- Lomba Poster dan Penyuluhan HIV/AIDS Meriahkan Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Selayar
- Bupati Selayar Instruksikan Pemantauan Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera
- Pemprov Sulsel-NTB Perkuat Sinergi Daerah, Bupati Natsir Ali Hadir dalam Penjajakan Kerja Sama
- Wabup Selayar Terima 102 Mahasiswa KKN IAI Al-Amanah Jeneponto, Diharapkan Ikut Sukseskan Program GEMERLAP
- Sekda Buka Sosialisasi Hakordia, Kajari Selayar Dorong Penguatan Integritas Daerah
- Sekda Selayar Launching Tiga Inovasi Aksi Perubahan untuk Perkuat Pelayanan Publik dan Akses Ekonomi
- Pemkab Selayar Umumkan Layanan Eazy Passport oleh Imigrasi Makassar, Pelayanan Dimulai 4 Desember 2025
- Pemkab Selayar Raih Juara 2 Lomba Pajak dan Retribusi Akseleratif dari Bank Indonesia
- Kadis Kominfo Tekankan Pentingnya Pemerataan Akses Internet untuk Percepatan Transformasi Digital Selayar
- Pemkab Kepulauan Selayar dan BAKTI Komdigi RI Perkuat Pemerataan Akses Internet di Daerah Kepulauan
Penuhi Undangan Nelayan, Wabup Selayar Pastikan Tangkapan Ikan Diluar Lokasi Terdampak Aman Dikonsumsi

KEPULAUAN SELAYAR - Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif, S.H memenuhi undangan para nelayan dan pedagang ikan di pasar TPI Bonehalang untuk bakar ikan dan makan bersama, Sabtu (21/1/2023).
Dihadapan para nelayan, Wabup Saiful Arif sekaligus menegaskan bahwa tangkapan ikan diluar lokasi yang terkena dampak yang dijual di TPI aman untuk dikonsumsi.
Beberapa hari sebelumnya, fenomena air laut di pantai Desa Parak Kecamatan Bontomanai hingga ke pantai Bonea Kelurahan Benteng Utara Kecamatan Benteng tiba-tiba berubah warna menjadi hijau dan mengeluarkan bau menyengat. Menyusul kemudian ikan-ikan ditemukan mabuk dan mati di area tersebut.
Baca Lainnya :
- Ini Amanat Ketua Kwarcab Pada Apel Besar Gerakan Pramuka ke-59 Kepulauan Selayar0
- MD KAHMI Selayar Gelar Halal Bi Halal Secara Virtual0
- Tahun 2023 Selayar Jadi Tuan Rumah Pelaksanaan STQH Sulsel0
- Sekda Kepulauan Selayar, Pantau Gladi Bersih Upacara Peringatan HUT RI ke-730
- Nunung Hasan Kagumi Keindahan Bawah Laut Pulau Karumpa Kecil0
Menyikapi hal ini, Wabup Kepulauan Selayar mengeluarkan imbauan untuk tidak terburu-buru mengkonsumsi ikan yang ditangkap dari area yang terdampak sebelum keluar uji Laboratorium dari Makassar untuk memastikan aman atau tidak untuk dikonsumsi oleh manusia.
Pasca keluarnya imbauan tersebut, berbagai persepsi muncul disosial media yang seolah-olah menafsirkan bahwa imbauan tersebut adalah larangan makan ikan dari hasil tangkapan secara keseluruhan meskipun itu tangkapan dari luar area lokasi terdampak. Hal ini berimbas dengan sepinya pembeli ikan di pasar TPI Bonehalang juga di Pasar Sentral Bonea.
"Saya hadir disini untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa ikan yang ditangkap dilokasi yang terdampak saja yang perlu kita waspadai dan hati-hati untuk jangan terburu buru mengkonsumsi," jelas Saiful Arif.
"Pada hari kedua kejadian yaitu pada hari Rabu kemarin kami sudah turun di lapangan dan mendeteksi apa yang terjadi di lokasi. Tetapi kita tidak bisa berasumsi bahwa ikannya mati karena hanya kekurangan oksigen atau karena racun. Kita tidak boleh berasumsi, harus uji laboratorium. Oleh karena itu saya hadir disini untuk memberikan informasi dan pesan bahwa ikan yang ditangkap diluar lokasi yang terdampak, itu tidak ada masalah," tegasnya.
Wabup berharap agar masyarakat bijak bersosial media. "Mudah-mudahan masyarakat membaca baik media sosial maupun media cetak, dapat memilah dan memilih hasil tangkapan ikan dari mana. Kalau sudah dipastikan di luar lokasi yang terdampak, Insya Allah aman, tidak bermasalah bagi kesehatan dan jiwa manusia," pungkasnya.
Meski demikian Wabup mengatakan tetap menunggu informasi resmi terkait hasil uji laboratorium di Makassar. (Diskominfo SP/Im)










.jpeg)