakan bahwa peresmian Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
"Kami berharap kawasan ini terus mendapat dukungan pengembangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sehingga dapat menjadi ikon wisata yang menarik wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat," ujar Bupati
Keberadaan Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi di Desa Appatanah diharapkan menjadi landmark baru yang memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi magnet wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan selatan Pulau Sulawesi. (HUMAS-IC)
_










.jpeg)