- Rapat Paripurna DPRD, Wabup Muhtar Tegaskan APBD 2025 Dikelola Transparan hingga Raih WTP
- Selayar Kembali Jadi Lokasi Pengabdian, 61 Mahasiswa KKN UIN Alauddin Turun ke Desa
- Wisuda Perdana ITSBM Selayar, Wabup Muhtar Titip Pesan: Ilmu Harus Jadi Amanah Pengabdian
- Bupati Natsir Ali Bangun Fondasi Industri Kelapa, Unhas Mulai Susun Studi Kelayakan
- Ketua TP PKK Selayar: Pelayanan Kesehatan Tak Bisa Berjalan Sendiri
- Wabup Muhtar Apresiasi Kolaborasi Pemerintah, Masyarakat Bontoharu dan Sponsor Sukseskan Peringatan HUT ke-81 RI
- Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 RI, Bupati Apresiasi Paskibraka dan Masyarakat Selayar
- Wabup Muhtar Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Usai Upacara Detik-Detik Proklamasi, Wabup Muhtar Bersama Dandim 1415, Ziarah ke Taman Makam Pahlawan
- Di Hari Kemerdekaan, Bupati Natsir Ali Serahkan Remisi kepada Warga Binaan Rutan Kelas II B Selayar
Vicon Bersama Gubernur Sulsel, Bupati Selayar Sampaikan Tentang Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 H

KEPULAUAN SELAYAR - Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali melaporkan tentang rencana pelaksanaan Shalat Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Selain itu Basli juga menyampaikan kondisi terkini wabah dan penanganan covid-19 yang sudah mulai melandai di Bumi Tanadaoang julukan dari Kabupaten Kepulauan Selayar.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Kepulauan Selayar Selayar H. Muh. Basli Ali kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada rapat koordinasi melalui video conference, Selasa (19/5/2020). Selain Bupati Kepulauan Selayar rakor vicon itu juga diikuti oleh para Bupati, Forkopimda, para Kepala Kantor Kemenag, para Ketua MUI dan tokoh agama lainnya se Sulawesi Selatan.
Terkait dengan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 H, Basli menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar telah melakukan rapat dengan para tokoh agama, dan forkopimda. Pada rapat itu disepakati bahwa di Kabupaten Kepulauan Selayar akan untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan terkait penanganan Covid-19.
Baca Lainnya :
- Surat Edaran Corona0
- Kadinkes Kepulauan Selayar Terus Imbau Masyarakat untuk Jaga Kebersihan0
- Ketua Persit KCK Dim 1415 Kepulauan Selayar Serahkan Bantuan APD ke Posko Induk Covid-190
- Covid-19, Patroli Gabungan Polres, Polsek dan Satpol PP bubarkan Kumpulan Warga di Wilayah Kota Benteng0
- Pandemi Corona, Ketua PGRI Selayar Serahkan Bantuan Kepada Tim Gugus Tugas Covid- 190
"Ini sudah kami buat dalam sebuah keputusan dan sudah disampaikan kepada seluruhnya masyarakat yang ada di desa-desa agar tetap memakai masker, jaga jarak, membawa peralatan shalat sendiri, dan menyiapkan tempat cuci tangan," terang Bupati Kepulauan Selayar.
Bahkan kata Basli Ali, tiga hari jelang Idul Fitri akan menutup pelabuhan Bira - Pamatata, sehingga tidak ada lagi orang yang bisa keluar masuk Selayar, agar dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat Selayar untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri 1441.
Sementara menyangkut wabah virus Corona, Basli Ali yang juga adalah Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Selayar mengatakan dari dua yang dinyatakan positif, yang bersangkutan satu diantaranya dikembalikan ke Kabupaten Gowa sesuai dengan alamat domisilinya. Sementara yang satunya lagi warga Kabupaten Kepulauan Selayar setelah tiga kali pemeriksaan Swab dilaporkan sudah negatif dan sementara mengikuti program duta wisata covid-19 di Makassar Sulawesi Selatan.
"Sedangkan yang melakukan kontak dengan pasien positif ada sekitar 73 orang, namun setelah dilakukan pemeriksaan Swab semuanya dinyatakan negatif covid-19, sehingga sejauh ini kasus positif Covid-19 sudah menunjukkan angka nol," terang Bupati.
Menyikapi penyampaian para Bupati dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, Gubernur Sulsel Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M. Agr., menyampaikan bahwa hasil rakor sebelumnya dengan Menkopolhukam RI, dengan seluruh Gubernur dan Forkopimda se Indonesia dikatakan memang tidak ada larangan untuk tidak melaksanakan shalat Ied, tetapi dihimbau dengan sangat agar para Bupati dan Walikota agar lebih menghimbau masyarakatnya untuk Sholat Ied di rumah masing-masing bersama keluarga.
Meski demikian lanjut Nurdin Abdullah sekiranya masyarakat tetap akan melaksanakan di mesjid atau di lapangan, terutama bagi daerah yang sudah yakin bebas dari covid-19, agar tetap melakukan protokol kesehatan dengan ketat. Hal ini dimakamkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terutama terjadinya penularan wabah covid-19 yang baru.
"Walaupun demikian saya berharap agar kita bersama-sama secara masif menyampaikan himbauan tentang bahaya wabah covid-19 ini, terutama bagi daerah-daerah rawan penularan," imbuhnya. (HUMAS-IM)










.jpeg)