- Pemkab Selayar Bersiap Sambut Rombongan Pangdam, Dankodaeral, Anggota DPR dan Pejabat dari Kemenhan RI
- Kuota Haji Selayar Turun Drastis, Kakan Kementerian Haji dan Umrah Sebut Akibat Sistem Waiting List Nasional
- Wabup Muhtar Lepas Jemaah Calon Haji 1447 H/2026 M Menuju Tanah Suci
- Bupati Selayar Sambut Tim Wasev TMMD Ke 128, Perkuat Kolaborasi Pembangunan Daerah
- Pemkab Kepulauan Selayar Matangkan Persiapan Celebes Scooter Party XIX 2026, Ribuan Scooterist Diperkirakan Hadir
- Bupati Natsir Ali Tekankan Pentingnya Pendidikan Al-Qur an pada Wisuda Santri BKPRMI Selayar
- Bupati Natsir Ali Hadiri Pelantikan Pengurus BPC PHRI Kepulauan Selayar, Dorong Sinergi Bangun Pariwisata Hebat
- Dukung Program GEMETAR, Bank Sulselbar Siap Biayai Petani Jagung Selayar Melalui Program KUR
- Pemkab Selayar Gandeng Bank Sulselbar Fasilitasi KUR Petani Jagung, Potensi Panen Capai Rp54 Juta per Hektare
- ATR/BPN Dorong Integrasi NIB-NOP, Selayar Tetapkan Dua Kelurahan Percontohan
Hasil Uji Lab Balai Besar KIPM Makassar : Penyebab Kematian Ikan di Selayar Bukan Karena Penyakit VNN

MAKASSAR - Balai Besar Karantina lkan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Makassr sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan yang melaksanakan sistem pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan pengujian sampel kematian ikan di Kabupaten Kepulauan Selayar. Sebagaimana diketahui sebelumnya, fenomena laut yang narnpak terang dengan warna biru kehijauan di malam hari terjadi di pesisir pantai barat Selayar dan sempat viral di rnedia sosial.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar bertindak cepat dengan melakukan pengambilan sampel ikan yang mati dan mengirimkan sampel tersebut ke Balai Besar KIPM Makassar. Balai Besar KIPM Makassar yang memiliki laboratorium uji yang telah terakeditasi SNI/ISO IEC77A25:2077 oleh Komite Akreditasi Nasional melakukan pengujian sampel sesuai dengan ruang lingkup akreditasi yang dimiliki. Untuk sampel ikan dari Kabupaten Kepulauan Selayar tersebut, Laboratorium Uji Balai Besar KIPM Makassar melakukan pengujian untuk mengetahui penyebab kematian ikan dan keamanan ikan untuk dikonsumsi masyarakat.
Dalam siaran persnya, Laboratorium Uji Balai Besar KIPM Makassar disebutkan bahwa hasil sementara pengujian laboratorium Balai Besar KIPM Makassar untuk parameter Viral Nervous Nmrosis (VNN) diketahui bahwa kematian ikan di Kabupaten Kepulauan Selayar tidak disebabkan oleh penyakit VNN tersebut.
Baca Lainnya :
- Bupati Lantik Jabatan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kepulauan Selayar0
- Anggota DPR RI Muhammad Rapsel Ali Bagikan Sembako ke Masyarakat Selayar Terdampak Corona0
- Buka Rakor Program Perhutanan Sosial, Ini Empat Fokus Utama Harapan Basli Ali0
- Asisten Ekbangkes Sambut Kedatangan Peserta Selayar Fishing Tournament 0
- Belasan Scooter Unik Gelar Kendaraan Pada Penutupan TMMD, Begini Respon Pangdam XIV/HSN0
Penyakit VNN merupakan salah satu penyakit ikan karantina yang dapat menyebabkan kematian ikan khususnya ikan dasar di perairan. Selanjutnya l-aboratorium Uji Balai Besr KIPM Makassar juga melakukan pengujian logam berat dengan parameter uji Plumbum (Pb) dan Cadmium (Cd) untuk mengetahui kadar lqam hrat yang terdapat pada sampel ikan. hasilnya kadar logam berat Pb dan Cd pada ikan sampel masih berada di bawah ambang batas 9{I 2354.5:201L. Lryam berat merupakan salah satu parameter keamanan panEan yang biasanya ada pada ikan akibat akumulasi logam karat pada runbi makanan.
Untuk saat ini Laboratorium Uji Balai Besar KIFM Makassar masih melakukan pengujian lanjutan untuk parameter Histopatologi untuk melihat adanya kerusakan jaringan pada ikan sampel. Laboratorium Uji Balai Besar KIPM Makassar juga melakukan subkontrak pengujian untuk parameter Ciguatoxin ke Laboratorium Balai Uji Standar KIPM untuk melihat kemungkinan adanya racun hayati laut pada ikan sampel.
Kepala Balai Besar KIPM Makassar Sitti Chadidjah menghimbau masyarakat untuk tidak takut memakan ikan. "Hasil uji laboratorium untuk parameter logam berat menunjukkan kandungan logam berat ikan sampel masih berada di bawah batas normal. Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dikonsumsi masyarakat karena mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan juga salah satu langkah tepat dalam pencegahan stunting di Indonesia.
Balai Besar KIPM Makassar .terus menjalankan segala upaya dalam pengendalian mutu hasil perikanan guna memastikan produki perikanan Sulawesi Selatan bermutu tinggi dan aman dikonsumsi masyarakat." (Rls)










.jpeg)