- Judo Kembali Sumbang Medali, Dandy Agus Kurniawan Antar Selayar Raih Perak Porprov 2026
- Pejudo Selayar Ryan Rizaldi Buka Keran Medali Porprov XVIII Sulsel 2026, Raih Perunggu di Kelas Junior -55 Kg
- Wabup Muhtar Tekankan Pelatihan Vokasi Tak Hanya Asah Keterampilan, tetapi Juga Bentuk Akhlak dan Keimanan
- Pemkab Selayar melalui Dinas PUTR Matangkan RDTR Benteng Jampea, Wabup Muhtar Buka Konsultasi Publik I
- Selayar Bersiap Rayakan Usia 421 Tahun, Pameran, Karnaval hingga Pesta Rakyat dan Dzikir Bersama Siap Digelar
- Wabup Muhtar Kobarkan Semangat Bumi Tanadoang, 131 Atlet Siap Berburu Prestasi di Porprov XVIII Sulsel
- Bakti Kesehatan PERMAS Berlanjut, Bupati Natsir Ali bersama Prof Kadir Pantau Langsung Sunatan Gratis 38 Anak
- Baru Seumur Jagung Pimpin PERMAS, Prof. Kadir Hadirkan Harapan Baru bagi Kesehatan Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Apresiasi Prof. Abdul Kadir, PERMAS Hadirkan Bakti Kesehatan bagi Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Tinjau Operasi Bibir Sumbing dan Lelangit secara Gratis, Persembahan DPP PERMAS untuk Masyarakat Selayar
Isra Mi raj 1447 H Pemkab Selayar, Tekankan Shalat Berjamaah Jadi Inspirasi Kepemimpinan

KEPULAUAN SELAYAR – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Bagian Kesra Setda bekerjasama dengan Panitia Hari-hari Besar Islam (PHBI) menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar, Senin (26/1/2026).
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengusung tema “Menerapkan Konsepsi dan Filosofi Shalat Berjamaah dalam Kepemimpinan yang Islami” dan menghadirkan penceramah H. Saiful Arif, S.H.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Selayar Drs. H. Muhtar, M.M., Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, unsur pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan dan seluruh jajaran perangkat daerah lingkup Pemkab Kepulauan Selayar, serta undangan lainnya.
Baca Lainnya :
- Wabup Selayar Briefing Jajaran Pemda0
- Bupati MBA Serahkan Bantuan untuk Mesjid Nurul Yaqin Ujung Jampea0
- Disela Kunkernya, Wabup Kepulauan Selayar Ceramah Hikmah Maulid di Pasimasunggu0
- Muscab, Pertegas Eksistensi LVRI Selayar Sebagai Organisasi Keluarga Pejuang 0
- AKBP Temmangnganro Machmud Ajak Wartawan jadikan Profesinya sebagai Jalan Ibadah0
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muhtar menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa sekaligus mukjizat besar bagi kerasulan Nabi Muhammad SAW.
“Isra Mi’raj adalah peristiwa agung di mana Allah SWT memperlihatkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya, mulai dari perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga naik ke Sidratul Muntaha, bertemu dengan Allah SWT, dan menerima perintah shalat lima waktu,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengharapkan dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan berbagai program strategis Pemerintah Daerah, khususnya di tengah dinamika dan tantangan pembangunan yang terus berkembang.
Sementara itu, dalam hikmah Isra Mi’rajnya, H. Saiful Arif, S.H. menegaskan bahwa shalat tidak semata-mata ritual ibadah, melainkan mengandung nilai-nilai kepemimpinan dan manajemen organisasi yang ideal dalam Islam. Menurutnya, shalat khususnya shalat berjamaah merupakan miniatur kepemimpinan yang sarat dengan pelajaran kehidupan.
“Shalat berjamaah mengajarkan kedisiplinan waktu, ketaatan terhadap aturan, solidaritas sosial, serta kesetaraan di hadapan Allah SWT. Nilai-nilai inilah yang seharusnya tercermin dalam praktik kepemimpinan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seorang imam sebelum memimpin shalat akan memperhatikan kondisi makmumnya, termasuk dalam menentukan bacaan surat. Hal tersebut menjadi pelajaran penting bagi seorang pemimpin dalam menetapkan kebijakan.
“Seorang pemimpin harus melihat kemampuan dan kondisi masyarakat yang dipimpinnya, sebagaimana imam menyesuaikan bacaan shalat dengan keadaan makmum,” jelasnya.
Lebih lanjut, Saiful Arif mengungkapkan bahwa dalam shalat berjamaah, makmum memiliki kewajiban mengingatkan imam apabila terjadi kesalahan, dengan tetap menjaga adab dan etika sesuai tuntunan fikih. Hal ini sejalan dengan prinsip kepemimpinan dalam Islam, di mana masyarakat memiliki hak dan kewajiban untuk mengingatkan pemimpin apabila keliru dalam melangkah, namun tetap dengan cara yang santun dan beretika.
Di akhir ceramahnya, ia menegaskan bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya kelak, sehingga nilai-nilai shalat berjamaah diharapkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam organisasi, pemerintahan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. (HUMAS-IC)
_











.jpeg)