- Sekda Andi Abdurrahman Buka Festival Bontoharu Merdeka, Semarakkan HUT ke-81 RI
- KAHMI dan FORHATI Selayar Dilantik, Bupati Natsir Ali: Saatnya Alumni Ambil Peran Lebih Besar untuk Daerah
- ASDP Siapkan KMP Awu-Awu Layani Lintasan Pamatata–Bira, KMP Balibo Hanya Beroperasi Sementara
- Distribusi Logistik Terganggu, ASDP Siap Operasikan Kembali KMP Balibo setelah Jalani Ramp Check
- Wabup Muhtar Bekali Ratusan Mahasiswa KKN Universitas Megarezky Sebelum Mengabdi di Selayar
- Raker Komisi II DPR RI Soroti Remunerasi Kepala Daerah dan DBH, Bupati Selayar: Daerah Kepulauan Butuh Keadilan Fiskal
- Kapolda Sulsel Resmikan Pos Polairud Pulau Jinato, Perkuat Pengamanan Kawasan Takabonerate
- Dua Pejabat Administrator Disdukcapil Selayar Dilantik, Wabup Muhtar Tekankan Integritas dan Tanggung Jawab
- Bupati Selayar Bentuk Satgas Keselamatan Masyarakat, Evaluasi Total Sistem Keamanan Pelayaran Pasca Musibah KM Nurul Salsa
- Selayar Jalani Assessment Penghargaan Nasional TPAKD, Bupati Paparkan Program GEMERLAP
Besuk Pasien Gizi Buruk, Wabup Selayar Serahkan Bantuan Pemda Lazismu, dan Veteran

MAKASSAR - Terkait adanya warga Desa Karumpa Kecamatan Pasilambena yang mengalami penyakit gizi buruk, Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif, S.H., menjenguk pasien Yusri (15) di Ruang UGD RS Regional Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/5/2022).
Wakil Bupati yang tiba di RSUP Wahidin Sudirohusodo selepas sholat Dhuhur menyerahkan bantuan dari Pemda Kepulauan Selayar, Lazismu, dan Veteran Selayar.
Saiful Arif yang juga adalah Wakil Ketua PD Muhammadiyah dan Pengurus LVRI berharap bantuan yang diserahkan itu dapat meringankan beban orang tua dan keluarga pasien.
Baca Lainnya :
- Wabup Buka Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 lanjutan0
- Pemkab Selayar Terima Penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan dalam Pembiayaan Jamsostek Pekerja Informal0
- Wabup Kepulauan Selayar Lantik Penjabat Sekda, Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas0
- Sambut Atlet PON Papua Asal Selayar, Pemkab Berikan Bonus0
- Kalungkan Sarung Adat, Wabup Selayar Sambut Kunjungan Rapsel Ali0
"Jangan dilihat dari besarannya, tapi setidaknya dapat meringankan beban keluarga pasien," ucap Saiful Arif.
Wakil Bupati mengatakan, penderita penyakit gizi buruk Yusri (15) yang beralamat di Dusun One Te'e Desa Karumpa Kecamatan Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar, membutuhkan perawatan dalam jangka waktu lama sehingga membutuhkan banyak biaya. Olehnya itu besar harapan Wabup agar kiranya sebagai sesama warga Selayar dapat terketuk pintu hati untuk menjadi donatur atau memberikan bantuan dana seikhlasnya untuk meringankan beban yang ditanggung keluarga.
Yusri yang masih berstatus pelajar ini merupakan anak keempat dari lima bersuadara dari pasangan Mahmud (62) dan Nur Jannah (52).
Awal mulanya Yusri mengalami sakit gigi dan sakit telinga setahun yang lalu (2021). Kemudian perlahan-lahan mengalami penurunan berat badan yang awalnya kisaran 40 kiloan turun menjadi kisaran 30 kiloan. Namun pihak keluarga mengira bahwa hal itu diakibatkan oleh gejala sakit gigi dan sakit telinga yang dialaminya, sehingga belum dibawa ke pustu atau puskesmas terdekat.
Demikian diungkapkan Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif menirukan keterangan dari pihak keluarga.
Berselang beberapa bulan kemudian, Yusri terjatuh pingsan, kemudian pihak keluarga memanggil petugas kesehatan (Bidan). Berdasarkan hasil pemeriksaannya, ternyata menderita penyakit gula saat ditensi dengan kadar gula 569 mg/dl. Karena faktor jarak dan biaya dari kampung ke rumah sakit, sehingga Yusri sempat ramuan kampung, dan hanya turun gulanya sampai 350 mg/dl.
Melihat kondisi Yusri yang tidak ada perubahan, maka pihak keluarga membawa Yusri ke RSUD Kh. Hayyung Selayar pada Maret 2022 lalu. Setelah melalui pemeriksaan, maka dokter menyarankan untuk segera dirujuk ke Makassar mengingat penyakit yang dideritanya semakin memburuk. Tetapi lagi-lagi karena faktor biaya yang tidak mampu maka pengobatannya di Makassar terpaksa ditangguhkan, dan pihak keluarga membawanya pulang ke kampung dengan harapan ada perubahan jika diobati secara alami di kampungnya.
Kurang lebih dua bulan di kampung, ternyata tidak perubahan yang signifikan dan kondisinya makin memburuk, hingga sampai Yusri tidak bisa jalan dan tidak bisa bicara. Kemudian berdasarkan beberapa saran dan dorongan keluarga dan masyarakat di kampung dengan mengumpulkan sumbangan-sumbangan sukarela, maka orang tua Yusri membawanya kembali ke RSUD Kh. Hayyung Selayar.
Setelah dilakukan pemeriksaan, maka pihak Rumah Sakit Selayar lalu menyarankan untuk langsung dirujuk ke Makassar karena penyakit yang dideritanya sudah cukup parah. Akhirnya pada Minggu 15 Mei 2022 orang tua Yusri membawanya ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar walaupun dengan keterbatasan biaya dan saat ini tengan dirawat di ruang IGD. (Diskominfo SP/Im)










.jpeg)