- Wabup Muhtar Tekankan Pelatihan Vokasi Tak Hanya Asah Keterampilan, tetapi Juga Bentuk Akhlak dan Keimanan
- Pemkab Selayar melalui Dinas PUTR Matangkan RDTR Benteng Jampea, Wabup Muhtar Buka Konsultasi Publik I
- Selayar Bersiap Rayakan Usia 421 Tahun, Pameran, Karnaval hingga Pesta Rakyat dan Dzikir Bersama Siap Digelar
- Wabup Muhtar Kobarkan Semangat Bumi Tanadoang, 131 Atlet Siap Berburu Prestasi di Porprov XVIII Sulsel
- Bakti Kesehatan PERMAS Berlanjut, Bupati Natsir Ali bersama Prof Kadir Pantau Langsung Sunatan Gratis 38 Anak
- Baru Seumur Jagung Pimpin PERMAS, Prof. Kadir Hadirkan Harapan Baru bagi Kesehatan Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Apresiasi Prof. Abdul Kadir, PERMAS Hadirkan Bakti Kesehatan bagi Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Tinjau Operasi Bibir Sumbing dan Lelangit secara Gratis, Persembahan DPP PERMAS untuk Masyarakat Selayar
- Kolaborasi PERMAS dan RSUD KH. Khayyung, Tenaga Medis Selayar Perdalam Penanganan Penyakit THT
- Pelantikan DPK PERMAS, Bupati Natsir Ali dan Prof. Kadir Tekankan Persatuan dan Pengabdian
Kadis Pertanian Merespon Positif Usulan Warga untuk Mengendalikan Hama Tupai dan Babi Hutan

KEPULAUAN SELAYAR - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Selayar Al Amin merespons positif usulan warga yang diposting melalui salah grup di medsos Facebook. Pemilik akun Bahar Nur mengusulkan untuk mengadakan program pengendalian hama tupai dan babi hutan dalam rangka mensukseskan program kelapa terpadu. Dalam postingan ini juga disebutkan bahwa program yang dimaksud dulu pernah ada diterapkan di Kabupaten Selayar.
Menyikapi usulan tersebut, dalam kolom komentar, Kepala Dinas Pertanian, Al Amin menyampaikan beberapa pokok-pokok pikiran. Menurutnya, yang perlu dilakukan adalah menghidupkan kembali semangat gotong royong masa lalu.
"Kita mengusulkan sebuah program pengendalian populasi tupai dan babi yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat," tulis Al Amin.
Baca Lainnya :
- Pegawai Distan KP Kepulauan Selayar Terima Vaksin Covid-19 Dosis I0
- Bangun Sinergitas Penyusunan Renja, Dinas Pertanian KP Gelar Forum OPD0
Disebutkan bahwa mengurangi populasi hama, bukan sekadar berburu, bukan sekadar menjerat, tetapi membangun sistem pengendalian berbasis kearifan lokal yang berpadu dengan pendekatan ilmiah modern.
Dengan penggunaan perangkap ramah lingkungan, pembangunan pagar penghalang di lahan strategis, pelibatan komunitas pemburu lokal, serta pelatihan petani dalam teknik pengelolaan hama yang berwawasan ekologi, kita berikhtiar untuk mengurangi serangan hama tanpa merusak tatanan alam yang kita cintai.
Lanjut Al Amin, lebih dari itu, ini adalah panggilan untuk membangun kembali solidaritas di antara warga desa. Dijelaskan bahwa satu tangan memerangkap seekor tupai, sejatinya ia sedang menjaga seribu buah kelapa. Ketika satu komunitas bergotong-royong menghalau babi hutan dari kebun mereka, sejatinya mereka sedang membangun benteng ketahanan pangan untuk anak cucu mereka.
"Melalui upaya ini, kita tidak hanya menjaga kelapa sebagai komoditas, melainkan merawat kelapa sebagai simbol harga diri masyarakat Selayar. Karena kita percaya, kemakmuran tidak datang dari langit begitu saja, melainkan tumbuh dari bumi yang kita jaga bersama, dengan kerja keras, doa, dan cinta kepada tanah air kita sendiri," pungkasnya.
Ia mengajak untuk menyatukan langkah, menghidupkan kembali semangat masa lalu yang pernah membuahkan kejayaan. Dengan tekad yang kuat, pengelolaan yang cerdas, dan doa yang tulus, Selayar akan kembali bersinar sebagai lumbung dan pusat pengembangan kelapa. (Humas IKP/Im)











.jpeg)