- UPP Kelas III Selayar Gelar Rakor Persiapan Posko Angkutan Laut Lebaran 2026
- Desa Garaupa Siap Panen 120 Ton Jagung Berpotensi Hasilkan Rp480 Juta, Bukti Dukungan Program GEMETAR
- Polres Selayar Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Insan Media, Perkuat Sinergi Sukseskan Ops Ketupat 2026
- Panen Jagung Pasilambena Capai 155 Ton, Perkuat Program GEMETAR Pemkab Selayar
- Pemenang Festival Ramadan 1447 H Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar Diumumkan pada Peringatan Nuzulul Qur'an
- Nuzulul Qur an di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Bupati Natsir Ali Tekankan Nilai Al-Qur an dalam Pembangunan Daerah
- Bupati Selayar Buka Penerimaan Zakat Mal 2026, Baznas Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 45 Mahasiswa
- Disekap di Kamboja dan Dipaksa Jadi Operator Judi Online, Andi Arung Akhirnya Pulang dan Disambut Bupati Selayar
- Nuzulul Qur an di Masjid Babul Khaer, Bupati Natsir Ali Serukan Al-Qur an Jadi Sahabat di Era Digital
- Buka Puasa Bersama di Rujab, Bupati Natsir Ali Tegaskan Rumah Jabatan Milik Seluruh Masyarakat
Jembatan Poros Tanabau–Baera Runtuh, Pemerintah Gerak Cepat Siapkan Jembatan Darurat

KEPULAUAN SELAYAR – Sebuah jembatan pada poros Tanabau–Baera, tepatnya di Desa Bontotangga, Kecamatan Bontoharu, mengalami ambruk dan menyebabkan akses utama masyarakat terputus. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan peninjauan langsung pada Selasa, ( 9/12/2025).
Kunjungan lapangan dipimpin oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar bersama Kalaksa BPBD, jajaran Dinas PUTR, Kapolsek Bontoharu, perwakilan Polres Kepulauan Selayar, Kepala Desa Bontotangga, Ketua BPBD Desa Bontotangga, serta didampingi sejumlah masyarakat setempat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi kerusakan serta merumuskan langkah cepat penanganan.

Baca Lainnya :
- Jembatan Penghubung Tanabau - Baera Ambruk, Bupati Perintahkan Dinas Terkait Untuk Penanganan Darurat0
Dikutip dari hasil pemeriksaan oleh tim peninjau lapangan, jembatan tersebut mengalami kerusakan parah dan tidak lagi dapat digunakan baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki. Terputusnya akses ini mengganggu mobilitas masyarakat serta alur distribusi kebutuhan logistik antar wilayah.
Selain itu, masyarakat sekitar turut merasakan dampak sosial yang signifikan. Akses menuju fasilitas pelayanan publik seperti kantor pemerintahan, sekolah, hingga pusat layanan kesehatan menjadi terhambat. Kondisi jembatan yang rusak juga menimbulkan potensi risiko keselamatan apabila warga tetap beraktivitas di sekitar lokasi.
Sebagai respons awal, pemerintah daerah melalui BPBD dan Dinas PUTR segera menyiapkan pembangunan jembatan darurat sebagai solusi sementara agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.
BPBD juga akan memasang tenda pleton di sekitar lokasi untuk mendukung operasional lapangan dan pelayanan sementara kepada warga terdampak. Sementara itu, tim teknis tengah menyusun pendataan kebutuhan material dan rancangan penanganan permanen untuk pemulihan infrastruktur jembatan.
Koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan secara intensif demi mempercepat proses pemulihan serta mengantisipasi potensi risiko lanjutan di kawasan tersebut.
Peninjauan ini menjadi langkah awal pemerintah memastikan keselamatan masyarakat dan keberlanjutan akses vital di wilayah Bontoharu, khususnya Desa Bontotangga. (Humas IKP Diskominfo SP/Im)










.jpeg)