- Bupati Natsir Ali Hadiri Peringatan HUT Damkar dan Satpol PP di Masamba, Tegaskan Apresiasi atas Loyalitas Personel
- Wabup Selayar Sampaikan Pesan Tito Karnavian pada Peringatan Otda ke-30
- Bupati Natsir Ali Tegaskan Penyaluran Bantuan Harus Adil Tanpa Diskriminasi
- Hadiri Rakor Provinsi, Wabup Selayar Dukung Strategi 3R dan Edukasi Pengelolaan Sampah
- Pemda Selayar Buka Jalur Kerja Sama Penerimaan Mahasiswa Baru di Kampus Unhas
- Kolaborasi TNI-Polri dan Pemda, TMMD ke-128 Selayar Resmi Dibuka
- Baznas Perkuat Kepedulian Sosial di Wilayah Kepulauan, Salurkan Bantuan di Pasilambena dan Taka Bonerate
- PLTS 24 Jam Ubah Wajah Ekonomi Kayuadi, Warga Kini Lebih Produktif
- Kunker Kepulauan Berakhir, Bupati Natsir Ali Jelaskan Dampak Efisiensi Anggaran dari Pulau ke Pulau
- Kayuadi Jadi Penutup Kunker, Bupati Natsir Ali Dorong Pemerataan Program untuk Semua
Kadis Pertanian Merespon Positif Usulan Warga untuk Mengendalikan Hama Tupai dan Babi Hutan

KEPULAUAN SELAYAR - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Selayar Al Amin merespons positif usulan warga yang diposting melalui salah grup di medsos Facebook. Pemilik akun Bahar Nur mengusulkan untuk mengadakan program pengendalian hama tupai dan babi hutan dalam rangka mensukseskan program kelapa terpadu. Dalam postingan ini juga disebutkan bahwa program yang dimaksud dulu pernah ada diterapkan di Kabupaten Selayar.
Menyikapi usulan tersebut, dalam kolom komentar, Kepala Dinas Pertanian, Al Amin menyampaikan beberapa pokok-pokok pikiran. Menurutnya, yang perlu dilakukan adalah menghidupkan kembali semangat gotong royong masa lalu.
"Kita mengusulkan sebuah program pengendalian populasi tupai dan babi yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat," tulis Al Amin.
Baca Lainnya :
- Bangun Sinergitas Penyusunan Renja, Dinas Pertanian KP Gelar Forum OPD0
- Pegawai Distan KP Kepulauan Selayar Terima Vaksin Covid-19 Dosis I0
Disebutkan bahwa mengurangi populasi hama, bukan sekadar berburu, bukan sekadar menjerat, tetapi membangun sistem pengendalian berbasis kearifan lokal yang berpadu dengan pendekatan ilmiah modern.
Dengan penggunaan perangkap ramah lingkungan, pembangunan pagar penghalang di lahan strategis, pelibatan komunitas pemburu lokal, serta pelatihan petani dalam teknik pengelolaan hama yang berwawasan ekologi, kita berikhtiar untuk mengurangi serangan hama tanpa merusak tatanan alam yang kita cintai.
Lanjut Al Amin, lebih dari itu, ini adalah panggilan untuk membangun kembali solidaritas di antara warga desa. Dijelaskan bahwa satu tangan memerangkap seekor tupai, sejatinya ia sedang menjaga seribu buah kelapa. Ketika satu komunitas bergotong-royong menghalau babi hutan dari kebun mereka, sejatinya mereka sedang membangun benteng ketahanan pangan untuk anak cucu mereka.
"Melalui upaya ini, kita tidak hanya menjaga kelapa sebagai komoditas, melainkan merawat kelapa sebagai simbol harga diri masyarakat Selayar. Karena kita percaya, kemakmuran tidak datang dari langit begitu saja, melainkan tumbuh dari bumi yang kita jaga bersama, dengan kerja keras, doa, dan cinta kepada tanah air kita sendiri," pungkasnya.
Ia mengajak untuk menyatukan langkah, menghidupkan kembali semangat masa lalu yang pernah membuahkan kejayaan. Dengan tekad yang kuat, pengelolaan yang cerdas, dan doa yang tulus, Selayar akan kembali bersinar sebagai lumbung dan pusat pengembangan kelapa. (Humas IKP/Im)










.jpeg)