- Pangdam XIV/Hasanuddin dan Dankodaeral VI Apresiasi Sambutan Hangat Pemkab Selayar
- Dankodaeral VI Laksamana Muda Andi Abdul Aziz Tiba di Selayar, Disambut Langsung Bupati di Pelabuhan Rauf Rahman
- Bupati Natsir Ali Terima Kunjungan Staf Ahli Menteri Koperasi, Bahas Agenda Kunjungan Menteri dan Penguatan KDMP
- Bupati Selayar Tekankan Optimalisasi Aset dan Digitalisasi Pajak untuk Perkuat Pendapatan Daerah
- Melalui Harkitnas ke-118, Pemkab Selayar Teguhkan Komitmen Jaga Tunas Bangsa
- Rakor TP PKK Selayar Bahas Program Prioritas Kesehatan, Yanti Rahmawati Tekankan Kolaborasi
- Wabup Kepulauan Selayar Apresiasi Gelar Karya Seni SMK Negeri 5 Selayar
- Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Kepulauan Selayar Matangkan Persiapan Pelaksanaan
- Bupati Natsir Ali Sebut Kunjungan Pangdam XIV/Hasanuddin Jadi Kehormatan bagi Masyarakat Selayar
- Pangdam XIV Hasanuddin dan Bupati Apresiasi Kinerja Kodim 1415/Selayar Bangun KDMP Bontosunggu
Bupati dan Wabup Selayar ikuti Hakordia 2021 secara virtual

KEPULAUAN SELAYAR - Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali mengikuti puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2021 yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) secara virtual, Kamis (9/12)
Diwaktu yang sama, dan ditempat berbeda Harkodia juga diikuti secara virtual oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif didampingi Sekda Mesdioyono, Asisten, Staf Ahli, Inspektur Kabupaten dan para pimpinan OPD serta para pemangku jabatan lainnya.
Ketua KPK RI Firli Bahuri dalam laporannya menyampaikan bahwa, esensi peringatan hari anti korupsi sedunia adalah sebagai gerakan global untuk mengkampanyekan kesadaran masyarakat dunia tentang budaya anti korupsi.
Berharap moment hari anti korupsi ini, semua anak bangsa dan semua elemen anak bangsa, ikut terlibat dan mengambil peran membangun budaya anti korupsi
"Melalui tema Satu Padu Bangun Budaya Anti Korupsi, Marilah kita sama semangati untuk meninggalkan budaya dan prilaku korupsi untuk menjauhi pelaku-pelaku korutip," ucap Firli
Sementara itu Presiden Republik Indonesia, Joko widodo dalam sambutannya mengatakan bahwa korupsi merupakan extraordinary yang mempunyai dampak yang luar biasa, oleh sebab itu harus ditangani secara extrordinary crime juga.
Metode pemberantadan korupsi harus selalu terus diperbaiki dan disempurnakan, penindakan jangan hanya menyasar peristiwa hukum yang timbul belaka, namun dibutuhkan upaya-upaya yang fundamental dan lebih mendasar dan lebih konfrehensif yang dirasakan langsung mafaatnya oleh masyarakat.
"Upaya penindakan sangat penting untuk dilakukan secara tegas dan tidak pandang bulu" tegas Presiden Jokowi
Bukan hanya memberi efek jerah pada pelaku dan memberikan efek menakutkan pada yang berbuat, tetapi penindakan juga sangat penting pada penyelematan uang negara dan mengembalikan kerugian negara.
Pemberantasan korupsi tidak boleh terus-terusan indentik dengan penangkapan, pemberantasan korupsi harus mengobati akar masalah, pencegahan merupakan langkah yang lebih fundamental.
"Kalau korupsi berhasil kita cegah, maka kepentingan rakyat terselamatkan," imbuhnya
Diakhir sambutannya Presiden RI Jokowi mengharapkan, dukungan masyarakat terhadap pemberatasan korupsi harus dimanfaatkan, penanaman budaya anti korupsi sejak dini merupakan bagian prnting pemberantasan korupsi, membangun kesadaran diri adalah kunci mental anti korupsi. (Kominfo-IC)










.jpeg)