- Respons Keluhan Warga, Distribusi BBM dan Antrean Jadi Fokus Rapat Pemda Selayar Hari ini
- Wabup Sampaikan Pesan Spiritual dan Pembangunan pada Malam Kedua Ramadan di Masjid Rahmatan Lil Alamin Benteng
- Potensi Carbon Trade dan Check Point Perikanan Selayar Dibahas, Bupati–Gubernur Temui Mendagri Soal DBH
- Wabup Muhtar : Pasokan BBM ke Selayar Segera Tiba, Pelayanan Dimaksimalkan
- PMI–Baznas Selayar Gelar Donor Darah Sukarela Jelang Ramadan 1447 H
- Bupati Selayar: Juara MTQ Jangan Berpuas Diri, Tantangan MTQ Sulsel Sudah Menanti
- Gerakan Indonesia ASRI Kodaeral VI Bersama Pemda dan Rakyat Bersihkan Pantai TPI Bonehalang Selayar
- Gerakan Indonesia Asri Hidup di Selayar: Jumat Pagi, Pantai Pasar Bonea Jadi Titik Aksi Diskominfo-SP
- Apel Pagi, H. Arfang Arief Ajak Pegawai Sambut Ramadan dengan Ibadah dan Kepedulian
- MTQ XXXIV 2026 Resmi dibuka, Diharapkan Jadi Panggung Syiar Al-Qur an dan Kearifan Lokal Selayar
Hadiri Peringatan Isra' Mi'raj di Manarai, Wabup Kisahkan Perjalanan Nabi Muhammad SAW

KEPULAUAN SELAYAR - Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif, S.H., menghadiri peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh warga Dusun Manari, Desa Bontoborusu Kecamatan Bontoharu, Kamis (11/3/2021) malam.
Peringatan Isra' Mi'raj tersebut berlangsung di Mesjid Nurul Yaqin, sekitar pukul 19.30 wita.
Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif yang sekaligus sebagai pembawa hikmah Isra' Mi'raj mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW pada saat peristiwa Isra' Mi'raj, dan peristiwa yang dialami oleh Nabi sesudah Isra' Mi'raj.
Baca Lainnya :
- Dihelat Tiga Hari, Lomba STQH XXXI Resmi Ditutup, Dirangkaikan dengan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW0
- Pemkab Kepulauan Selayar Peringati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 0
Pada kesempatan itu, Wabup juga membawakan materi yang berkaitan dengan nama-nama bulan berdasarkan kalender Islam sekaligus nomor urutnya dari Bulan Muharram sampai Dzuhijjah.
Saiful Arif mengatakan, meski masih menjadi perdebatan, namun peristiwa Isra' Mi'raj diyakini terjadi pada Bulan Rajab. Rasulullah Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem, Palestina. Setelah itu, Nabi diperjalankan dari Masjidil Aqsa yang ada di bumi menuju langit ke tujuh, kemudian ke Sidratul Muntaha.
Peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW kata Saiful Arif merupakan sebuah peristiwa langka, yang ditempuh hanya kurang lebih sembilan jam, pasalnya Rasulullah SAW masih sempat shalat subuh di Masjidil Haram setelah kembali dari Sidratul Muntaha.
"Perjalanan Nabi Muhammad SAW saat peristiwa Isra' Mi'raj jangan diukur dari kemampuannya, karena pada peristiwa ini Nabi tidak berjalan sendiri, tetapi diperjalankan oleh Allah SWT," kata Saiful Arif.
Dijelaskan, pada saat Mi'raj ke Sidratul Muntaha, Nabi tidak lagi ditemani oleh malaikat Jibril. Disini menunjukkan bahwa manusia lebih tinggi kedudukannya dari malaikat di hadapan Allah SWT. Jibril tidak sanggup untuk sampai ke Sidratul Muntaha.
"Sekali lagi, tanpa didampingi oleh malaikat Jibril, atas kekuasaanNya, Allah SWT memperjalankan Rasulullah SAW sampai ke Sidratul Muntaha," jelasnya.
Rasulullah pun bertemu dengan Allah SWT dan diberikan perintah shalat olehNya sebanyak 50 rakaat. Kemudian Rasulullah melakukan negosiasi terkait jumlah rakaat, hingga akhirnya dari peristiwa Isra Miraj itu tercetuslah perintah shalat lima waktu yang diwajibkan bagi setiap umat Islam. (Diskominfo-SP/CX-One/Andi)










.jpeg)