- Hadiri Rakor Provinsi, Wabup Selayar Dukung Strategi 3R dan Edukasi Pengelolaan Sampah
- Pemda Selayar Buka Jalur Kerja Sama Penerimaan Mahasiswa Baru di Kampus Unhas
- Kolaborasi TNI-Polri dan Pemda, TMMD ke-128 Selayar Resmi Dibuka
- Baznas Perkuat Kepedulian Sosial di Wilayah Kepulauan, Salurkan Bantuan di Pasilambena dan Taka Bonerate
- PLTS 24 Jam Ubah Wajah Ekonomi Kayuadi, Warga Kini Lebih Produktif
- Kunker Kepulauan Berakhir, Bupati Natsir Ali Jelaskan Dampak Efisiensi Anggaran dari Pulau ke Pulau
- Kayuadi Jadi Penutup Kunker, Bupati Natsir Ali Dorong Pemerataan Program untuk Semua
- Kunker di Kalaotoa, Bupati Jawab Keluhan Jalan dan Siapkan Solusi Air Bersih
- Kepala Rutan Selayar Temui Wakil Bupati, Bahas Dukungan Program Gemerlap dan Gemetar
- Dari Sosial hingga Kesehatan, Peran Baznas Selayar Menguat di Pasimarannu
Buka Pelatihan Koperasi Merah Putih, Sekda Selayar Dorong Pengurus KDKMP Berpikir Global dan Visioner

KEPULAUAN SELAYAR — Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Abdurrahman, resmi membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi/Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). yang digelar di Gedung Dekranasda Benteng, Kamis (20/11).

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa koperasi adalah “nafas gotong royong” yang mampu menggerakkan hajat hidup masyarakat karena basis usahanya berada pada rakyat. Ia mencontohkan masa pandemi, di mana hampir seluruh sektor usaha kolaps, termasuk ekspor-impor, namun koperasi dan UMKM justru menjadi kelompok yang tetap bertahan.
Baca Lainnya :
- Kadis Kepariwisataan Selayar Diklatpim II Tematik Pariwisata di BPSDM Provinsi Bali 0
- Wabup Selayar Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas0
- Hisbullah : Momentum Harkopnas 2019 Jadikan Koperasi Selayar Berdaya Saing 0
- Ada 57 CJH Kepulauan Selayar Akan Diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah0
- Penerimaan CPNS Tahun 20170
“Koperasi itu kuat karena berangkat dari kebersamaan. Ketika pandemi bergolak, yang mampu bertahan hanyalah koperasi dan UMKM.” ujar Anmewakili Bupati Kepulauan Selayar
Lebih lanjut ia mengtakan gagasan Bapak Presiden Prabowo yang membentuk Koperasi Merah Putih, sebuah langkah strategis, menurutnya sangat luar biasa dan kini telah di-take over dan dikembangkan di daerah. Untuk Selayar sendiri, telah terbentuk 188 Koperasi Merah Putih yang semuanya sudah memiliki legalitas. Secara nasional, jumlahnya telah mencapai angka 80.000 koperasi.
Menurut Sekda, tantangan ke depan bukan hanya pada jumlah koperasi, melainkan bagaimana seluruh pengurus mampu mengelola koperasi secara profesional. Untuk itu, pelatihan ini menjadi sangat penting sebagai upaya menstimulus kapasitas dan manajemen para pengurus.
“Selain memahami pengelolaan dan manajemen koperasi, yang tak kalah penting adalah kemampuan menyusun rencana bisnis yang visioner,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa para pengurus koperasi harus mulai berpikir besar, memanfaatkan sumber daya lokal secara maksimal, dan berorientasi pada pasar global.
Potensi perikanan Selayar yang melimpah, misalnya, tidak boleh berhenti hanya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), tetapi harus diarahkan ke pasar ekspor. Begitu pula potensi kelapa yang seharusnya tidak dijual gelondongan, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah seperti Virgin Coconut Oil (VCO) atau lainnya.
“Pengurus koperasi harus berpikir global. Tahun depan, Koperasi Merah Putih sudah harus benar-benar berjalan, dan tidak boleh ada lagi sumber daya lokal yang tidak terkelola dengan baik di Selayar.”
Di akhir sambutannya, Sekda berpesan agar seluruh peserta pelatihan responsif terhadap program daerah dan serius dalam mengelola koperasi, sehingga mampu mendorong tumbuhnya pelaku ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, melalui Shinta Surya Indrus pada sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemkab Selayar, atas penyediaan ruang belajar bagi ratusan pengurus koperasi.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi dorongan penting dalam percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, agar kehadirannya benar-benar mampu membangun ekonomi desa dari, oleh, dan untuk masyarakat. Koperasi, katanya, adalah alat perjuangan ekonomi rakyat.
Ia optimistis Koperasi Desa Merah Putih dapat tumbuh menjadi koperasi yang maju, mandiri, dan memberi manfaat nyata bagi anggota serta desa secara luas. Meski tantangan dalam pengembangannya tidak sedikit, ia berharap kegiatan ini mampu menjadi ruang berbagi solusi dan memperkuat langkah bersama dalam memaksimalkan operasionalisasi koperasi Merah Putih.
Pelatihan ini digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dan tata kelola koperasi merah putih di Kabupaten Kepulauan Selayar tahun anggaran 2025.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 176 pengurus koperasi dari desa/kelurahan se-Kabupaten Kepulauan Selayar dan dijadwalkan berlangsung sepanjang hari dengan sejumlah materi penguatan kapasitas kelembagaan dan perencanaan bisnis koperasi. (HUMAS-IC)
_










.jpeg)