- Empat Korban Selamat KLM Nurul Salsa Terima Santunan dari BAZNAS Selayar
- Dua Jenazah Korban KLM Nurul Salsa Berhasil Diidentifikasi, 14 Orang Masih Dalam Pencarian
- Selayar Lolos Tahap Wawancara Jamsostek Award Sulsel 2026, Wabup Paparkan Komitmen Perlindungan Pekerja
- Diterima Menteri Bahlil, Gubernur Sulsel dan Bupati Selayar Perjuangkan Infrastruktur Energi Kepulauan
- Gubernur Sulsel, Bupati Selayar dan Anggota Komisi V DPR RI, Desak Basarnas Segera Tingkatkan Status Pos SAR Selayar Jadi Kantor SAR
- Polda Sulsel Beberkan Hasil Penanganan Tragedi KM Nurul Salsa, Dua Jenazah Jalani Identifikasi Forensik
- Merajut Harapan di Tengah Duka, TP PKK Selayar Kunjungi Korban Selamat KM Nurul Salsa di RSUD KH. Khayyung
- Hari Keenam Tragedi KM Nurul Salsa, Dua Korban Selamat Tiba di Selayar, Operasi SAR Terus Dilanjutkan
- Pemkab Selayar Bersama Kemkomdigi Matangkan Pembentukan Layanan Darurat Call Centre 112
- Bupati Natsir Ali Undang Khusus Kapten Aso dan ABK KMN Sinar Mattoanging 04 atas Aksi Penyelamatan Korban KM Nurul Salsa
Pemkab Kepulauan Selayar Peringati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW

SELAYAR - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar kerja sama dengan PHBI, dan Yayasan Mesjid Agung Al-Umaraini Benteng, di Mesjid Agung Al-Umaraini Benteng, Kamis (4/4/2019) malam.
Peringatan Isra' Mi'raj yang dilaksanakan melalui Bagian Kesra Setda Kepulauan Selayar, menghadirkan Muballigh Immim Makassar Ustadz Dimas Maryono, S.Ag., M.Ag., sebagai pembawa hikmah Isra' Mi'raj. Sementara tema yang diangkat adalah "Melalui Peringatan Isra' Mi'raj Kita Aktualisasikan Nilai-Nilai Shalat Dalam Menjaga Ukhuwah Islamiyah".
Wakil Bupati Kepulauan Selayar Dr. H. Zainuddin, S.H., M.H., yang hadir memberikan sambutan mengemukakan bahwa berbicara dengan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, ada tiga dimensi yang bisa kita dimaknai di dalamnya, yaitu dimensi proses, dimensi substansi dan dimensi status hukum.
Baca Lainnya :
"Terkait dengan dimensi proses Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, hanya orang yang berbalut keimanan yang bisa mempercayainya," kata Wakil Bupati Kepulauan Selayar Dr. H. Zainuddin, S.H., M.H.
Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Kepulauan Selayar menitipkan harapan agar acara-acara keagamaan seperti Isra' Mi'raj tersebut bukan hanya dijadikan sebagai seremonial belaka. Tetapi yang terpenting kata dia adalah bagaimana menarik hikmah di dalamnya.
Sementara Ustadz Dimas Maryono dalam tausyiahnya sedikit mengulas tentang kedudukan Surah Al-Fatihah dalam Shalat, yang menurutnya Al-Fatihah adalah rukunnya shalat yang apabila tidak dibaca maka shalat tidak sah.
"Sayangnya nilai bacaan Surah Al-Fatihah yang kita baca setiap hari belum sepenuhnya teraktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari," kata Ustadz Dimas Maryono.
Baca juga : Wabup Kepulauan Selayar Hadiri Gelar Pengawasan Daerah dan Konfrensi AAIPI Wilayah Sulsel
Lanjut Ustadz Dimas Maryono, bahwa setiap kali kita membaca Surah Al-Fatihah, sesungguhnya itu adalah janji dan sumpah kita kepada Allah SWT.
Dikatakan dalam Surah Al-Fatihah terdapat tujuh makna yang terkandung di dalamnya, yaitu motivasi hidup, sikap hidup, perjuangan hidup, cita-cita hidup, cara hidup, jalan hidup, serta harapan hidup.
Dalam peringatan Isra' Mi'raj tersebut hadir unsur Forkopimda, para Asisten, Pimpinan OPD, para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta undangan lainnya. (HUMAS / IM)










.jpeg)