- EKI OJK Sasar Patilereng, Sekda Selayar Dorong Ekonomi Produktif Warga
- PKK Selayar Perkuat Edukasi Pangan Sehat Lewat Lomba B2SA
- Rakor TPKAD, Bupati Natsir Ali Dorong Akses Keuangan hingga Pulau-Pulau Kecil
- Bukan Sekadar Antrean, Bupati Natsir Ali Dorong Solusi Energi Jangka Panjang
- Bupati Natsir Ali Panggil Agen LPG, Cari Akar Persoalan Penolakan Tabung Berkarat
- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
- 11 Ribu Tabung LPG Baru Disiapkan, Bupati Natsir Ali Tegas: Agen Tak Boleh Menolak, Pertamina Akan Sanksi
- Kementerian ATR/BPN Dukung Penyusunan RDTR Bontomatene, Wabup Selayar Buka FGD
- Wabup Muhtar Terima Tim Teknis ATR/BPN, Bahas Penyusunan RDTR Batangmata
Empat Korban Selamat KLM Nurul Salsa Terima Santunan dari BAZNAS Selayar

KEPULAUAN SELAYAR - Setelah sebelumnya menyerahkan santunan sebesar Rp29 juta kepada keluarga 24 korban hilang dan satu korban meninggal dunia di Posko Jampea, BAZNAS Kabupaten Kepulauan Selayar kembali menyalurkan bantuan kepada empat penumpang yang selamat dari tragedi tenggelamnya KLM Nurul Salsa.
Penyerahan santunan berupa uang tunai berlangsung di Kantor BAZNAS Kepulauan Selayar, pada Selasa (21/7) lalu. Salah satu penerima bantuan, Salla, tampak haru didampingi istri, anak, dan rekannya saat menerima santunan tersebut.
Wakil Ketua II BAZNAS Kepulauan Selayar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Leonardo M. Siregar, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS kepada para penyintas.
Baca Lainnya :
- Dorong Santri Mandiri, Baznas Selayar Salurkan Bantuan Usaha ke Pesantren Babussalam0
- Bupati Selayar: Biaya Pengobatan Lima Korban Selamat KLM Nurul Salsa Ditanggung Pemda, Diska Akan Diberi Beasiswa0
- Baznas Kepulauan Selayar Kembali Aktifkan Pembinaan Muallaf0
- Kolaborasi BAZNAS dan Dinsos Selayar Bantu Pemulihan Warga Terlantar0
- Dua Jenazah Korban KLM Nurul Salsa Berhasil Diidentifikasi, 14 Orang Masih Dalam Pencarian 0
"Ini adalah bantuan dari BAZNAS. Semoga dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga setelah mengalami musibah tenggelamnya KLM Nurul Salsa," ujar Leonardo saat menyerahkan santunan, disaksikan Koordinator Auditor Saiful Arif, Wakil Ketua IV Bidang Umum dan Pelaporan Abd. Karim, serta staf BAZNAS.
Sebelum menerima bantuan, Salla, warga Dusun Kayuangin, Desa Massungke, menceritakan detik-detik sebelum kapal mengalami musibah.
Menurutnya, kerusakan bermula dari sistem pendingin mesin kapal. Mesin sempat kembali berfungsi setelah diperbaiki, namun tidak lama kemudian komponen pendingin kembali terlepas hingga menyebabkan mesin mati total.
Melihat kondisi tersebut, Salla sempat berusaha menghubungi keluarganya di Pulau Polassi untuk meminta pertolongan, namun tidak berhasil karena jaringan komunikasi tidak tersambung. Istrinya, Nasmawati, kemudian kembali mencoba menghubungi keluarga.
Tak lama berselang, sebuah kapal kayu kecil terlihat dari kejauhan dan perlahan mendekati KLM Nurul Salsa. Kesempatan itu dimanfaatkan Salla dan keluarganya untuk menyelamatkan diri.
Mereka lebih dahulu menyeberangkan putra mereka, Muhammad Riswan, kemudian disusul Salla dan istrinya. Salla mengaku sempat mengajak penumpang lain ikut berpindah ke kapal kecil tersebut, namun hanya sebagian yang bersedia. Sebagian lainnya memilih tetap bertahan dengan harapan mesin kapal dapat kembali berfungsi.
Sekitar pukul 15.00 WITA, Salla bersama keluarganya meninggalkan KLM Nurul Salsa, sekitar lima jam setelah kapal mengalami kerusakan mesin.
Perjalanan menuju Pulau Polassi tidak mudah. Kapal kecil yang mereka tumpangi terus dihantam gelombang tinggi. Meski demikian, mereka akhirnya berhasil tiba dengan selamat.
"Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberikan keselamatan. Bantuan dari BAZNAS ini tentu sangat berarti bagi kami," ungkap Salla. (*)











.jpeg)