- Wabup Muhtar Tekankan Pelatihan Vokasi Tak Hanya Asah Keterampilan, tetapi Juga Bentuk Akhlak dan Keimanan
- Pemkab Selayar melalui Dinas PUTR Matangkan RDTR Benteng Jampea, Wabup Muhtar Buka Konsultasi Publik I
- Selayar Bersiap Rayakan Usia 421 Tahun, Pameran, Karnaval hingga Pesta Rakyat dan Dzikir Bersama Siap Digelar
- Wabup Muhtar Kobarkan Semangat Bumi Tanadoang, 131 Atlet Siap Berburu Prestasi di Porprov XVIII Sulsel
- Bakti Kesehatan PERMAS Berlanjut, Bupati Natsir Ali bersama Prof Kadir Pantau Langsung Sunatan Gratis 38 Anak
- Baru Seumur Jagung Pimpin PERMAS, Prof. Kadir Hadirkan Harapan Baru bagi Kesehatan Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Apresiasi Prof. Abdul Kadir, PERMAS Hadirkan Bakti Kesehatan bagi Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Tinjau Operasi Bibir Sumbing dan Lelangit secara Gratis, Persembahan DPP PERMAS untuk Masyarakat Selayar
- Kolaborasi PERMAS dan RSUD KH. Khayyung, Tenaga Medis Selayar Perdalam Penanganan Penyakit THT
- Pelantikan DPK PERMAS, Bupati Natsir Ali dan Prof. Kadir Tekankan Persatuan dan Pengabdian
Rakor DPMPTSP Sulsel, Bupati dan Kadis PMPTSPTK Selayar Ikut Teken Mou Percepatan dan Kemudahan Investasi

MAKASSAR - Pjs. Bupati Kepulauan Selayar Dr. H. Asriady Sulaiman, S.IP., M.Si., melakukan penandatanganan MOU dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah soal percepatan dan kemudahan investasi, di Claro Hotel Makassar Sulsel, Rabu (14/10/2020).
Di tempat yang sama, Plt. Kadis Penanaman Modal PTSPTK Kepulauan Muhammad Arsyad, juga melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan Kepala DPMPTSP Sulsel masih menyoal tentang percepatan dan kemudahan investasi.
Penandatanganan MOU dan perjanjian kerjasama itu juga dilakukan oleh para Bupati dan Kadis Penanaman Modal PTSPTK se Sulawesi Selatan pada rapat koordinasi soal perizinan yang dibuka oleh Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo didampingi oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Hadir pula Deputi BKPM RI, Kepala BI Wilayah Sulsel, Kapolda Sulsel, serta Sekprov Sulsel.
Baca Lainnya :
- Teken MOU, Wabup Kepulauan Selayar Sambut Baik Diklat Gratis Oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar0
- Bangun KEK, Bupati Kepulauan Selayar Teken MOU Dengan Owner PT. Dolly International Investment0
- Teken MOU, Tim Kemenkes Segera Bertugas di Puskesmas Pasimarannu dan Pasimasunggu0
- Bupati Kepulauan Selayar Teken MOU WKDS 0
- Pjs Bupati Asriady Sulaiman Buka Pelatihan Pemandu Wisata Sejarah Selayar0
Laporan panitia oleh Kepala DPMPTSP Sulsel Jayadi Nas mengatakan bahwa rakor tersebut diselenggarakan untuk mensinergikan visi investasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, antara lain menyamakan persepsi dan inventarisasi permasalahan/kendala yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten/Kota sebagai upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.
Jayadi Nas menyebut dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi Sulsel, diantaranya dengan penguatan investasi, dalam hal ini berupaya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi investor; menerapkan pelayanan perizinan terpadu (PTSP) dengan dukungan sarana dan prasarana berkualitas, serta menyediakan informasi peluang investasi dan memetakan wilayah investasi potensial.
"Berkat dorongan dan petunjuk dari Gubernur Sulsel yang senantiasa berinovasi, sehingga semua pelayanan pada DPMPTSP Sulsel saat ini telah menerapkan pelayanan secara digital," ungkapnya.
Untuk itu kata Jayadi Nas, untuk mewujudkan percepatan dan kemudahan investasi, maka Gubernur Sulsel dengan para Bupati melakukan MOU yang selama ini perizinan dibuka di tingkat provinsi akan diberikan kepada seluruh kabupaten/kota sehingga pelayanan terbuka pada kabupaten/kota tanpa harus ke provinsi.
"Bahkan berdasarkan petunjuk dan arahan Gubernur Sulsel, ke depan bukan hanya di kabupaten/kota, tetapi urusan tersebut soal kemudahan investasi bagaimana bisa sampai pada tingkat desa dan kelurahan," jelas Jayadi Nas.
Senada dengan Gubernur Sulsel, Prof. HM. Nurdin Abdullah, mengaku, saat ini Dinas PTSP Sulsel sudah mengikuti perkembangan zaman dengan semua pelayanan perizinan serba dipermudah dengan sistem digital.
“Selama ini, PTSP penuh setiap hari. Yang banyak itu dari mahasiswa, dosen, urus izin penelitian itu bisa sepuluh hari. Sekarang ini tinggal 40 menit bisa diprint di rumah. Kita harus mengikuti kecepatan Bapak Menpan-RB, cara kerjanya harus kita ikuti, karena takutnya turun kebijakan baru, kita belum jalan. Terima kasih Pak Menteri, telah memberikan kepada kami di daerah tuntunan,” tutupnya. (Humas/Im)











.jpeg)