- Pemkab Selayar Ikuti Rakor Integrasi NIB dan NOP untuk Sinkronisasi Data Pertanahan
- Bupati Natsir Ali Perjuangkan Gudang Bulog di Jampea, Setelah Hadirkan Sumur Bor dan Traktor bagi Petani
- Kanwil Kemenkum Sulsel Kunjungi Selayar, Bahas Perlindungan Kekayaan Intelektual dan Bantuan Hukum
- Bersama Unhas, Pemda Selayar Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang II
- Beasiswa untuk Selayar, Bupati Natsir Ali Perjuangkan Hak Pendidikan Generasi Muda
- Hardiknas 2026, Wabup Selayar Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan sebagai Fondasi Kemajuan Daerah
- Dorong Kedaulatan Maritim, Anggota DPR RI Kunjungi Lokasi Rencana Pembangunan Lanal di Selayar
- Dinkes Selayar Gelar Rakor Pengawasan IRTP, Perkuat Keamanan Pangan Pasca Edar
- Wabup Selayar Hadiri Paripurna DPRD, Rekomendasi LKPJ 2025 Jadi Bahan Evaluasi Kinerja
- Selayar Capai UHC 100 Persen, Wabup Ajak Dunia Usaha Aktifkan Peserta JKN Nonaktif
Momentum HGN 2025, Wabup Muhtar Ajak Guru Selayar Terus Berinovasi

KEPULAUAN SELAYAR— PGRI Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun ke-80 PGRI di Lapangan Pemuda Benteng, Selasa (25/11/2025).

Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Muhtar, M.M, yang bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan seragam Ketua Umum Pengurus Besar PGRI.
Baca Lainnya :
- Sambut Hari Donor Darah Sedunia, PMI Selayar Galakkan Edukasi dan Aksi Donor0
- Bupati Selayar Tutup Resmi Dandim Cup 2025, Tabang Putra Juarai Turnamen0
- Jenazah Arifin Rujab Dimakamkan di TPU Lango-Lango 1
- Sederhana, Kajari Selayar Lepas Peserta Gerak Jalan Santai Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 dan HUT IAD ke-22 0
- Safari Ramadan, Sekda Marjani Sultan Bagikan Jemaah Kupon Berhadiah0
Kegiatan ini dihadiri sekretaris Daerah, Pimpinan OPD, ribuan guru, tenaga kependidikan, pengurus PGRI, serta undangan dari berbagai instansi pemerintah dan lembaga pendidikan.
Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI merupakan momentum penting untuk mengenang sejarah panjang organisasi guru tertua di Indonesia. PGRI berdiri pada 25 November 1945, seratus hari setelah Indonesia merdeka, dengan semangat persatuan dan tekad menjaga kedaulatan bangsa melalui pendidikan.
“Para pendiri PGRI telah berikrar bahwa guru Indonesia harus bersatu dalam satu organisasi, mendidik, dan menjaga kedaulatan Republik Indonesia. Semangat ini terus kita kobarkan hingga hari ini,” demikian isi sambutan yang dibacakan Wakil Bupati.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas penetapan 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994—sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para guru Indonesia.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan transformasi digital, PGRI mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Guru Indonesia harus memiliki pola pikir bertumbuh, siap berinovasi, berkolaborasi, dan belajar sepanjang hayat,” demikian pesan yang dibacakan Wabup Muhtar.
PGRI juga menyinggung berbagai tantangan yang masih dihadapi tenaga pendidik, terutama terkait kesejahteraan, sertifikasi, serta perlindungan hukum. Maraknya kasus kriminalisasi guru menjadi perhatian serius PGRI, yang mendorong pemerintah dan DPR agar memasukkan norma perlindungan guru dalam Rancangan Undang-undang Sisdiknas yang sedang dibahas.
Selain itu, Ketua Umum PB PGRI memberikan apresiasi terhadap arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menempatkan peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu prioritas nasional.
PGRI menekankan pentingnya pelayanan organisasi yang inklusif, adaptif terhadap perubahan, serta kemitraan strategis dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah.
Di akhir sambutan, Wabup Muhtar menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan di negeri ini.
“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian tanpa kenal lelah dari semua guru di seluruh nusantara. Semoga pengabdian para guru menjadi suluh penerang bangsa dan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.”
Upacara ditutup dengan yel-yel penuh semangat:
“Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas, Yes! Siapa Kita? Indonesia!” (HUMAS-IC)
_










.jpeg)