- Sentuhan Kepedulian Yanti Rahmawati, Ketua TP PKK Selayar Pantau Rehab Rumah Layak Huni di Benteng
- Pj Sekda Selayar Dampingi Aroeppala PSSK Selayar FC di Liga 4 Sulsel
- Ke Kominfo RI, Usai dari PU Bupati Natsir Ali Perjuangkan Akses Internet Bagi Warganya
- Bupati Kepulauan Selayar Natsir Ali Terima Penghargaan UHC Award 2026 di Jakarta
- Bupati Selayar Natsir Ali Temui Menteri PU, Perjuangkan Jalan, Irigasi, hingga Pengamanan Pantai
- Wabup Muhtar Buka Musrenbang RKPD 2027 Sekaligus Sosialisasikan Program GEMERLAP dan GEMETAR di Bontoharu
- Isra Mi raj 1447 H Pemkab Selayar, Tekankan Shalat Berjamaah Jadi Inspirasi Kepemimpinan
- TNI AL Bersama Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Nelayan Patilereng yang Sempat Hilang
- Isak Haru Warnai Pelepasan Kajari Selayar Dr. Asri Irwan ke Tugas Baru, Wabup Sebut Ia Sosok Tegas dan Humanis
- Wabup Muhtar Resmi Tutup Turnamen Kajari Cup I 2026, Dispora FC Tampil Sebagai Juara
Ini Pengakuan FI Pasien Sembuh Covid-19, atas Perlakuan Selama Menjalani Karantina

KEPULAUAN SELAYAR - Setelah sempat menjalani perawatan pada programnya rekreasi duta covid-19 di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, enam pasien dari Kabupaten Kepulauan Selayar yang terpapar covid-19, akhirnya sudah di pulangkan hari ini, Jumat (10/7/2020).
Enam pasien ini sudah dinyatakan sembuh dan sehat. Seperti wartakan sebelumnya, enam pasien sembuh itu tiba di Pelabuhan Pamatata Selayar pukul 13.30 wita via KMP Kormomolin, selanjutnya dikawal oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 menuju Benteng.
Sejumlah pengakuan muncul dari salah seorang pasien sembuh, atas perlakuan yang didapat selama menjalani karantina dan perawatan baik di Selayar maupun di Makassar Sulawesi Selatan.
Baca Lainnya :
- Update Data Penanganan Covid-19, Jubir Gugus Tugas : Zona Merah Makin Dekat ke Selayar0
- Bupati Basli Ali Siapkan 23 M untuk Tangani Covid-190
- Cegah Covid-19, Basli Ali Pantau Aktifitas Bandara Aroeppala dan Pelabuhan Padang0
- Ini 13 Poin Imbauan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kepulauan Selayar0
- Covid-19, MBA Pantau Tempat Isolasi Warga dari Zona Merah0
Seperti yang dilontarkan oleh FI warga Kelurahan Benteng Selatan Kecamatan Benteng. Kepada media ini, FI mengatakan pertama kali mengetahui bahwa ia positif terpapar covid-19, ia sempat shock dan panik.
Sebelumnya ia sempat di Swab bersama enam orang lainnya, dan berdasarkan hasil pemeriksaan metode real time PCR yang diperiksa di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RS Universitas Hasanuddin Makassar, dinyatakan positif covid-19.
"Saya sempat panik setelah mendengar kalau hasil swabnya positif, walaupun saya tidak merasakan gejala. Saya membayangkan akan seperti apa rasanya kalau dikarantina, namun ternyata apa yang ada dipikiran saya berbanding terbalik," tutur FI.
Berita terkait : Enam Pasien Sembuh dari Covid-19 Hari Ini Dipulangkan ke Selayar
Dalam pengakuannya, selama menjalani karantina di Selayar, FI bersama enam pasien lainnya diperlakukan sangat baik, dan puas terhadap pelayanan tim medis dari GTPP Covid-19 Kabupaten Kepulauan Selayar.
"Kami diperlakukan dengan baik dengan mengutamakan pelayanan kekeluargaan. Mendengar virus corona sepertinya sangat mengerikan, tapi atas pelayanan tim medis kami merasa puas, sehingga rasa paniknya perlahan-lahan hilang," ucap FI.
Perlakuan yang sama juga didapatkan selama menjalani perawatan pada program rekreasi duta covid-19 di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Selama di Makassar, setiap saat kami dihubungi oleh tim GTPP Covid-19 Selayar untuk menanyakan kabar kami, dan itu sangat menyenangkan, tidak seburuk apa yang saya duga," terang FI.
Karena sudah merasakan terpapar covid-19 walaupun itu tanpa gejala, FI berpesan agar tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Semua orang patut dicurigai karena semua orang berpotensi untuk menularkan virus. Apalagi saya positif tanpa gejala. Jangan karena teman dekat bahkan keluarga sekalipun lantas kita tidak menjaga jarak, jadi kita harus berhati-hati dan patuh pada protokol kesehatan," imbuhnya.
Meski demikian, FI meminta agar keluarga pasien positif covid-19 jangan dikucilkan, karena paradigma sebagian masyarakat terhadap covid itu sangat mengerikan sehingga merasa ketakutan yang berlebihan.
Sekadar diinfokan bahwa FI dirujuk ke Makassar pada Tanggal 3 Juli lalu bersama enam pasien positif lainnya. (HUMAS/IM)










.jpeg)