- EKI OJK Sasar Patilereng, Sekda Selayar Dorong Ekonomi Produktif Warga
- PKK Selayar Perkuat Edukasi Pangan Sehat Lewat Lomba B2SA
- Rakor TPKAD, Bupati Natsir Ali Dorong Akses Keuangan hingga Pulau-Pulau Kecil
- Bukan Sekadar Antrean, Bupati Natsir Ali Dorong Solusi Energi Jangka Panjang
- Bupati Natsir Ali Panggil Agen LPG, Cari Akar Persoalan Penolakan Tabung Berkarat
- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
- 11 Ribu Tabung LPG Baru Disiapkan, Bupati Natsir Ali Tegas: Agen Tak Boleh Menolak, Pertamina Akan Sanksi
- Kementerian ATR/BPN Dukung Penyusunan RDTR Bontomatene, Wabup Selayar Buka FGD
- Wabup Muhtar Terima Tim Teknis ATR/BPN, Bahas Penyusunan RDTR Batangmata
Bupati Natsir Ali Hadirkan Berkah Ramadan bagi Resmiati di Bontotangnga

KEPULAUAN SELAYAR — Kesabaran seorang ibu empat anak, Resmiati, warga Desa Bontotangnga, akhirnya berbuah manis di bulan suci Ramadan. Di tengah keterbatasan hidup yang dijalani selama ini, berkah datang melalui perhatian langsung Bupati Kepulauan Selayar, Natsir Ali.

Saat kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten di Desa Bontotangnga, Bupati Natsir Ali bersama Wakil Bupati Muhtar, M.M. didampingi Sekretaris Daerah menyempatkan diri mendatangi rumah yang selama ini ditempati Resmiati. pada selasa (3/3/2026)
Baca Lainnya :
- Semarak Tahun Baru Islam, BKPRMI kerjasama Pemda Kepulauan Selayar Gelar Lomba Pawai dan Drumb Band 0
- Wabup Kepulauan Selayar Apresiasi Program Inovatif Kadis PMPTSPTK0
- Pemda Kepulauan Selayar Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan0
- Pemkab Selayar Peringati Hari Lahir Pancasila 20230
- Bupati Kepulauan Selayar Ikut Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Barugaiya0
Kondisi rumah yang dinilai tidak layak huni langsung mengundang kepedulian pimpinan daerah.
Kepala Desa Bontotangnga, Kamiruddin, menjelaskan bahwa Resmiati telah menjadi janda sekitar satu tahun lalu setelah ditinggal pergi oleh suaminya. Sejak saat itu, ia harus berjuang sendiri membiayai kebutuhan hidup dan pendidikan keempat anaknya.
Untuk menyambung hidup, Resmiati bekerja serabutan, menerima jasa mencuci pakaian dan pekerjaan lainnya demi memastikan anak-anaknya tetap bisa makan dan bersekolah.
Mendengar langsung kisah perjuangan tersebut, Bupati Natsir Ali di lokasi memerintahkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk segera melakukan rehabilitasi rumah Resmiati secepatnya agar ia dan keempat anaknya dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman.
Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap kondisi warganya.
“Ramadan adalah bulan kepedulian. Pemerintah hadir bukan hanya lewat program di atas kertas, tetapi harus menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Ibu Resmiati tidak sendiri. InsyaAllah, rumah ini akan segera kita perbaiki agar beliau dan anak-anaknya bisa hidup lebih layak dan tenang,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa perhatian kepada keluarga kurang mampu akan terus menjadi prioritas.
“Kita ingin memastikan tidak ada warga yang merasa ditinggalkan. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi bagian dari tanggung jawab dan komitmen kami untuk menghadirkan keadilan sosial di Selayar,” tambah Bupati.
Dikonfirmasi dilokasi, Kepala Dinas Perkim, Regar menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti perintah tersebut.
“Besok kami akan memerintahkan jajaran untuk turun melakukan verifikasi lapangan dan memastikan proses rehabilitasi rumah Ibu Resmiati bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.
Menerima bantuan, Resmiati pun tak kuasa menahan haru. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Saya tidak menyangka rumah saya akan didatangi langsung oleh pak Bupati dan pak wakil Terima kasih atas kepedulian dan bantuanta." ungkap Resmiati penuh haru dihadapan bupati dan wabup
Tak hanya itu, sebagai bentuk perhatian jangka panjang, Bupati juga menyiapkan lahan khusus yang dapat dikelola oleh anak Resmiati apabila ingin berkebun. Langkah ini diharapkan menjadi awal kemandirian ekonomi keluarga sekaligus membuka harapan baru di masa depan.
Kisah Resmiati menjadi bukti bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum menghadirkan kepedulian nyata. Dari sebuah rumah sederhana di Desa Bontotangnga, terselip pesan bahwa kesabaran, kerja keras, dan doa seorang ibu tidak pernah sia-sia. (HUMAS-IC)











.jpeg)