- Bupati Natsir Ali Ajak Masyarakat Selayar Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
- Bupati Natsir Ali Perkuat Posisi Selayar di Tingkat Nasional Lewat Kerja Sama Strategis dengan Ditjen KSDAE
- Pemkab Selayar dan Baznas Gelar Peringatan 1 Muharram 1448 H, Gaungkan Spirit Hijriyah untuk Pembangunan Daerah
- Prof. Abdul Kadir Gantikan Dr. Syamsul Rizal Pimpin PERMAS, Bupati Natsir Ali Ucapkan Selamat dan Terima Kasih
- Evaluasi Pasca CSP XIX, Pemkab Selayar Gelar Rakor, Wujudkan Desa Bersih, Aman, dan Ramah Wisatawan
- Wabup Selayar Buka Munas XI PERMAS 2026, Ajak Perantau Bersinergi Bangun Daerah
- Hadiri Diseminasi Kemenkeu, Bupati Natsir Ali Dalami Skema KPBU Guna Percepat Pembangunan Daerah
- Pembukaan Kapolres Cup II 2026, Sekda Sampaikan Komitmen Bupati Majukan Sepak Bola Selayar
- Selayar Tumbuh 9,83 Persen, Natsir Ali–Muhtar Antar Ekonomi Daerah ke Peringkat Dua Sulsel
- Wabup Muhtar Hadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Sulsel, Tegaskan Dukungan Pemda Selayar
Kades Nyiur Indah Fasilitasi Pemulangan Warganya Korban Kapal Tenggelam di Perairan Majene
.jpg)
KEPULAUAN SELAYAR - Kepala Desa Nyiur Indah Kecamatan Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar Awaluddin S. Pd., menfasilitasi pemulangan warganya yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Majene Sulawesi Barat beberapa waktu lalu.
Kades Nyiur Indah mengemukakan dari lima orang korban, tiga orang diantaranya adalah merupakan warga Desa Nyiur Indah yakni Ramli, Januari dan Bahar. Sementara dua orang lainnya yaitu Syamsu Alam merupakan warga Kecamatan Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Muh. Rudi warga Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan.
Kapal Jusmi Indah yang dinakhodai oleh Ramli bersama empat orang ABKnya dilaporkan tenggelam diperairan Majene Sulawesi Selatan pada 14 Mei lalu karena cuaca buruk dan tersambar petir. Kelima korban diselamatkan oleh nelayan Sendana Kecamatan Sendana Kabupaten Majene Sulawesi Barat.
Baca Lainnya :
- Sebanyak 113 CJH Kabupaten Kepulauan Selayar Akan Diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah0
- Terima Kunjungan Staf Telkomsel, Basli Minta Jaringan Terjangkau Hingga ke Desa Terluar0
- Wabup Serahkan Piagam Penghargaan Kepada 10 Maba Politeknik Negeri Bali PDD Kepulauan Selayar0
- Serahkan Bantuan, MBA Ajak Semua Stakeholder Bahu-membahu Bantu Korban Kebakaran0
- Pemda Selayar Tanggapi Laporan Warga dari Facebook0
"Saya sudah menghubungi pemerintah Kelurahan Mosso Kecamatan Sendana Kabupaten Majene Sulawesi Barat agar menfasilitasi warga saya yang mengalami musibah di sana. Saya juga meminta kepada pemerintah kelurahan setempat untuk membuat surat keterangan atas peristiwa tenggelamnya Kapal Jusmi Indah untuk menjadi dasar pemberian bantuan pemulangan kepada korban," ucap Awaluddin melalui sambungan selulernya, Sabtu (16/5/2020) sore.
Awaluddin mengatakan bahwa ia telah memberikan bantuan kepada korban sebanyak dua juta rupiah untuk biaya pulang ke Selayar, khususnya kepada tiga orang yang merupakan warga Desa Nyiur Indah. Bantuan ini ia serahkan kepada keluarga korban, disaksikan oleh Ketua BPD Syahrini B dan Kepala Dusun Timor Abdul Salam.
"Alhamdullilah uang itu sudah ditransfer oleh pihak keluarga korban," terangnya.
Atas peristiwa tersebut, Kades Nyiur Indah berharap semua yang menjadi korban bisa kembali dengan selamat dan sehat. Ia berpesan kepada seluruh masyarakat yang sedang ada di tanah rantau supaya sebelum melaut agar melihat dahulu situasi, terlebih cuaca akhir-akhir ini kurang bersahabat.
Berikut kronologi peristiwa tenggelamnya kapal Jusmi Indah yang terjadi pada Kamis 14 Mei 2020. Pukul 11.00 wita di Labuang, Kelurahan Mosso Kecamatan Sendana, Nelayan dari Selayar Sulawesi Selatan diselamatkan oleh nelayan Sendana.
Bahwa nelayan Selayar berlayar di perairan Majene ingin merapat ke daratan karena ada salah seorang kru kapal Syamsu Alam terluka terkena ikan. Namun cuaca buruk kapal mereka tersambar petir bersama juragan kapal, Ramli.
Atas peristiwa itu kapal dilaporkan sudah hampir tenggelam di perairan Pamboang sekitar pukul 02.00 dini hari. Untuk bertahan, kru kapal berpegangan pada kapal yang hampir tenggelam. Hingga pukul 08.00 wita, korban ditemukan nelayan pemancing dari Sendana sebanyak tiga kapal dan dibawa ke Labuang Kecamatan Sendana. Namun kapal tidak dapat diselamatkan lagi dan akhirnya tenggelam.
Selanjutnya lima korban dibawa ke Puskesmas Sendana untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Sementara Juragan Kapak atas nama Ramli yang tersambar petir dirujuk ke RSU Majene. (HUMAS/K)










.jpeg)