- EKI OJK Sasar Patilereng, Sekda Selayar Dorong Ekonomi Produktif Warga
- PKK Selayar Perkuat Edukasi Pangan Sehat Lewat Lomba B2SA
- Rakor TPKAD, Bupati Natsir Ali Dorong Akses Keuangan hingga Pulau-Pulau Kecil
- Bukan Sekadar Antrean, Bupati Natsir Ali Dorong Solusi Energi Jangka Panjang
- Bupati Natsir Ali Panggil Agen LPG, Cari Akar Persoalan Penolakan Tabung Berkarat
- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
- 11 Ribu Tabung LPG Baru Disiapkan, Bupati Natsir Ali Tegas: Agen Tak Boleh Menolak, Pertamina Akan Sanksi
- Kementerian ATR/BPN Dukung Penyusunan RDTR Bontomatene, Wabup Selayar Buka FGD
- Wabup Muhtar Terima Tim Teknis ATR/BPN, Bahas Penyusunan RDTR Batangmata
Bupati Natsir Ali Pimpin Rakor Terpadu Sektor Unggulan Pembangunan Daerah, Tekankan Empat Point Penting

KEPULAUAN SELAYAR — Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Natsir Ali memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Terpadu Sektor Unggulan Pembangunan Daerah yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati, Kamis (20/11).
Rapat tersebut dihadiri Ketua DPRD, Sekda, perwakilan Dandim dan Kajari Selayar, seluruh pimpinan OPD terkait, Danpos TNI AL, Kepala Balai Taman Nasional Takabonerate, para camat, kepala desa, lurah, pendamping desa, pelaku usaha, serta unsur masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati menekankan sejumlah fokus strategis pembangunan daerah yang membutuhkan gerak cepat, kolaborasi, serta komitmen seluruh elemen.
Baca Lainnya :
- TNI-Polri bersama Warga sambut kedatangan Jenazah Briptu Adri Pransiska di Selayar0
- Kunker Ketua TP PKK Selayar Akhiri Road Show SMEP di Kecamatan Takabonerate0
- TP. PKK Selayar Beri Pembekalan Terhadap Istri Camat, Kades dan Lurah0
- Pelatihan BLK Berbasis Kompetensi Dibuka oleh Ketua TP. PKK Selayar0
- Bupati Kepulauan Selayar Serahkan Bantuan Peralatan Bagi Pelaku UMKM 0

Pada poin pertama, Bupati meminta para kepala desa menyiapkan lahan strategis untuk pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih dengan ukuran 30 x 30 meter atau minimal 20 x 30 meter sebagai bagian dari pengembangan sektor unggulan desa. Ia menegaskan pentingnya kesiapan lahan agar program prioritas dapat segera diwujudkan.
Terkait program Gemerlap, yang kini telah mencapai level nasional, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong royong menyukseskannya. Setiap desa diminta segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang memiliki lahan kosong minimal 1 hektar per orang, serta melaporkan kesiapan lahan sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pengembangan program tersebut.
Pada poin berikutnya, Bupati menyoroti pentingnya Check Point bagi kapal nelayan dari luar Selayar sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menegaskan bahwa masyarakat harus ikut menjaga dan mendukung langkah ini, agar potensi PAD tidak lagi mengalir ke daerah lain.
Bupati mengungkapkan bahwa selama ini, miliaran rupiah potensi PAD sektor perikanan justru mengalir ke kabupaten lain, sementara Selayar hanya menerima dampak kerusakan terumbu karang. Karena itu, ia menilai perlu adanya langkah tegas berupa pemberlakuan check point dan penarikan retribusi terhadap kapal nelayan dari luar daerah.
“Selama ini potensi PAD kita di sektor perikanan banyak keluar ke daerah lain. PAD dari check point harus kembali ke desa,” tegasnya.
Selanjutnya, terkait MBG, Bupati mendorong kepala desa untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan peluang ekonomi lokal, seperti bercocok tanam, beternak, atau memenuhi kebutuhan lain yang diperlukan MBG.
“Jangan semua bahan didatangkan dari luar Selayar. Masyarakat harus mengambil peran agar manfaat ekonominya dirasakan langsung,” ujarnya.
Rakor berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari para kepala desa dan peserta lainnya. Bupati menyampaikan bahwa seluruh saran tersebut akan menjadi catatan penting yang akan dibahas lebih lanjut dalam penyusunan langkah strategis pembangunan ke depan. (HUMAS-IC)











.jpeg)