- Guru Olahraga Asal Selayar Andi Azis Pimpin Tim Bridge Raih Medali Perak Porprov XVIII Sulsel 2026
- Tiba di Bone, Kontingen Selayar Disambut Hangat Pemkab dan KONI Bone
- Perjuangan Bumi Tanadoang Dimulai, 263 Kontingen Selayar Bertolak ke Porprov Sulsel
- Judo Kembali Sumbang Medali, Dandy Agus Kurniawan Antar Selayar Raih Perak Porprov 2026
- Pejudo Selayar Ryan Rizaldi Buka Keran Medali Porprov XVIII Sulsel 2026, Raih Perunggu di Kelas Junior -55 Kg
- Wabup Muhtar Tekankan Pelatihan Vokasi Tak Hanya Asah Keterampilan, tetapi Juga Bentuk Akhlak dan Keimanan
- Pemkab Selayar melalui Dinas PUTR Matangkan RDTR Benteng Jampea, Wabup Muhtar Buka Konsultasi Publik I
- Selayar Bersiap Rayakan Usia 421 Tahun, Pameran, Karnaval hingga Pesta Rakyat dan Dzikir Bersama Siap Digelar
- Wabup Muhtar Kobarkan Semangat Bumi Tanadoang, 131 Atlet Siap Berburu Prestasi di Porprov XVIII Sulsel
- Bakti Kesehatan PERMAS Berlanjut, Bupati Natsir Ali bersama Prof Kadir Pantau Langsung Sunatan Gratis 38 Anak
Penuhi Undangan Nelayan, Wabup Selayar Pastikan Tangkapan Ikan Diluar Lokasi Terdampak Aman Dikonsumsi

KEPULAUAN SELAYAR - Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif, S.H memenuhi undangan para nelayan dan pedagang ikan di pasar TPI Bonehalang untuk bakar ikan dan makan bersama, Sabtu (21/1/2023).
Dihadapan para nelayan, Wabup Saiful Arif sekaligus menegaskan bahwa tangkapan ikan diluar lokasi yang terkena dampak yang dijual di TPI aman untuk dikonsumsi.
Beberapa hari sebelumnya, fenomena air laut di pantai Desa Parak Kecamatan Bontomanai hingga ke pantai Bonea Kelurahan Benteng Utara Kecamatan Benteng tiba-tiba berubah warna menjadi hijau dan mengeluarkan bau menyengat. Menyusul kemudian ikan-ikan ditemukan mabuk dan mati di area tersebut.
Baca Lainnya :
- Bupati Kepulauan Selayar Resmikan Pemanfaatan RSUD Jampea Kelas D Pratama0
- TP. PKK dan IKAPTK Kepulauan Selayar Bagi Masker di Desa Menara Indah0
- Wabup Saiful Arif hadiri Pelantikan DPD KNPI Kepulauan Selayar0
- Jemaah Calon Haji Selayar Berangkat 8 Juli 0
- Rapat Perdana Diskominfo-SP, Andi Imran : Meski Dinas Baru Kita Harus Bergerak Cepat Bersaing dengan Inovasi0
Menyikapi hal ini, Wabup Kepulauan Selayar mengeluarkan imbauan untuk tidak terburu-buru mengkonsumsi ikan yang ditangkap dari area yang terdampak sebelum keluar uji Laboratorium dari Makassar untuk memastikan aman atau tidak untuk dikonsumsi oleh manusia.
Pasca keluarnya imbauan tersebut, berbagai persepsi muncul disosial media yang seolah-olah menafsirkan bahwa imbauan tersebut adalah larangan makan ikan dari hasil tangkapan secara keseluruhan meskipun itu tangkapan dari luar area lokasi terdampak. Hal ini berimbas dengan sepinya pembeli ikan di pasar TPI Bonehalang juga di Pasar Sentral Bonea.
"Saya hadir disini untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa ikan yang ditangkap dilokasi yang terdampak saja yang perlu kita waspadai dan hati-hati untuk jangan terburu buru mengkonsumsi," jelas Saiful Arif.
"Pada hari kedua kejadian yaitu pada hari Rabu kemarin kami sudah turun di lapangan dan mendeteksi apa yang terjadi di lokasi. Tetapi kita tidak bisa berasumsi bahwa ikannya mati karena hanya kekurangan oksigen atau karena racun. Kita tidak boleh berasumsi, harus uji laboratorium. Oleh karena itu saya hadir disini untuk memberikan informasi dan pesan bahwa ikan yang ditangkap diluar lokasi yang terdampak, itu tidak ada masalah," tegasnya.
Wabup berharap agar masyarakat bijak bersosial media. "Mudah-mudahan masyarakat membaca baik media sosial maupun media cetak, dapat memilah dan memilih hasil tangkapan ikan dari mana. Kalau sudah dipastikan di luar lokasi yang terdampak, Insya Allah aman, tidak bermasalah bagi kesehatan dan jiwa manusia," pungkasnya.
Meski demikian Wabup mengatakan tetap menunggu informasi resmi terkait hasil uji laboratorium di Makassar. (Diskominfo SP/Im)











.jpeg)