- UPP Kelas III Selayar Gelar Rakor Persiapan Posko Angkutan Laut Lebaran 2026
- Desa Garaupa Siap Panen 120 Ton Jagung Berpotensi Hasilkan Rp480 Juta, Bukti Dukungan Program GEMETAR
- Polres Selayar Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Insan Media, Perkuat Sinergi Sukseskan Ops Ketupat 2026
- Panen Jagung Pasilambena Capai 155 Ton, Perkuat Program GEMETAR Pemkab Selayar
- Pemenang Festival Ramadan 1447 H Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar Diumumkan pada Peringatan Nuzulul Qur'an
- Nuzulul Qur an di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Bupati Natsir Ali Tekankan Nilai Al-Qur an dalam Pembangunan Daerah
- Bupati Selayar Buka Penerimaan Zakat Mal 2026, Baznas Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 45 Mahasiswa
- Disekap di Kamboja dan Dipaksa Jadi Operator Judi Online, Andi Arung Akhirnya Pulang dan Disambut Bupati Selayar
- Nuzulul Qur an di Masjid Babul Khaer, Bupati Natsir Ali Serukan Al-Qur an Jadi Sahabat di Era Digital
- Buka Puasa Bersama di Rujab, Bupati Natsir Ali Tegaskan Rumah Jabatan Milik Seluruh Masyarakat
Vicon Bersama Gubernur Sulsel, Bupati Selayar Sampaikan Tentang Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 H

KEPULAUAN SELAYAR - Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali melaporkan tentang rencana pelaksanaan Shalat Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Selain itu Basli juga menyampaikan kondisi terkini wabah dan penanganan covid-19 yang sudah mulai melandai di Bumi Tanadaoang julukan dari Kabupaten Kepulauan Selayar.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Kepulauan Selayar Selayar H. Muh. Basli Ali kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada rapat koordinasi melalui video conference, Selasa (19/5/2020). Selain Bupati Kepulauan Selayar rakor vicon itu juga diikuti oleh para Bupati, Forkopimda, para Kepala Kantor Kemenag, para Ketua MUI dan tokoh agama lainnya se Sulawesi Selatan.
Terkait dengan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 H, Basli menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar telah melakukan rapat dengan para tokoh agama, dan forkopimda. Pada rapat itu disepakati bahwa di Kabupaten Kepulauan Selayar akan untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan terkait penanganan Covid-19.
Baca Lainnya :
- Pandemi Corona, Ketua PGRI Selayar Serahkan Bantuan Kepada Tim Gugus Tugas Covid- 190
- Cegah Covid-19, Basli Ali Pantau Aktifitas Bandara Aroeppala dan Pelabuhan Padang0
- Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Selayar Bagikan Masker di Pasar Sentral Bonea0
- Warga Desa Onto Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Harapan MBA 0
- Bupati Kepulauan Selayar Keluarkan Edaran Tentang Netralitas ASN pada Pilkada 20200
"Ini sudah kami buat dalam sebuah keputusan dan sudah disampaikan kepada seluruhnya masyarakat yang ada di desa-desa agar tetap memakai masker, jaga jarak, membawa peralatan shalat sendiri, dan menyiapkan tempat cuci tangan," terang Bupati Kepulauan Selayar.
Bahkan kata Basli Ali, tiga hari jelang Idul Fitri akan menutup pelabuhan Bira - Pamatata, sehingga tidak ada lagi orang yang bisa keluar masuk Selayar, agar dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat Selayar untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri 1441.
Sementara menyangkut wabah virus Corona, Basli Ali yang juga adalah Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Selayar mengatakan dari dua yang dinyatakan positif, yang bersangkutan satu diantaranya dikembalikan ke Kabupaten Gowa sesuai dengan alamat domisilinya. Sementara yang satunya lagi warga Kabupaten Kepulauan Selayar setelah tiga kali pemeriksaan Swab dilaporkan sudah negatif dan sementara mengikuti program duta wisata covid-19 di Makassar Sulawesi Selatan.
"Sedangkan yang melakukan kontak dengan pasien positif ada sekitar 73 orang, namun setelah dilakukan pemeriksaan Swab semuanya dinyatakan negatif covid-19, sehingga sejauh ini kasus positif Covid-19 sudah menunjukkan angka nol," terang Bupati.
Menyikapi penyampaian para Bupati dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, Gubernur Sulsel Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M. Agr., menyampaikan bahwa hasil rakor sebelumnya dengan Menkopolhukam RI, dengan seluruh Gubernur dan Forkopimda se Indonesia dikatakan memang tidak ada larangan untuk tidak melaksanakan shalat Ied, tetapi dihimbau dengan sangat agar para Bupati dan Walikota agar lebih menghimbau masyarakatnya untuk Sholat Ied di rumah masing-masing bersama keluarga.
Meski demikian lanjut Nurdin Abdullah sekiranya masyarakat tetap akan melaksanakan di mesjid atau di lapangan, terutama bagi daerah yang sudah yakin bebas dari covid-19, agar tetap melakukan protokol kesehatan dengan ketat. Hal ini dimakamkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terutama terjadinya penularan wabah covid-19 yang baru.
"Walaupun demikian saya berharap agar kita bersama-sama secara masif menyampaikan himbauan tentang bahaya wabah covid-19 ini, terutama bagi daerah-daerah rawan penularan," imbuhnya. (HUMAS-IM)










.jpeg)