- Bupati Natsir Ali Buka Jalan Generasi Selayar ke Unhas, Seleksi Kini Digelar di SMK Negeri 1 Selayar
- Lewat BESTARI Saintek, Ketua TP PKK Selayar Perkuat Peran Perempuan dalam Hilirisasi Kelapa
- Selayar Gandeng Polipangkep Kembangkan Ekonomi Kelapa, Wabup Dorong Inovasi Berkelanjutan
- Operasi SAR KLM Nurul Salsa Resmi Ditutup, 14 Korban Belum Ditemukan
- Tim DVI Kembali Ungkap Identitas Korban KLM Nurul Salsa, Total Tiga Jenazah Teridentifikasi
- Turnamen Bola Voli Kaburu Cup 2026 Resmi Ditutup, Primavera Berjaya di Kandang Sendiri
- Wakil Bupati, Kapolres dan Dandim Antarkan Almarhumah Bau Intang ke Peristirahatan Terakhir
- Tangis Keluarga pecah Iringi Kepulangan Jenazah Bau Intang, Empat Anggota Keluarganya Masih Hilang
- Empat Korban Selamat KLM Nurul Salsa Terima Santunan dari BAZNAS Selayar
- Dua Jenazah Korban KLM Nurul Salsa Berhasil Diidentifikasi, 14 Orang Masih Dalam Pencarian
Selayar Gandeng Polipangkep Kembangkan Ekonomi Kelapa, Wabup Dorong Inovasi Berkelanjutan

KEPULAUAN SELAYAR – Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. Muhtar, MM, mendorong penguatan pengelolaan komoditas kelapa melalui pendekatan riset, inovasi, dan hilirisasi sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wabup saat menghadiri kegiatan koordinasi dan penguatan Program BESTARI Saintek Living Laboratorium Ekonomi “The Green Gold Kelapa Selayar” bersama Tim Riset Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep), yang berlangsung di Desa Bontolempangan, Kecamatan Buki, Sabtu (25/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wabup Kepulauan Selayar didampingi Sekretaris Daerah Kepulauan Selayar serta Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar.
Baca Lainnya :
- Sekda Kepulauan Selayar Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama0
- Dua Atlet FPTI Selayar Lolos ke Semifinal Sirkuit Panjat Tebing Kodam XIV/HSN0
- Alhamdulillah, Jemaah Haji Selayar Tiba di Makassar pukul 03.52 Wita, Dalam Kondisi Sehat0
- Wabup Kepulauan Selayar Buka Pameran BID dan Launching GESIT 20200
- Pemkab Kepulauan Selayar kembali Raih Opini WTP Atas LKPD TA 20190
Dalam sambutannya, Wabup Muhtar menyampaikan bahwa kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan Kepulauan Selayar yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru masyarakat.
Menurutnya, selama ini pemanfaatan kelapa masih banyak dilakukan secara tradisional dengan nilai tambah yang belum maksimal. Melalui Program BESTARI Saintek, pemerintah daerah berharap hadir inovasi dan teknologi yang mampu mengubah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Program ini tidak sekadar kegiatan penelitian, tetapi harus menjadi laboratorium hidup yang menghasilkan solusi nyata dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya petani kelapa di Kepulauan Selayar,” ujar Muhtar.
Ia menjelaskan, konsep ekonomi sirkular yang diusung dalam program ini mencakup pemberdayaan masyarakat, ekonomi kreatif, aspek lingkungan, serta kemitraan industri.
Pengembangan produk turunan kelapa seperti Virgin Coconut Oil (VCO), arang tempurung, briket, dan berbagai produk olahan lainnya menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa.
Wabup juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam mendukung kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
“Pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi, baik melalui dukungan data, fasilitasi lapangan, maupun sinkronisasi program, agar hasil riset ini dapat diterapkan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Program BESTARI Saintek ini sejalan dengan arah pembangunan daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal dan mendorong hilirisasi produk unggulan Kepulauan Selayar.

Dalam kegiatan tersebut, Dr Zulfitriany D. Mustaka selaku ketua Tim Riset BESTARI Saintek memberikan pendampingan dan pelatihan kepada kader PKK terkait pemanfaatan limbah kelapa menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Salah satunya dengan mengajarkan teknik pembuatan pewarna alami dari sabut kelapa yang kemudian diaplikasikan melalui kegiatan membatik.
Melalui inovasi tersebut, sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi bahan pewarna ramah lingkungan sekaligus menjadi bagian dari pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal Selayar.
Melalui Program BESTARI Saintek, Kepulauan Selayar menargetkan kelapa tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi mampu berkembang menjadi “Green Gold” atau emas hijau yang menggerakkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (HUMAS-IC)










.jpeg)