- Selayar Jalani Assessment Penghargaan Nasional TPAKD, Bupati Paparkan Program GEMERLAP
- Bupati Natsir Ali Buka Jalan Generasi Selayar ke Unhas, Seleksi Kini Digelar di SMK Negeri 1 Selayar
- Lewat BESTARI Saintek, Ketua TP PKK Selayar Perkuat Peran Perempuan dalam Hilirisasi Kelapa
- Selayar Gandeng Polipangkep Kembangkan Ekonomi Kelapa, Wabup Dorong Inovasi Berkelanjutan
- Operasi SAR KLM Nurul Salsa Resmi Ditutup, 14 Korban Belum Ditemukan
- Tim DVI Kembali Ungkap Identitas Korban KLM Nurul Salsa, Total Tiga Jenazah Teridentifikasi
- Turnamen Bola Voli Kaburu Cup 2026 Resmi Ditutup, Primavera Berjaya di Kandang Sendiri
- Wakil Bupati, Kapolres dan Dandim Antarkan Almarhumah Bau Intang ke Peristirahatan Terakhir
- Tangis Keluarga pecah Iringi Kepulangan Jenazah Bau Intang, Empat Anggota Keluarganya Masih Hilang
- Empat Korban Selamat KLM Nurul Salsa Terima Santunan dari BAZNAS Selayar
CSP XIX Berakhir, Cerita Indah Selayar Terus Melaju Bersama Para Scooterist

KEPULAUAN SELAYAR - Celebes Scooter Party (CSP) XIX telah sukses terlaksana di Bumi Tanadoang, Kabupaten Kepulauan Selayar. Namun, kebersamaan yang terjalin selama kegiatan belum benar-benar berakhir. Setibanya di rumah masing-masing, para scooterist justru kembali "berkelana" melalui layar ponsel mereka.
Dokumentasi perjalanan, momen kebersamaan, hingga pengalaman selama berada di Selayar mulai dipilah, disusun, lalu diunggah ke berbagai platform media sosial. Foto-foto dan video yang tersimpan di galeri perlahan berubah menjadi cerita yang menghidupkan kembali kenangan selama mengikuti CSP XIX.
Dari pantauan media sosial, hampir semua unggahan menyampaikan kesan yang sama. Para peserta terpukau oleh keindahan alam Selayar yang begitu memanjakan mata. Hamparan pantai yang memukau, deretan pohon kelapa yang melambai ditiup angin, laut biru yang menenangkan, serta pesona matahari terbit dan terbenam yang begitu memikat menjadi warna dominan dalam setiap unggahan.
Baca Lainnya :
- Pemda Selayar Gelar Sosialisasi Pepres No.16 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa0
- Disekap di Kamboja dan Dipaksa Jadi Operator Judi Online, Andi Arung Akhirnya Pulang dan Disambut Bupati Selayar0
- Stand UP2K Selayar Jadi Primadona di Jambore PKK Sulsel 2025, Terasi Jadi Buruan Utama0
- Wabup Selayar Launching Senam Selayar Caraddek0
- Bupati Selayar Imbau TPAKD Jalankan Empat Peran Mendasar untuk Meningkatkan Akses Keuangan di Masyarakat0
Tak hanya alamnya, keramahan masyarakat Selayar juga menjadi cerita yang berulang kali muncul. Sambutan hangat, senyum tulus, dan rasa kekeluargaan yang dirasakan para tamu meninggalkan kesan mendalam bagi para scooterist yang datang dari berbagai daerah.
Salah satu unggahan yang menarik perhatian datang dari scooterist Ayu Septiani AS. Melalui video reel yang diunggah di akun media sosialnya, Ayu menampilkan rangkaian keindahan Selayar mulai dari perjalanan menuju lokasi kegiatan, panorama pantai yang memesona, deretan pohon kelapa yang menari mengikuti hembusan angin, hingga momen matahari terbenam yang menghiasi langit Tanadoang. Video tersebut mendapat banyak respons positif dan turut memperkenalkan pesona Selayar kepada khalayak yang lebih luas.
CSP XIX bukan sekadar ajang berkumpulnya pecinta Vespa dan skuter. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang yang mempertemukan persaudaraan, mempererat silaturahmi, dan memperkenalkan Selayar kepada lebih banyak orang melalui cerita-cerita yang kini tersebar luas di dunia maya.
Terima kasih, saudara-saudaraku scooterist. Terima kasih telah datang, berbagi tawa, dan meninggalkan jejak persaudaraan di Bumi Tanadoang. Terima kasih pula karena telah menceritakan Selayar dengan segala keindahannya, sehingga pesona pulau ini terus berlayar jauh melintasi batas lautan melalui setiap foto, video, dan kisah yang kalian bagikan.
Ribuan scooterist dari berbagai penjuru Indonesia hadir memeriahkan CSP XIX yang secara resmi dibuka oleh Andi Sudirman Sulaiman bersama Muhammad Natsir Ali. Kehadiran para pecinta skuter dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa Selayar memiliki daya tarik yang kuat, bukan hanya bagi wisatawan, tetapi juga bagi komunitas yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Kini, ketika para peserta telah kembali ke daerah masing-masing, Selayar tetap hidup dalam unggahan, video, dan cerita yang terus beredar di media sosial. Yang tersisa bukan hanya kenangan sebuah event, tetapi juga ikatan persaudaraan yang akan terus terjaga, serta kerinduan untuk kembali menikmati keindahan Bumi Tanadoang di masa mendatang.
Sampai jumpa di perjalanan berikutnya. Salam satu aspal, satu saudara. (HUMAS-IC)










.jpeg)