- PKK Selayar Perkuat Edukasi Pangan Sehat Lewat Lomba B2SA
- Rakor TPKAD, Bupati Natsir Ali Dorong Akses Keuangan hingga Pulau-Pulau Kecil
- Bukan Sekadar Antrean, Bupati Natsir Ali Dorong Solusi Energi Jangka Panjang
- Bupati Natsir Ali Panggil Agen LPG, Cari Akar Persoalan Penolakan Tabung Berkarat
- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
- 11 Ribu Tabung LPG Baru Disiapkan, Bupati Natsir Ali Tegas: Agen Tak Boleh Menolak, Pertamina Akan Sanksi
- Kementerian ATR/BPN Dukung Penyusunan RDTR Bontomatene, Wabup Selayar Buka FGD
- Wabup Muhtar Terima Tim Teknis ATR/BPN, Bahas Penyusunan RDTR Batangmata
- BBM dan LPG Jadi Sorotan, Pemkab Selayar Libatkan TNI-Polri dan Kejaksaan Bentuk Satgas Pengawasan
Selayar Gandeng Polipangkep Kembangkan Ekonomi Kelapa, Wabup Dorong Inovasi Berkelanjutan

KEPULAUAN SELAYAR – Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. Muhtar, MM, mendorong penguatan pengelolaan komoditas kelapa melalui pendekatan riset, inovasi, dan hilirisasi sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wabup saat menghadiri kegiatan koordinasi dan penguatan Program BESTARI Saintek Living Laboratorium Ekonomi “The Green Gold Kelapa Selayar” bersama Tim Riset Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep), yang berlangsung di Desa Bontolempangan, Kecamatan Buki, Sabtu (25/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wabup Kepulauan Selayar didampingi Sekretaris Daerah Kepulauan Selayar serta Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar.
Baca Lainnya :
- PMI Kepulauan Selayar Latih Fasilitator PMR Hadapi Era Digital0
- Wabup Selayar Sampaikan Pesan Tito Karnavian pada Peringatan Otda ke-300
- Ini Pesan Wabup Kepulauan Selayar untuk PPPK Guru Tahap II0
- Kunker Anggota Komisi VI DPR RI ke Selayar, Ini Agendanya0
- Tablik Akbar Masyarakat Selayar Untuk Palestina Berlangsung Lancar, Dana Terkumpul Capai 150 Juta Rupiah0
Dalam sambutannya, Wabup Muhtar menyampaikan bahwa kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan Kepulauan Selayar yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru masyarakat.
Menurutnya, selama ini pemanfaatan kelapa masih banyak dilakukan secara tradisional dengan nilai tambah yang belum maksimal. Melalui Program BESTARI Saintek, pemerintah daerah berharap hadir inovasi dan teknologi yang mampu mengubah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Program ini tidak sekadar kegiatan penelitian, tetapi harus menjadi laboratorium hidup yang menghasilkan solusi nyata dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya petani kelapa di Kepulauan Selayar,” ujar Muhtar.
Ia menjelaskan, konsep ekonomi sirkular yang diusung dalam program ini mencakup pemberdayaan masyarakat, ekonomi kreatif, aspek lingkungan, serta kemitraan industri.
Pengembangan produk turunan kelapa seperti Virgin Coconut Oil (VCO), arang tempurung, briket, dan berbagai produk olahan lainnya menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa.
Wabup juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam mendukung kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
“Pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi, baik melalui dukungan data, fasilitasi lapangan, maupun sinkronisasi program, agar hasil riset ini dapat diterapkan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Program BESTARI Saintek ini sejalan dengan arah pembangunan daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal dan mendorong hilirisasi produk unggulan Kepulauan Selayar.

Dalam kegiatan tersebut, Dr Zulfitriany D. Mustaka selaku ketua Tim Riset BESTARI Saintek memberikan pendampingan dan pelatihan kepada kader PKK terkait pemanfaatan limbah kelapa menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Salah satunya dengan mengajarkan teknik pembuatan pewarna alami dari sabut kelapa yang kemudian diaplikasikan melalui kegiatan membatik.
Melalui inovasi tersebut, sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi bahan pewarna ramah lingkungan sekaligus menjadi bagian dari pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal Selayar.
Melalui Program BESTARI Saintek, Kepulauan Selayar menargetkan kelapa tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi mampu berkembang menjadi “Green Gold” atau emas hijau yang menggerakkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (HUMAS-IC)











.jpeg)