- Wabup Muhtar Tekankan Pelatihan Vokasi Tak Hanya Asah Keterampilan, tetapi Juga Bentuk Akhlak dan Keimanan
- Pemkab Selayar melalui Dinas PUTR Matangkan RDTR Benteng Jampea, Wabup Muhtar Buka Konsultasi Publik I
- Selayar Bersiap Rayakan Usia 421 Tahun, Pameran, Karnaval hingga Pesta Rakyat dan Dzikir Bersama Siap Digelar
- Wabup Muhtar Kobarkan Semangat Bumi Tanadoang, 131 Atlet Siap Berburu Prestasi di Porprov XVIII Sulsel
- Bakti Kesehatan PERMAS Berlanjut, Bupati Natsir Ali bersama Prof Kadir Pantau Langsung Sunatan Gratis 38 Anak
- Baru Seumur Jagung Pimpin PERMAS, Prof. Kadir Hadirkan Harapan Baru bagi Kesehatan Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Apresiasi Prof. Abdul Kadir, PERMAS Hadirkan Bakti Kesehatan bagi Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Tinjau Operasi Bibir Sumbing dan Lelangit secara Gratis, Persembahan DPP PERMAS untuk Masyarakat Selayar
- Kolaborasi PERMAS dan RSUD KH. Khayyung, Tenaga Medis Selayar Perdalam Penanganan Penyakit THT
- Pelantikan DPK PERMAS, Bupati Natsir Ali dan Prof. Kadir Tekankan Persatuan dan Pengabdian
Besuk Pasien Gizi Buruk, Wabup Selayar Serahkan Bantuan Pemda Lazismu, dan Veteran

MAKASSAR - Terkait adanya warga Desa Karumpa Kecamatan Pasilambena yang mengalami penyakit gizi buruk, Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif, S.H., menjenguk pasien Yusri (15) di Ruang UGD RS Regional Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/5/2022).
Wakil Bupati yang tiba di RSUP Wahidin Sudirohusodo selepas sholat Dhuhur menyerahkan bantuan dari Pemda Kepulauan Selayar, Lazismu, dan Veteran Selayar.
Saiful Arif yang juga adalah Wakil Ketua PD Muhammadiyah dan Pengurus LVRI berharap bantuan yang diserahkan itu dapat meringankan beban orang tua dan keluarga pasien.
Baca Lainnya :
- Dalam Rangka HGN dan HUT PGRI ke-76, Wabup Selayar Buka Seminar Pendidikan0
- Ratusan Spanduk Mewarnai Peresmian GOR Tanadoang, Wabup : Ada Pesan Tersendiri Tersirat Didalamnya0
- Wabup Kep. Selayar Pantau Perkuliahan Perdana Mahasiswa Kampus Vokasi Unhas0
- Peletakan Batu Pertama Tanda Dimulainya Pembangunan Gedung Unhas Kampus Selayar0
- Wabup Kepulauan Selayar Pimpin Rakor P4GNPN0
"Jangan dilihat dari besarannya, tapi setidaknya dapat meringankan beban keluarga pasien," ucap Saiful Arif.
Wakil Bupati mengatakan, penderita penyakit gizi buruk Yusri (15) yang beralamat di Dusun One Te'e Desa Karumpa Kecamatan Pasilambena Kabupaten Kepulauan Selayar, membutuhkan perawatan dalam jangka waktu lama sehingga membutuhkan banyak biaya. Olehnya itu besar harapan Wabup agar kiranya sebagai sesama warga Selayar dapat terketuk pintu hati untuk menjadi donatur atau memberikan bantuan dana seikhlasnya untuk meringankan beban yang ditanggung keluarga.
Yusri yang masih berstatus pelajar ini merupakan anak keempat dari lima bersuadara dari pasangan Mahmud (62) dan Nur Jannah (52).
Awal mulanya Yusri mengalami sakit gigi dan sakit telinga setahun yang lalu (2021). Kemudian perlahan-lahan mengalami penurunan berat badan yang awalnya kisaran 40 kiloan turun menjadi kisaran 30 kiloan. Namun pihak keluarga mengira bahwa hal itu diakibatkan oleh gejala sakit gigi dan sakit telinga yang dialaminya, sehingga belum dibawa ke pustu atau puskesmas terdekat.
Demikian diungkapkan Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif menirukan keterangan dari pihak keluarga.
Berselang beberapa bulan kemudian, Yusri terjatuh pingsan, kemudian pihak keluarga memanggil petugas kesehatan (Bidan). Berdasarkan hasil pemeriksaannya, ternyata menderita penyakit gula saat ditensi dengan kadar gula 569 mg/dl. Karena faktor jarak dan biaya dari kampung ke rumah sakit, sehingga Yusri sempat ramuan kampung, dan hanya turun gulanya sampai 350 mg/dl.
Melihat kondisi Yusri yang tidak ada perubahan, maka pihak keluarga membawa Yusri ke RSUD Kh. Hayyung Selayar pada Maret 2022 lalu. Setelah melalui pemeriksaan, maka dokter menyarankan untuk segera dirujuk ke Makassar mengingat penyakit yang dideritanya semakin memburuk. Tetapi lagi-lagi karena faktor biaya yang tidak mampu maka pengobatannya di Makassar terpaksa ditangguhkan, dan pihak keluarga membawanya pulang ke kampung dengan harapan ada perubahan jika diobati secara alami di kampungnya.
Kurang lebih dua bulan di kampung, ternyata tidak perubahan yang signifikan dan kondisinya makin memburuk, hingga sampai Yusri tidak bisa jalan dan tidak bisa bicara. Kemudian berdasarkan beberapa saran dan dorongan keluarga dan masyarakat di kampung dengan mengumpulkan sumbangan-sumbangan sukarela, maka orang tua Yusri membawanya kembali ke RSUD Kh. Hayyung Selayar.
Setelah dilakukan pemeriksaan, maka pihak Rumah Sakit Selayar lalu menyarankan untuk langsung dirujuk ke Makassar karena penyakit yang dideritanya sudah cukup parah. Akhirnya pada Minggu 15 Mei 2022 orang tua Yusri membawanya ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar walaupun dengan keterbatasan biaya dan saat ini tengan dirawat di ruang IGD. (Diskominfo SP/Im)











.jpeg)