- Terima Mahasiswa KKN ITSBM, Sekda Selayar: Beri Manfaat dan Gali Potensi Desa
- Sekolah Rakyat Selayar Ditarget Mulai 2027, Wabup Muhtar Dorong Percepatan Pematangan Lahan
- EKI OJK Sasar Patilereng, Sekda Selayar Dorong Ekonomi Produktif Warga
- PKK Selayar Perkuat Edukasi Pangan Sehat Lewat Lomba B2SA
- Rakor TPKAD, Bupati Natsir Ali Dorong Akses Keuangan hingga Pulau-Pulau Kecil
- Bukan Sekadar Antrean, Bupati Natsir Ali Dorong Solusi Energi Jangka Panjang
- Bupati Natsir Ali Panggil Agen LPG, Cari Akar Persoalan Penolakan Tabung Berkarat
- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
- 11 Ribu Tabung LPG Baru Disiapkan, Bupati Natsir Ali Tegas: Agen Tak Boleh Menolak, Pertamina Akan Sanksi
Terima Mahasiswa KKN ITSBM, Sekda Selayar: Beri Manfaat dan Gali Potensi Desa

KEPULAUAN SELAYAR — Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah (ITSBM) Selayar melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk menjalankan pengabdian selama 45 hari di sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pelepasan berlangsung di halaman Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Kamis (17/9/2026), sekaligus menjadi momentum penerimaan mahasiswa KKN oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Baca Lainnya :
- Pemkab Selayar Rakor Persiapan Festival Takabonerate 20230
- Penyaluran Program Prioritas/Gratis Kabupaten Kepulauan Selayar TA. 2017, Ini Realisasinya 0
- Ikuti Rakornas BNPB, Begini Harapan Wabup Kepulauan Selayar0
- Bupati dan Sekda Kepulauan Selayar Mencoblos di TPS Ini 0
- Bupati Kepulauan Selayar Briefing Pimpinan SKPD0
Bupati Kepulauan Selayar melalui Sekretaris Daerah Andi Abdurrahman, S. E , M.Si., menyambut baik pelaksanaan KKN ITSBM Selayar. Ia menilai keberadaan mahasiswa di desa menjadi bagian dari kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah.
“Hari ini kita kembali menerima mahasiswa KKN, dan yang kita terima adalah anak-anak kita sendiri, mahasiswa ITSBM Selayar. Kampusnya berada di Selayar, dan pengabdiannya juga dilaksanakan di wilayah Selayar,” kata Bupati dalam sambutan yang disampaikan Sekda.
Sekda Abdurrahman berpesan agar mahasiswa menjadikan KKN bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, tetapi sebagai ruang untuk belajar langsung dari masyarakat, memahami persoalan desa, menggali potensi lokal dan memberikan kontribusi sesuai bidang keilmuan.
“Datanglah ke desa bukan sebagai orang yang merasa paling tahu. Datanglah sebagai mahasiswa yang ingin belajar, bekerja bersama masyarakat, dan memberikan manfaat,” pesannya.
Mahasiswa juga diminta menghormati adat dan kearifan lokal, membangun komunikasi dengan pemerintah desa serta masyarakat, dan menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian.

Sementara itu, Rektor ITSBM Selayar Prof. Akbar Silo mengatakan, KKN merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya membawa pengetahuan dari ruang kuliah, tetapi harus mampu mengimplementasikan ilmu tersebut untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Melalui KKN, mahasiswa belajar langsung bersama masyarakat. Ini bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, bagaimana ilmu yang diperoleh di kampus dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Pelepasan mahasiswa secara resmi dilakukan Prof. Akbar Silo yang ditandai dengan pemasangan jas almamater kepada perwakilan mahasiswa. Jas almamater menjadi identitas mahasiswa selama menjalankan tugas pengabdian di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran civitas akademika ITSBM Selayar dan pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.
Selama 45 hari, 116 mahasiswa akan berada di tengah masyarakat di Kecamatan Bontomanai, Pasimarannu dan Takabonerate untuk menjalankan program pengabdian sekaligus belajar memahami dinamika dan potensi masyarakat di wilayah penempatan.
Pemkab Kepulauan Selayar berharap kehadiran mahasiswa dapat memberi manfaat bagi desa sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi. (HUMAS-IC)
_











.jpeg)