- Wabup Muhtar Tekankan Pelatihan Vokasi Tak Hanya Asah Keterampilan, tetapi Juga Bentuk Akhlak dan Keimanan
- Pemkab Selayar melalui Dinas PUTR Matangkan RDTR Benteng Jampea, Wabup Muhtar Buka Konsultasi Publik I
- Selayar Bersiap Rayakan Usia 421 Tahun, Pameran, Karnaval hingga Pesta Rakyat dan Dzikir Bersama Siap Digelar
- Wabup Muhtar Kobarkan Semangat Bumi Tanadoang, 131 Atlet Siap Berburu Prestasi di Porprov XVIII Sulsel
- Bakti Kesehatan PERMAS Berlanjut, Bupati Natsir Ali bersama Prof Kadir Pantau Langsung Sunatan Gratis 38 Anak
- Baru Seumur Jagung Pimpin PERMAS, Prof. Kadir Hadirkan Harapan Baru bagi Kesehatan Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Apresiasi Prof. Abdul Kadir, PERMAS Hadirkan Bakti Kesehatan bagi Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Tinjau Operasi Bibir Sumbing dan Lelangit secara Gratis, Persembahan DPP PERMAS untuk Masyarakat Selayar
- Kolaborasi PERMAS dan RSUD KH. Khayyung, Tenaga Medis Selayar Perdalam Penanganan Penyakit THT
- Pelantikan DPK PERMAS, Bupati Natsir Ali dan Prof. Kadir Tekankan Persatuan dan Pengabdian
Jembatan Penghubung Tanabau - Baera Ambruk, Bupati Perintahkan Dinas Terkait Untuk Penanganan Darurat

KEPULAUAN SELAYAR — Jembatan penghubung di poros Tanabau–Baera, Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, dilaporkan ambruk pada Selasa (9/12/2025). Peristiwa ini menyebabkan aktivitas warga terhambat, termasuk para tenaga pendidik yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Jembatan tersebut diketahui merupakan satu-satunya akses yang digunakan masyarakat untuk menuju Baera dan Benteng.
Hingga berita ini diturunkan, tim Dinas PUPTR bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Kepala Dinas PUPTR, Musytari, memastikan bahwa personel lapangan segera bergerak setelah menerima laporan awal.
“Crew Dinas PUPTR sudah menuju lokasi, Pak Sekda. Insya Allah kolaborasi PUPTR dan BPBD bisa melakukan penanganan darurat,” ujar Musytari.
Baca Lainnya :
Dampak dari ambruknya jembatan ini juga dirasakan oleh para guru yang mengajar di Baera. Sekretaris BPBD Kepulauan Selayar, Patta Bau, melaporkan bahwa para tenaga pendidik tersebut tidak dapat kembali ke Benteng akibat akses yang terputus.
Menanggapi kondisi ini, Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali, langsung memerintahkan dinas terkait untuk segera menghitung kebutuhan anggaran penanganan darurat melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT).
Instruksi ini segera ditindaklanjuti oleh Kadis PUPTR, Musytari. Ia menyampaikan bahwa setelah peninjauan lokasi, pihaknya akan segera menyusun perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pelaksanaan perbaikan.
“Kami akan koordinasikan dengan BPBD dan Kaban Keuangan,” tegas Musytari.
Pemerintah daerah terus berupaya untuk penanganan dilakukan secepat mungkin untuk memulihkan kembali akses masyarakat dan menjamin kelancaran aktivitas warga di wilayah terdampak. (Humas IKP/Im)











.jpeg)