- EKI OJK Sasar Patilereng, Sekda Selayar Dorong Ekonomi Produktif Warga
- PKK Selayar Perkuat Edukasi Pangan Sehat Lewat Lomba B2SA
- Rakor TPKAD, Bupati Natsir Ali Dorong Akses Keuangan hingga Pulau-Pulau Kecil
- Bukan Sekadar Antrean, Bupati Natsir Ali Dorong Solusi Energi Jangka Panjang
- Bupati Natsir Ali Panggil Agen LPG, Cari Akar Persoalan Penolakan Tabung Berkarat
- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
- 11 Ribu Tabung LPG Baru Disiapkan, Bupati Natsir Ali Tegas: Agen Tak Boleh Menolak, Pertamina Akan Sanksi
- Kementerian ATR/BPN Dukung Penyusunan RDTR Bontomatene, Wabup Selayar Buka FGD
- Wabup Muhtar Terima Tim Teknis ATR/BPN, Bahas Penyusunan RDTR Batangmata
Isra Mi raj 1447 H Pemkab Selayar, Tekankan Shalat Berjamaah Jadi Inspirasi Kepemimpinan

KEPULAUAN SELAYAR – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Bagian Kesra Setda bekerjasama dengan Panitia Hari-hari Besar Islam (PHBI) menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar, Senin (26/1/2026).
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengusung tema “Menerapkan Konsepsi dan Filosofi Shalat Berjamaah dalam Kepemimpinan yang Islami” dan menghadirkan penceramah H. Saiful Arif, S.H.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Selayar Drs. H. Muhtar, M.M., Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, unsur pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan dan seluruh jajaran perangkat daerah lingkup Pemkab Kepulauan Selayar, serta undangan lainnya.
Baca Lainnya :
- Wabup Muhtar Resmi Tutup Turnamen Kajari Cup I 2026, Dispora FC Tampil Sebagai Juara0
- Pertemuan Rutin DWP Diisi dengan Ceramah oleh Kasat Reserse Polres Selayar0
- TP PKK Selayar Ikut Lomba Tahfidz Al-Qur'an 0
- Hadiri Rapat Yang Sama dengan Bupati Cianjur, MBA Sampaikan Duka Cita 0
- Pemkab Kepulauan Selayar kembali Raih Opini WTP Atas LKPD TA 20190
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muhtar menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa sekaligus mukjizat besar bagi kerasulan Nabi Muhammad SAW.
“Isra Mi’raj adalah peristiwa agung di mana Allah SWT memperlihatkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya, mulai dari perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga naik ke Sidratul Muntaha, bertemu dengan Allah SWT, dan menerima perintah shalat lima waktu,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengharapkan dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan berbagai program strategis Pemerintah Daerah, khususnya di tengah dinamika dan tantangan pembangunan yang terus berkembang.
Sementara itu, dalam hikmah Isra Mi’rajnya, H. Saiful Arif, S.H. menegaskan bahwa shalat tidak semata-mata ritual ibadah, melainkan mengandung nilai-nilai kepemimpinan dan manajemen organisasi yang ideal dalam Islam. Menurutnya, shalat khususnya shalat berjamaah merupakan miniatur kepemimpinan yang sarat dengan pelajaran kehidupan.
“Shalat berjamaah mengajarkan kedisiplinan waktu, ketaatan terhadap aturan, solidaritas sosial, serta kesetaraan di hadapan Allah SWT. Nilai-nilai inilah yang seharusnya tercermin dalam praktik kepemimpinan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seorang imam sebelum memimpin shalat akan memperhatikan kondisi makmumnya, termasuk dalam menentukan bacaan surat. Hal tersebut menjadi pelajaran penting bagi seorang pemimpin dalam menetapkan kebijakan.
“Seorang pemimpin harus melihat kemampuan dan kondisi masyarakat yang dipimpinnya, sebagaimana imam menyesuaikan bacaan shalat dengan keadaan makmum,” jelasnya.
Lebih lanjut, Saiful Arif mengungkapkan bahwa dalam shalat berjamaah, makmum memiliki kewajiban mengingatkan imam apabila terjadi kesalahan, dengan tetap menjaga adab dan etika sesuai tuntunan fikih. Hal ini sejalan dengan prinsip kepemimpinan dalam Islam, di mana masyarakat memiliki hak dan kewajiban untuk mengingatkan pemimpin apabila keliru dalam melangkah, namun tetap dengan cara yang santun dan beretika.
Di akhir ceramahnya, ia menegaskan bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya kelak, sehingga nilai-nilai shalat berjamaah diharapkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam organisasi, pemerintahan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. (HUMAS-IC)
_











.jpeg)