Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel

By Ichal Bendo 17 Okt 2026, 22:23:13 WIB Berita
Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel

MAKASSAR– Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Muhtar, M.M., mempresentasikan kelapa sebagai produk unggulan daerah dalam Pertemuan Awal Rekonsiliasi Data One Village One Product (OVOP) kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan di Hotel Horison, Makassar, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tersebut membahas penyelarasan dan validasi data serta pemetaan potensi untuk menentukan produk unggulan daerah yang layak dikembangkan secara berkelanjutan.

Dalam presentasinya, Wabup Muhtar menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar saat ini tengah berkonsentrasi pada pengembangan kelapa sebagai produk unggulan daerah. Fokus tersebut diarahkan pada penguatan sektor pengolahan agar kelapa tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing.

Baca Lainnya :

Wabup Muhtar berharap Tim OVOP Provinsi Sulawesi Selatan dapat memberikan dukungan penuh terhadap upaya pengembangan kelapa di Kepulauan Selayar, terutama melalui pendampingan, penguatan teknologi pengolahan, peningkatan kualitas produk, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Menurutnya, dukungan tersebut penting agar potensi kelapa Selayar dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat.

Selain kelapa, Wakil Bupati Muhtar juga menyoroti potensi kacang mete dan hasil perikanan. Ia mencontohkan kacang mete dari wilayah Jampea yang telah menarik pembeli langsung dari India. Namun, keterbatasan teknologi pengolahan masih menjadi tantangan karena sejumlah komoditas lokal dipasarkan dalam bentuk mentah sehingga nilai tambahnya belum sepenuhnya dinikmati masyarakat.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Sulawesi Selatan Bidang Ekonomi Kerakyatan, Erna Lamba, dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa OVOP tidak sekadar menetapkan satu produk unggulan, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang memperhatikan tiga aspek utama, yakni kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produksi.

Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah terhadap pengembangan UMKM, mulai dari pendampingan usaha, peningkatan kapasitas produksi, pemenuhan standardisasi produk, termasuk sertifikasi halal dan Standar Nasional Indonesia (SNI) sesuai ketentuan, hingga perluasan akses pemasaran.

Erna juga mengingatkan perlunya perubahan pola pikir dalam membaca kebutuhan pasar. Ia mencontohkan gula aren yang tidak hanya dipasarkan dalam bentuk padat, tetapi dapat dikembangkan menjadi gula cair untuk memenuhi kebutuhan kafe dan usaha kuliner.

Selain itu, pemerintah kabupaten/kota didorong membentuk tim OVOP untuk mengoordinasikan pemetaan potensi, pendampingan UMKM, dan pengembangan produk unggulan secara terarah dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, produk lokal diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas hingga ekspor.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Kepala Dinas Kelautan Provinsi Sulawesi Selatan dan perwakilan kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar berharap pengembangan kelapa sebagai produk unggulan mendapat dukungan lintas sektor, sehingga potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, memperkuat daya saing UMKM, dan membuka peluang pasar yang lebih luas. (HUMAS-IC)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Bupati & Wakil Bupati

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita TGUPP

Read More