- Perkuat Jaminan Sosial Pekerja, Disperinaker Selayar Teken MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan
- Kenapa Kopra Dilarang Masuk KMP Bontoharu? Ini Penjelasan Syahbandar dan Dinas Perhubungan
- Bukan Sekadar Imbauan, Bupati Selayar Perintahkan Disperinaker Buka Layanan Dico Ulang Tabung LPG Karatan
- Kemarau Panjang, Bumi Mengering, Warga Selayar Bersujud Memohon Rahmat Allah SWT
- Marak Tabung LPG 3 Kg Berkarat ditolak Agen/Pangkalan, Bupati Selayar Tegaskan Konsumen Tak Boleh Dirugikan
- Diskominfo-SP Perkuat SDI, Sekda Selayar Tegaskan Pentingnya Data Akurat
- Bupati Natsir Ali Kukuhkan Prof. Abdul Kadir sebagai Ketua DPP PERMAS Pusat, Bendera Pataka Jadi Simbol Amanah
- Kominfo Enrekang Dalami Strategi Pengelolaan PPID dan SP4N-LAPOR! Selayar
- Mari Berdoa Bersama, Pemkab Selayar Gelar Salat Istisqo untuk Memohon Hujan
- Wabup Muhtar Pantau Tiga APMS, Pelayanan dan Pasokan BBM Jadi Perhatian
Hadir Pada Rakor Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan, Berikut Penjelasan Wabup Selayar

MAKASSAR - Wakil Bupati Kepulauan Selayar Dr. H. Zainuddin, S.H., M.H., menghadiri rapat koordinasi peningkatan akses dan mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, Senin (19/8/2019). Wakil Bupati didampingi oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Selayar Drs. Mustakim KR, M.M., Pd.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga Pemprov Sulsel dihadiri juga oleh Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Didik Suhardi, Ph. D., Gubernur Sulsel Prof. Dr. Ir. H.M Nurdin Abdullah, M., Agr., Kepala Pustekkom Mendikbud RI, Dirjen Pertimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, anggota BPK RI, serta para Bupati/Wali Kota dan para kadis Pendidikan se-Sulsel.
Kepada media ini Wakil Bupati Kepulauan Selayar mengatakan bahwa ada dua hal yang disampaikan dalam rakor tersebut. Yang pertama kata Wabup menyoal tentang dana pendidikan yang belum dianggarkan sesuai ketentuan sehingga Kabupaten Kepulauan Selayar nyaris dikenakan sanksi. Namun hal tersebut dijawab oleh Wakil Bupati bahwa dana Pendidikan di APBD pokok masih 11 persen lebih. Namun demikian kata Zainuddin di APBD perubahan sudah mencapai 20 persen.
Baca Lainnya :
- Wabup Kepulauan Selayar Bahas Isu Strategis Kemaritiman di Puslatbang KMP Makassar0
- Wabup Kepulauan Selayar Hadiri Gelar Pengawasan Daerah dan Konfrensi AAIPI Wilayah Sulsel0
- Ini Penjelasan Wabup Kepulauan Selayar Saat Jadi Mentor Kadis PMPTSPTK0
- Wabup Kepulauan Selayar ; SPBE Hasilkan Efisiensi Birokrasi dan Tingkatkan Layanan Publik 0
- Wabup Serahkan LKPJ TA 2018 dan 3 Naskah Ranperda ke DPRD Selayar0
‘’Oleh karenanya yang tadinya kita terancam sanksi, saya bilang bapak gagal menjatuhkan sanksi bagi Kabupaten Kepulauan Selayar,’’ kata Zainuddin.
Yang kedua lanjut Wakil Bupati Kepulauan Selayar bahwa ia menekankan bahwa pendidikan sebagai suatu proses sangat ditentukan oleh ketersediaan sumber daya baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Lebih dari itu kata dia, kalau sumber daya tersedia maka tergantung lagi prosesnya. Menurutnya proses itu akan menentukan hasil dan ada interpendensi antara proses dan hasil.
‘’Oleh karena itu dua hal yang saya titipkan dalam forum yaitu prosesnya harus memiliki SOP yang jelas dan tegas. Yang kedua adalah hasilnya adalah kecerdasan, dan perlu dilakukan reorentasi terhadap tujuan pendidikan. Kalau yang dulu dominan akses kecerdasan intelektualnya, sekarang saya menawarkan supaya orientasinya adalah kecerdasan secara majemuk, yaitu akumulasi cerdas secara intelektual, cerdas secara emosional dan cerdas secara spiritual. Sebab itulah yang menjadikan seseorang bisa sukses dan selamat dunia akhirat,’’ jelasnya. (IM)











.jpeg)