Breaking News
- Bupati Natsir Ali Ajak Masyarakat Selayar Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
- Bupati Natsir Ali Perkuat Posisi Selayar di Tingkat Nasional Lewat Kerja Sama Strategis dengan Ditjen KSDAE
- Pemkab Selayar dan Baznas Gelar Peringatan 1 Muharram 1448 H, Gaungkan Spirit Hijriyah untuk Pembangunan Daerah
- Prof. Abdul Kadir Gantikan Dr. Syamsul Rizal Pimpin PERMAS, Bupati Natsir Ali Ucapkan Selamat dan Terima Kasih
- Evaluasi Pasca CSP XIX, Pemkab Selayar Gelar Rakor, Wujudkan Desa Bersih, Aman, dan Ramah Wisatawan
- Wabup Selayar Buka Munas XI PERMAS 2026, Ajak Perantau Bersinergi Bangun Daerah
- Hadiri Diseminasi Kemenkeu, Bupati Natsir Ali Dalami Skema KPBU Guna Percepat Pembangunan Daerah
- Pembukaan Kapolres Cup II 2026, Sekda Sampaikan Komitmen Bupati Majukan Sepak Bola Selayar
- Selayar Tumbuh 9,83 Persen, Natsir Ali–Muhtar Antar Ekonomi Daerah ke Peringkat Dua Sulsel
- Wabup Muhtar Hadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Sulsel, Tegaskan Dukungan Pemda Selayar
Pemda Selayar Tanggapi Laporan Warga dari Facebook

HUMAS SELAYAR --- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Asisten Pemerintahan, Drs. Suardi, yang berada di lokasi posko induk pengungsi banjir langsung sigap saat mendapat laporan dari sosial media Facebook dengan nama akun 'Anthy' sekitar pukul 23.00 Wita (Rabu, 23/1/2019). Seorang teman Anthy memention salah satu staf humas di kolom komentar yang juga berada di lokasi posko induk. Berdasar hal tersebut, staf humas langsung meneruskan ke Asisten Pemerintahan dan langsung mendapat tanggapan.
Bersama Kabag Humas, Sitti Rahmania, S.H., dan Sekretaris Dinas Sosial yang juga selalu memantau posko induk, Asisten Pemerintahan langsung bersiap menuju lokasi yang ditunjukkan laporan warga tersebut setelah bantuan disiapkan oleh Dinas Sosial dan tim Tagana berupa pakaian dan makanan.
Korban banjir tersebut mengaku rumah kontrakannya sudah ludes disapu banjir setinggi dada orang dewasa. Yang tersisa hanya pakaian di badan. Namun dirinya bersyukur, istri dan anak-anaknya selamat termasuk bayinya yang masih berumur dua bulan dan sekarang memilih bertahan di tempat mencari nafkahnya sebagai penjual jagung rebus dan bakar yang lokasinya di perempatan lapangan takraw.
"Kita pasti memaksimalkan kemampuan yang ada jika ada laporan seperti ini. Tapi kami tetap berharap semoga sudah tidak ada korban lagi yang bertambah untuk didata karena tentunya ini akan menambah duka kita, duka bersama," ujar Suardi.
Humas/Dianika
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments










.jpeg)