- PKK Selayar Perkuat Edukasi Pangan Sehat Lewat Lomba B2SA
- Rakor TPKAD, Bupati Natsir Ali Dorong Akses Keuangan hingga Pulau-Pulau Kecil
- Bukan Sekadar Antrean, Bupati Natsir Ali Dorong Solusi Energi Jangka Panjang
- Bupati Natsir Ali Panggil Agen LPG, Cari Akar Persoalan Penolakan Tabung Berkarat
- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
- 11 Ribu Tabung LPG Baru Disiapkan, Bupati Natsir Ali Tegas: Agen Tak Boleh Menolak, Pertamina Akan Sanksi
- Kementerian ATR/BPN Dukung Penyusunan RDTR Bontomatene, Wabup Selayar Buka FGD
- Wabup Muhtar Terima Tim Teknis ATR/BPN, Bahas Penyusunan RDTR Batangmata
- BBM dan LPG Jadi Sorotan, Pemkab Selayar Libatkan TNI-Polri dan Kejaksaan Bentuk Satgas Pengawasan
Wabup Muhtar Bekali Ratusan Mahasiswa KKN Universitas Megarezky Sebelum Mengabdi di Selayar

MAKASSAR – Sebanyak 839 mahasiswa Universitas Megarezky akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kabupaten Kepulauan Selayar mulai 3 hingga 31 Agustus 2026. Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, para mahasiswa mendapat pembekalan langsung dari Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. Muhtar, M.M., di Ballroom Universitas Megarezky, Makassar, Jumat (31/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wabup Muhtar menyampaikan materi bertajuk "Peluang dan Tantangan Kabupaten Kepulauan Selayar". Sebanyak 839 peserta KKN berasal dari tujuh fakultas dan 16 program studi, serta dijadwalkan berangkat menuju Selayar pada 2 Agustus 2026.
Baca Lainnya :
- Kafilah STQH Selayar Diterima dan Disambut Hangat Oleh Wakil Bupati Lutra0
- Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Wabup Selayar Teguhkan Persatuan dan Perdamaian0
- Kejujuran Irwan Diganjar Motor dari Pangdam dan Uang Tunai dari Dandim Selayar di Penutupan TMMD0
- Kesbangpol Selayar Gelar Bimtek Pengelolaan Bankeu Parpol0
- Pemkab Selayar Fokus Distribusi Logistik ke Lokasi Terdampak Gempa0
Di hadapan ratusan mahasiswa, Muhtar memaparkan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Selayar, mulai dari sektor kelautan dan perikanan, pariwisata, pertanian, hingga ekonomi kreatif. Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar saat ini mengarahkan pembangunan periode 2025–2029 pada transformasi ekonomi melalui digitalisasi, hilirisasi sumber daya alam, penguatan UMKM, serta pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru.
"Keberhasilan pembangunan membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk perguruan tinggi melalui kegiatan KKN. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan solusi dan inovasi bagi masyarakat," ujar Wabup.
Selain mengulas berbagai peluang, Wakil Bupati juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi daerah kepulauan, seperti keterbatasan infrastruktur, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia berharap para mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam bentuk program-program pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan desa.
Selain Wakil Bupati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kepulauan Selayar, Dr. Finriyani Arifin, turut membekali mahasiswa KKN dengan materi "Inovasi Perencanaan Pembangunan Daerah". Ia memaparkan peta inovasi daerah sebagai arah pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Finriyani memperkenalkan sejumlah inovasi unggulan daerah, di antaranya GEMERLAP (Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa), Silajara Amang, Silajara Caradek, Silajara Gassing, serta berbagai inovasi lainnya. Melalui materi ini, mahasiswa diharapkan mampu menyelaraskan program kerja KKN dengan prioritas pembangunan dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pembekalan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Megarezky tersebut menjadi tahapan akhir sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi KKN.
Selama hampir satu bulan berada di Kabupaten Kepulauan Selayar, para peserta diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah kepulauan. (HUMAS-IC)











.jpeg)