- Gubernur Sulsel Resmikan Titik Nol Ujung Aspal Selatan Sulawesi di Appatanah Selayar
- Hari Lingkungan Hidup, Gubernur Andi Sudirman Ajak Masyarakat Hijaukan Bumi Lewat Penanaman 1.000 Mangrove di Selayar
- Sabtu Pagi, Gubernur Andalan Sulsel Gelar Jalan Sehat Anti Mager di Selayar, Sediakan Hadiah Umrah hingga Motor
- Bank Sulselbar Sosialisasikan KUR Petani Jagung Dukung Program GEMETAR di Selayar
- Tiba di Selayar, Gubernur Andi Sudirman Agendakan Peresmian Titik Nol hingga Buka Celebes Scooter Party XIX
- Sinergi Pemkab, BPJS dan Kejaksaan Perkuat Perlindungan Sosial Aparatur Desa di Selayar
- Gubernur Sulsel Akan Buka Celebes Scooter Party XIX 2026, Bupati Selayar Pastikan Persiapan Maksimal
- Natsir Ali–Muhtar Pertahankan Tradisi WTP, Pemkab Selayar Ukir Prestasi 10 Tahun Berturut-Turut
- Juni 2026, Kesempatan Emas! Samsat Selayar Bebaskan Denda dan Sediakan Hadiah Umrah serta Motor
- Wakil Bupati Selayar Terima Kunjungan Kepala BBPK APDN IV Kemendagri, Serahkan Sertifikat 47 Peserta Latsar CPNS
Isra Mi raj 1447 H Pemkab Selayar, Tekankan Shalat Berjamaah Jadi Inspirasi Kepemimpinan

KEPULAUAN SELAYAR – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Bagian Kesra Setda bekerjasama dengan Panitia Hari-hari Besar Islam (PHBI) menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar, Senin (26/1/2026).
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengusung tema “Menerapkan Konsepsi dan Filosofi Shalat Berjamaah dalam Kepemimpinan yang Islami” dan menghadirkan penceramah H. Saiful Arif, S.H.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Selayar Drs. H. Muhtar, M.M., Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, unsur pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan dan seluruh jajaran perangkat daerah lingkup Pemkab Kepulauan Selayar, serta undangan lainnya.
Baca Lainnya :
- PBSI Selayar Target Medali Emas Pada Porda XVI Sulsel 20180
- Puncak Hari Jadi ke-413 Selayar, Basli Ali Laporkan 3 Potensi Bendungan Besar di Selayar, Ini Harapa0
- Pameran UP2K Kecamatan Pasimarannu, Musrifah Basli Terus Semangati Jajaran Pengurus PKK0
- Kadis PMPTSPTK : Tim Pendidikan Vokasi Unhas ke Selayar Tinjau Lokasi Pembentukan Kampus0
- Bupati Kepulauan Selayar Hadiri Hari Jadi Sulsel, Wabup Hadir Secara Virtual0
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muhtar menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa sekaligus mukjizat besar bagi kerasulan Nabi Muhammad SAW.
“Isra Mi’raj adalah peristiwa agung di mana Allah SWT memperlihatkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya, mulai dari perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga naik ke Sidratul Muntaha, bertemu dengan Allah SWT, dan menerima perintah shalat lima waktu,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengharapkan dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan berbagai program strategis Pemerintah Daerah, khususnya di tengah dinamika dan tantangan pembangunan yang terus berkembang.
Sementara itu, dalam hikmah Isra Mi’rajnya, H. Saiful Arif, S.H. menegaskan bahwa shalat tidak semata-mata ritual ibadah, melainkan mengandung nilai-nilai kepemimpinan dan manajemen organisasi yang ideal dalam Islam. Menurutnya, shalat khususnya shalat berjamaah merupakan miniatur kepemimpinan yang sarat dengan pelajaran kehidupan.
“Shalat berjamaah mengajarkan kedisiplinan waktu, ketaatan terhadap aturan, solidaritas sosial, serta kesetaraan di hadapan Allah SWT. Nilai-nilai inilah yang seharusnya tercermin dalam praktik kepemimpinan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seorang imam sebelum memimpin shalat akan memperhatikan kondisi makmumnya, termasuk dalam menentukan bacaan surat. Hal tersebut menjadi pelajaran penting bagi seorang pemimpin dalam menetapkan kebijakan.
“Seorang pemimpin harus melihat kemampuan dan kondisi masyarakat yang dipimpinnya, sebagaimana imam menyesuaikan bacaan shalat dengan keadaan makmum,” jelasnya.
Lebih lanjut, Saiful Arif mengungkapkan bahwa dalam shalat berjamaah, makmum memiliki kewajiban mengingatkan imam apabila terjadi kesalahan, dengan tetap menjaga adab dan etika sesuai tuntunan fikih. Hal ini sejalan dengan prinsip kepemimpinan dalam Islam, di mana masyarakat memiliki hak dan kewajiban untuk mengingatkan pemimpin apabila keliru dalam melangkah, namun tetap dengan cara yang santun dan beretika.
Di akhir ceramahnya, ia menegaskan bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya kelak, sehingga nilai-nilai shalat berjamaah diharapkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam organisasi, pemerintahan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. (HUMAS-IC)
_










.jpeg)