- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
- Usulan Dikabulkan! Pos SAR Selayar dan Bone Kompak Naik Kelas
Gelar Pelatihan Tematik Dinas Pertanian Selayar olah Tumbuhan Sekitar Jadi Pestisida

KEPULAUAN SELAYAR - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Selayar melaksanakan pelatihan tematik untuk kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kelompok Wanita Tani Kamboja Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, Jumat (10/11/ 2023).
Acara ini dibuka oleh Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Ir. Stefanus Lao, dengan menghadirkan Narasumber dari Kelompok Pengelola dan Pemanfaat Paraikatte, Nur Ahmad S.P.
Juga hadir diantaranya, Tim Teknis Pelaksana Kegiatan P2L, Penyuluh Pendamping KWT Kamboja, Pengurus KWT Kamboja dan Anggota.
Baca Lainnya :
- TP PKK Selayar Gelar Pelatihan Kader Pangan dan Kader Tata Laksana Rumah Tangga0
- Tingkatkan Kapasitas Humas Pemerintah Daerah, Pemprov Sulsel-KPK Gelar Workshop0
- KNPI Selayar Punya Ketua Baru, Pemilihan Berlangsung Aklamasi 0
- Bupati Kepulauan Selayar Titipkan Sejumlah Harapan Terhadap Program CCRES 0
- Simtaru Disosialisasikan Pada Lingkup OPD Kabupaten Kepulauan Selayar0
Kabid Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Ir. Stefanus Lao dalam sambutannya menyampaikan pelatihan tematik kali ini akan membahas tentang penggunaan Pestisida Nabati. Dimana bahan aktifnya bersumber dari tumbuh- tumbuhan di sekitar kita dan gampang di temui.
“Dengan adanya pelatihan ini kiranya mampu menurunkan tingkat ketergantungan petani terhadap pestisida kimia,” ucap Stefanus.
Selain itu, Stefanus juga mengajak para peserta agar dapat mengikuti kegiatan pelatihan tematik dengan baik, karena sangat bermanfaat dan selanjutnya dapat menyampaikan ke anggota lain sehingga ilmu pengetahuan dapat berkembang dan dapat digunakan untuk kearah perubahan pertanian yang lebih baik lagi.
“Pelatihan tematik ini akan dilaksanakan di beberapa tempat antara lain KWT Anggrek Desa Laiyolo Baru, KWT Kamboja Desa Bontotangnga, KWT Bunga Seroja Kelurahan Putabangun, KWT Melati Kelurahan Batangmata,” ungkapnya.
Sementara, Nur Ahmad, menjelaskan Selain gampang di temukan, pestisida nabati memiliki manfaat dan keunggulan antara lain, mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan (ramah lingkungan) dan relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang.
“Pembuatan pestisida ada beberapa metode antar lain metode hot pressed, cold pressed dan Fermentasi 24 Jam atau 21 Hari,” pungkasnya.
Terpantau, kegiatan pelatihan kali ini selain pemberian materi juga akan dilakukan praktek langsung bagaimana cara pembuatan pestisida nabati. (Puang Ade)











.jpeg)