- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
- Usulan Dikabulkan! Pos SAR Selayar dan Bone Kompak Naik Kelas
Pengukuran dan Publikasi Disebut prevalensi Stunting di Selayar terus Mengalami Penurunan

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar dr. Husaini, M. Kes Sebut Prevalensi Stunting di Selayar terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. (Foto by Immank)
KEPULAUAN SELAYAR - Prevalensi stunting khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar disebut sudah mengalami penurunan setiap tahunnya. Berdasarkan data riset kesehatan dasar Tahun 2018, prevalensi stunting sebesar 46,3 persen, data survei status gizi Indonesia Tahun 2019 sebesar 32,7 persen, data survei status gizi Indonesia Tahun 2021 turun menjadi 27,7 persen. Dan data aplikasi E-PPGBM periode Agustus 2022 sebesar 16,67 persen.
Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar dr. Husaini, M. Kes saat membuka kegiatan pengukuran dan publikasi stunting sebagai aksi konverensi pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi (Aksi 7), di Baruga Bonerate Kepulauan Selayar, Senin (12/12/2022).
Prevalensi stunting yang terus menurun ini, dr. Husaini menyampaikan apresiasi, meskipun belum mencapai atau masih dibawah angka rata-rata nasional sebesar 24,4 persen, dan angka rata-rata provinsi sebesar 27,4 persen.
Baca Lainnya :
- Kepala Pertanahan Selayar Serahkan Peta ZNT Kepada Pemda Selayar0
- Pembinaan KUA di Selayar, Pjs. Bupati Sambut Kakanwil Kemenag Sulsel0
- DP3AP2KB Diseminasi Audit Stunting sebagai Upaya Penurunan Stunting0
- Optimalkan Fungsi TPAKD, Disepakati 5 Program Kerja Tahun 20190
- Menuju Pulau, Dinsos Selayar Salurkan Bantuan Kepada Warga yang Terkena Dampak Covid-190
Kendati demikian kata dr. Husaini, dapat dilihat penurunannya sangat signifikan, dari yang dulunya pada Tahun 2019, Selayar berada pada tiga kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulsel. "Dan pada saat ini kita berhasil naik pada peringkat 12 kabupaten dengan prevalensi stunting terendah di Sulawesi Selatan," ungkapnya.
Hal tersebut kata dr. Husaini akan menjadi penyemangat bagi semua untuk bersinergi, bahu-membahu sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing melakukan intervensi pencegahan dan penurunan prevalensi stunting.
"Penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Selayar memerlukan intervensi lintas sektor secara terintegrasi. Peran kita di Kabupaten Kepulauan Selayar dalam penurunan stunting yaitu mulai dari menganalisa situasi, menetapkan akar masalah, menentukan faktor penyebab dan faktor resiko, menyusun perencanaan, membagi peran dan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai aksi konvergensi, serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara bersama dan berkesinambungan,"pintanya.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh 10 Kepala OPD terkait, 14 Kelas Puskesmas, 14 orang tenaga pelaksana gizi, para camat lurah dan kades yang menjadi lokus, serta organisasi pendukung lainnya.
Selain Kadis Kesehatan, hadir juga sebagai pemateri adalah Fasilitator tim Iney region 5 Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. (Diskominfo SP/Im).











.jpeg)