- ASDP Siapkan KMP Awu-Awu Layani Lintasan Pamatata–Bira, KMP Balibo Hanya Beroperasi Sementara
- Distribusi Logistik Terganggu, ASDP Siap Operasikan Kembali KMP Balibo setelah Jalani Ramp Check
- Wabup Muhtar Bekali Ratusan Mahasiswa KKN Universitas Megarezky Sebelum Mengabdi di Selayar
- Raker Komisi II DPR RI Soroti Remunerasi Kepala Daerah dan DBH, Bupati Selayar: Daerah Kepulauan Butuh Keadilan Fiskal
- Kapolda Sulsel Resmikan Pos Polairud Pulau Jinato, Perkuat Pengamanan Kawasan Takabonerate
- Dua Pejabat Administrator Disdukcapil Selayar Dilantik, Wabup Muhtar Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab
- Bupati Selayar Bentuk Satgas Keselamatan Masyarakat, Evaluasi Total Sistem Keamanan Pelayaran Pasca Musibah KM Nurul Salsa
- Selayar Jalani Assessment Penghargaan Nasional TPAKD, Bupati Paparkan Program GEMERLAP
- Bupati Natsir Ali Buka Jalan Generasi Selayar ke Unhas, Seleksi Kini Digelar di SMK Negeri 1 Selayar
- Lewat BESTARI Saintek, Ketua TP PKK Selayar Perkuat Peran Perempuan dalam Hilirisasi Kelapa
Bupati Natsir Ali: Pemerintah Pusat Harus Dengar Jeritan Nelayan Selayar

KEPULAUAN SELAYAR - Hilangnya kewenangan pengawasan laut oleh pemerintah daerah dinilai menjadi penghambat utama pengelolaan potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Kepulauan Selayar. Bupati Selayar, Natsir Ali, menyatakan hal tersebut saat berdialog dengan masyarakat Pasimarannu dalam kunjungan kerjanya, Selasa (29/4).
"Kewenangan pengawasan laut seharusnya menjadi instrumen vital yang dikelola langsung oleh pemerintah kabupaten melalui OPD terkait. Namun, saat ini wewenang itu justru diambil alih provinsi, bahkan pusat, membuat kami kesulitan memberantas illegal fishing," tegas Natsir Ali.
Ia menjelaskan, undang-undang kewenangan pengelolaan ini telah merugikan Selayar yang sebagian besar wilayahnya ada laut "Ini tidak adil. Kami mendesak revisi kebijakan agar kewenangan pengelolaan laut minimal dikembalikan ke daerah kepulauan seperti Selayar," tambahnya.
Baca Lainnya :
- Wabup Saiful Arif Salurkan BLT Dampak Inflasi bagi Penyandang Disabilitas dan Lanjut Usia0
- Sekda Kepulauan Selayar, Pantau Gladi Bersih Upacara Peringatan HUT RI ke-730
- 20 Kades dan Lurah Deklarasi ODF, Bupati Canangkan Germas Kabupaten Kepulauan Selayar0
- Saiful Arif : Selayar Terpisah, Tapi Kita Tak Rela Terbelakang dalam KPPD0
- Wabup Selayar Ikuti Pembukaan Sosialisasi Monev KIP 2025 Sulsel0
Selayar memiliki Taman Nasional Taka Bonerate—atol terbesar ketiga di dunia—dengan kekayaan ikan yang melimpah. Namun, nelayan lokal justru terpinggirkan.
"Ibaratnya, kita lihat pohon mangga di pekarangan sendiri berbuah lebat, tapi yang memetik orang lain. Nelayan luar datang dengan kapal dan alat canggih, menangkap ikan di sini, lalu menjualnya di luar. Kami hanya dapat kerusakan ekosistem akibat bom ikan dan bius yang dipakai warga karena putus asa, kasihan masyarakat saya" ujar Natsir Ali dengan nada prihatin.
Untuk mengatasi ketimpangan ini, Bupati mengungkapkan rencana pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di kawasan barat dan timur Selayar. "Ke depan, semua kapal yang menangkap ikan di perairan Selayar harus singgah dan menjual hasil tangkapannya di sini. Ini akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat kami," tegasnya.
Natsir Ali mengaku telah meminta dukungan akademisi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk mengkaji aspek hukum pengembalian kewenangan laut. "Tanpa kewenangan, mustahil kami bisa optimal memberantas penangkapan ilegal atau mengelola potensi laut secara berkelanjutan," jelasnya.
Pemkab Selayar berharap pemerintah pusat dan provinsi segera merespons aspirasi ini agar pembangunan kelautan di Selayar benar-benar berdampak pada masyarakat lokal. (HUMAS-IC)
_










.jpeg)