- Judo Kembali Sumbang Medali, Dandy Agus Kurniawan Antar Selayar Raih Perak Porprov 2026
- Pejudo Selayar Ryan Rizaldi Buka Keran Medali Porprov XVIII Sulsel 2026, Raih Perunggu di Kelas Junior -55 Kg
- Wabup Muhtar Tekankan Pelatihan Vokasi Tak Hanya Asah Keterampilan, tetapi Juga Bentuk Akhlak dan Keimanan
- Pemkab Selayar melalui Dinas PUTR Matangkan RDTR Benteng Jampea, Wabup Muhtar Buka Konsultasi Publik I
- Selayar Bersiap Rayakan Usia 421 Tahun, Pameran, Karnaval hingga Pesta Rakyat dan Dzikir Bersama Siap Digelar
- Wabup Muhtar Kobarkan Semangat Bumi Tanadoang, 131 Atlet Siap Berburu Prestasi di Porprov XVIII Sulsel
- Bakti Kesehatan PERMAS Berlanjut, Bupati Natsir Ali bersama Prof Kadir Pantau Langsung Sunatan Gratis 38 Anak
- Baru Seumur Jagung Pimpin PERMAS, Prof. Kadir Hadirkan Harapan Baru bagi Kesehatan Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Apresiasi Prof. Abdul Kadir, PERMAS Hadirkan Bakti Kesehatan bagi Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Tinjau Operasi Bibir Sumbing dan Lelangit secara Gratis, Persembahan DPP PERMAS untuk Masyarakat Selayar
dr. Frengky Wijaya : Jangan Panik, Reaktif Rapid Test Belum Tentu Positif Covid-19

Keterangan Gambar : dr. Frengky Wijaya
KEPULAUAN SELAYAR - Kepala UPTD Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan dr. Frengky Wijaya terus menyemangati masyarakat untuk tidak panik terhadap wabah Covid-19, terkhusus untuk mereka yang sudah menjalani pemeriksaan rapid test. Justru disaat panik imunitas tubuh bisa menurun, sehingga mudah terjangkit wabah virus corona.
Menurut dr. Frengky Wijaya, reaktif dari hasil rapid test belum tentu positif corona virus disease. Masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi.
"Tentunya edukasi-edukasi yang perlu kita terapkan kepada masyarakat, supaya mereka paham, agar mereka tidak memiliki ekspektasi atau pemahaman tersendiri, yang kadang-kadang membuat dirinya menjadi stres," ujarnya usai melakukan rapid test massal terhadap para pedagang di Pasar Sentral Bonea, Sabtu (18/7/2020).
Baca Lainnya :
- Ketua GTPP Covid-19 Selayar: Tiga Warga Terpapar Corona akan Jalani Karantina Duta Covid di Makassar0
- Ini Himbauan Kades Nyiur Indah Cegah Penyebaran Covid-190
- RDT Reaktif, Tim GTPP Covid-19 Selayar Jemput Tiga Warga Jeneponto di Pasilambena0
- Diduga Punya Kontak Pasien Positif Corona, Sementara 14 Orang Warga Dikarantina0
- Bupati Basli Ali Siapkan 23 M untuk Tangani Covid-190
dr. Frengky mengungkapkan bahwa orang yang terkonfirmasi positif covid-19 ada dua kategori, yaitu ada yang bergejala dan ada yang tanpa gejala.
"Kalau terkonfirmasi positif tanpa gejala, itu dalam rentang waktu 10 hari sudah sembuh. Dari survei yang ada, penderita covid-19 itu 40 persen tanpa gejala, 40 persen lagi bergejala ringan, 15 persen gejala berat dan lima persen kritis," ungkap dr. Frengky.
Ia mengungkapkan rapid test itu adalah bukan alat diagnostik pasti, tetapi merupakan alat test saring kasar yang bisa dilakukan di lapangan.
"Bila mana kita dapatkan reaktif, tetap kita akan konfirmasi dengan Swab untuk membuktikan apakah ini covid-19 atau bukan. Jadi jangan kita menganggap orang yang reaktif dari rapid test itu positif corona. Yang penting semua masyarakat mau menerapkan protokol kesehatan dengan baik, kita bisa terhindar dari covid-19," tutup dr. Frengky Wijaya. (HUMAS/IM)











.jpeg)