- Bupati Kepulauan Selayar Natsir Ali Terima Penghargaan UHC Award 2026 di Jakarta
- Bupati Selayar Natsir Ali Temui Menteri PU, Perjuangkan Jalan, Irigasi, hingga Pengamanan Pantai
- Wabup Muhtar Buka Musrenbang RKPD 2027 Sekaligus Sosialisasikan Program GEMERLAP dan GEMETAR di Bontoharu
- Isra Mi raj 1447 H Pemkab Selayar, Tekankan Shalat Berjamaah Jadi Inspirasi Kepemimpinan
- TNI AL Bersama Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Nelayan Patilereng yang Sempat Hilang
- Isak Haru Warnai Pelepasan Kajari Selayar Dr. Asri Irwan ke Tugas Baru, Wabup Sebut Ia Sosok Tegas dan Humanis
- Wabup Muhtar Resmi Tutup Turnamen Kajari Cup I 2026, Dispora FC Tampil Sebagai Juara
- Pemkab Kepulauan Selayar Matangkan Persiapan MTQ XXXIV Tahun 2026
- Pemkab Selayar Dukung Penuh PS Kepulauan Selayar Berlaga di Liga 4 Sulsel
- Sekda Andi Abdurrahman Mendadak Kumpulkan Sopir, Perlengkapan, Pol PP, dan Humas
Jembatan Poros Tanabau–Baera Runtuh, Pemerintah Gerak Cepat Siapkan Jembatan Darurat

KEPULAUAN SELAYAR – Sebuah jembatan pada poros Tanabau–Baera, tepatnya di Desa Bontotangga, Kecamatan Bontoharu, mengalami ambruk dan menyebabkan akses utama masyarakat terputus. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan peninjauan langsung pada Selasa, ( 9/12/2025).
Kunjungan lapangan dipimpin oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar bersama Kalaksa BPBD, jajaran Dinas PUTR, Kapolsek Bontoharu, perwakilan Polres Kepulauan Selayar, Kepala Desa Bontotangga, Ketua BPBD Desa Bontotangga, serta didampingi sejumlah masyarakat setempat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi kerusakan serta merumuskan langkah cepat penanganan.

Baca Lainnya :
- Jembatan Penghubung Tanabau - Baera Ambruk, Bupati Perintahkan Dinas Terkait Untuk Penanganan Darurat0
Dikutip dari hasil pemeriksaan oleh tim peninjau lapangan, jembatan tersebut mengalami kerusakan parah dan tidak lagi dapat digunakan baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki. Terputusnya akses ini mengganggu mobilitas masyarakat serta alur distribusi kebutuhan logistik antar wilayah.
Selain itu, masyarakat sekitar turut merasakan dampak sosial yang signifikan. Akses menuju fasilitas pelayanan publik seperti kantor pemerintahan, sekolah, hingga pusat layanan kesehatan menjadi terhambat. Kondisi jembatan yang rusak juga menimbulkan potensi risiko keselamatan apabila warga tetap beraktivitas di sekitar lokasi.
Sebagai respons awal, pemerintah daerah melalui BPBD dan Dinas PUTR segera menyiapkan pembangunan jembatan darurat sebagai solusi sementara agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.
BPBD juga akan memasang tenda pleton di sekitar lokasi untuk mendukung operasional lapangan dan pelayanan sementara kepada warga terdampak. Sementara itu, tim teknis tengah menyusun pendataan kebutuhan material dan rancangan penanganan permanen untuk pemulihan infrastruktur jembatan.
Koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan secara intensif demi mempercepat proses pemulihan serta mengantisipasi potensi risiko lanjutan di kawasan tersebut.
Peninjauan ini menjadi langkah awal pemerintah memastikan keselamatan masyarakat dan keberlanjutan akses vital di wilayah Bontoharu, khususnya Desa Bontotangga. (Humas IKP Diskominfo SP/Im)










.jpeg)