- Hardiknas 2026, Wabup Selayar Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan sebagai Fondasi Kemajuan Daerah
- Dorong Kedaulatan Maritim, Anggota DPR RI Kunjungi Lokasi Rencana Pembangunan Lanal di Selayar
- Dinkes Selayar Gelar Rakor Pengawasan IRTP, Perkuat Keamanan Pangan Pasca Edar
- Wabup Selayar Hadiri Paripurna DPRD, Rekomendasi LKPJ 2025 Jadi Bahan Evaluasi Kinerja
- Selayar Capai UHC 100 Persen, Wabup Ajak Dunia Usaha Aktifkan Peserta JKN Nonaktif
- Investasi Masa Depan Daerah, Bupati Selayar Perkuat Fondasi Pendidikan Vokasi Bersama UNHAS
- Bupati Natsir Ali Hadiri Rakor KPK–ATR/BPN, Perjuangkan Hak Masyarakat Pesisir
- Bupati Natsir Ali Hadiri Peringatan HUT Damkar dan Satpol PP di Masamba, Tegaskan Apresiasi atas Loyalitas Personel
- Wabup Selayar Sampaikan Pesan Tito Karnavian pada Peringatan Otda ke-30
- Bupati Natsir Ali Tegaskan Penyaluran Bantuan Harus Adil Tanpa Diskriminasi
Bupati Natsir Ali Hadirkan Berkah Ramadan bagi Resmiati di Bontotangnga

KEPULAUAN SELAYAR — Kesabaran seorang ibu empat anak, Resmiati, warga Desa Bontotangnga, akhirnya berbuah manis di bulan suci Ramadan. Di tengah keterbatasan hidup yang dijalani selama ini, berkah datang melalui perhatian langsung Bupati Kepulauan Selayar, Natsir Ali.

Saat kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten di Desa Bontotangnga, Bupati Natsir Ali bersama Wakil Bupati Muhtar, M.M. didampingi Sekretaris Daerah menyempatkan diri mendatangi rumah yang selama ini ditempati Resmiati. pada selasa (3/3/2026)
Baca Lainnya :
- Wakil Bupati Kepulauan Selayar Hadiri Peluncuran Pilkada Serentak 20180
- TP. PKK Kepulauan Selayar Rakor dengan Perangkat Daerah Pembina0
- Wabup Selayar Hadir pada Penyerahan 10 Juta Bendera oleh Mendagri di Bulukumba0
- Peserta Termuda MTQ Sulsel 2018 Asal Selayar Masuk Peringkat 7 Besar, Begini Harapan Kabag. Kesra 0
- Bimtek SAKIP, Upaya Pemda Selayar Tingkatkan Kemampuan SDM ASN0
Kondisi rumah yang dinilai tidak layak huni langsung mengundang kepedulian pimpinan daerah.
Kepala Desa Bontotangnga, Kamiruddin, menjelaskan bahwa Resmiati telah menjadi janda sekitar satu tahun lalu setelah ditinggal pergi oleh suaminya. Sejak saat itu, ia harus berjuang sendiri membiayai kebutuhan hidup dan pendidikan keempat anaknya.
Untuk menyambung hidup, Resmiati bekerja serabutan, menerima jasa mencuci pakaian dan pekerjaan lainnya demi memastikan anak-anaknya tetap bisa makan dan bersekolah.
Mendengar langsung kisah perjuangan tersebut, Bupati Natsir Ali di lokasi memerintahkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk segera melakukan rehabilitasi rumah Resmiati secepatnya agar ia dan keempat anaknya dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman.
Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap kondisi warganya.
“Ramadan adalah bulan kepedulian. Pemerintah hadir bukan hanya lewat program di atas kertas, tetapi harus menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Ibu Resmiati tidak sendiri. InsyaAllah, rumah ini akan segera kita perbaiki agar beliau dan anak-anaknya bisa hidup lebih layak dan tenang,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa perhatian kepada keluarga kurang mampu akan terus menjadi prioritas.
“Kita ingin memastikan tidak ada warga yang merasa ditinggalkan. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi bagian dari tanggung jawab dan komitmen kami untuk menghadirkan keadilan sosial di Selayar,” tambah Bupati.
Dikonfirmasi dilokasi, Kepala Dinas Perkim, Regar menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti perintah tersebut.
“Besok kami akan memerintahkan jajaran untuk turun melakukan verifikasi lapangan dan memastikan proses rehabilitasi rumah Ibu Resmiati bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.
Menerima bantuan, Resmiati pun tak kuasa menahan haru. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Saya tidak menyangka rumah saya akan didatangi langsung oleh pak Bupati dan pak wakil Terima kasih atas kepedulian dan bantuanta." ungkap Resmiati penuh haru dihadapan bupati dan wabup
Tak hanya itu, sebagai bentuk perhatian jangka panjang, Bupati juga menyiapkan lahan khusus yang dapat dikelola oleh anak Resmiati apabila ingin berkebun. Langkah ini diharapkan menjadi awal kemandirian ekonomi keluarga sekaligus membuka harapan baru di masa depan.
Kisah Resmiati menjadi bukti bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum menghadirkan kepedulian nyata. Dari sebuah rumah sederhana di Desa Bontotangnga, terselip pesan bahwa kesabaran, kerja keras, dan doa seorang ibu tidak pernah sia-sia. (HUMAS-IC)










.jpeg)