- Wabup Selayar Terima 102 Mahasiswa KKN IAI Al-Amanah Jeneponto, Diharapkan Ikut Sukseskan Program GEMERLAP
- Sekda Buka Sosialisasi Hakordia, Kajari Selayar Dorong Penguatan Integritas Daerah
- Sekda Selayar Launching Tiga Inovasi Aksi Perubahan untuk Perkuat Pelayanan Publik dan Akses Ekonomi
- Pemkab Selayar Umumkan Layanan Eazy Passport oleh Imigrasi Makassar, Pelayanan Dimulai 4 Desember 2025
- Pemkab Selayar Raih Juara 2 Lomba Pajak dan Retribusi Akseleratif dari Bank Indonesia
- Kadis Kominfo Tekankan Pentingnya Pemerataan Akses Internet untuk Percepatan Transformasi Digital Selayar
- Pemkab Kepulauan Selayar dan BAKTI Komdigi RI Perkuat Pemerataan Akses Internet di Daerah Kepulauan
- Perbakin Selayar Mantapkan Dukungan untuk Program Gemerlap, Kapolres Serahkan Hadiah Lomba Tembak Hama Tupai
- Forkopimda Selayar Teken Deklarasi Tata Kelola Perikanan
- Gubernur Sulsel Tanam Pohon Kelapa di Kokolohe, Bupati Apresiasi Dukungan untuk Program GEMERLAP
GEMERLAP dan Checkpoint Nelayan, Dua Strategi Unggulan Selayar di Forum TPID Sulsel

BULUKUMBA— Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan Berbasis Zona, yang melibatkan empat kabupaten, yakni Bulukumba, Kepulauan Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel, dan berlangsung di Ruang Kahayya, Kantor Satu Atap Gedung Phinisi Bentengnge Bulukumba, Selasa (21/10).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Natsir Ali, hadir langsung dan menyampaikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Selayar dalam mendukung langkah-langkah strategis hasil HLM TPID Sulsel.
Baca Lainnya :
- Asisten Pemerintahan Setda Lepas Kontingen PMR - PMI Selayar Ke Jumbara IX Sulsel0
- Kepulauan Selayar Raih Stand Terbaik I Pekan Raya Sulsel 2021.0
- Ini Harapan Wakil Bupati Pada Rapat TPID Selayar0
- TK Negeri Benteng Selatan Tamatkan 47 Siswanya, Berikut Pesan Bunda Paud0
- Kontingen Kepulauan Selayar Diterima Resmi Oleh Panitia Porda XVI Sulsel 0
Bupati Natsir Ali memaparkan sejumlah program strategis daerah yang tengah dan akan dijalankan guna mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa (GEMERLAP).

Menurutnya, program GEMERLAP tidak hanya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan petani di Kepulauan Selayar, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi daerah sekitar.
“Program ini akan membuka rantai ekonomi baru di sektor perkebunan dan industri olahan kelapa, yang dapat dimanfaatkan bersama oleh daerah tetangga seperti Bulukumba, Bantaeng, Sinjai, dan Jeneponto,” ujar Natsir Ali.
Selain itu, Bupati juga menegaskan pentingnya penerapan checkpoint bagi nelayan luar daerah yang masuk ke perairan Selayar untuk menangkap ikan. Langkah ini, katanya, bukan semata bentuk pembatasan, melainkan mekanisme pengawasan sumber daya laut demi menjaga keseimbangan produksi dan stabilitas harga ikan di pasar regional.
“Checkpoint menjadi alat kontrol penting agar distribusi hasil laut lebih teratur dan transparan. Dengan begitu, kabupaten lain juga dapat memperoleh pasokan ikan yang stabil dan harga yang lebih terkendali,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan checkpoint juga berperan dalam mencegah praktik penangkapan ikan ilegal, memperkuat data statistik perikanan antar daerah, serta menciptakan sistem perdagangan hasil laut yang lebih adil.
“Jika nelayan luar terdata dan aktivitasnya terpantau, kita semua diuntungkan. Pasar menjadi sehat, harga terjaga, dan ekosistem laut terlindungi,” lanjutnya.
Di akhir pemaparannya, Bupati Natsir Ali berharap adanya dukungan dan sinergi lintas kabupaten dalam memperkuat ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di wilayah selatan Sulawesi Selatan.
“Pengendalian inflasi dan ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Dengan koordinasi antar daerah, hasilnya akan lebih besar dan berkelanjutan,” tutupnya.
Kegiatan HLM TPID ini menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi antar daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, menekan laju inflasi, serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah selatan Sulawesi Selatan.(HUMAS-IC)










.jpeg)