- EKI OJK Sasar Patilereng, Sekda Selayar Dorong Ekonomi Produktif Warga
- PKK Selayar Perkuat Edukasi Pangan Sehat Lewat Lomba B2SA
- Rakor TPKAD, Bupati Natsir Ali Dorong Akses Keuangan hingga Pulau-Pulau Kecil
- Bukan Sekadar Antrean, Bupati Natsir Ali Dorong Solusi Energi Jangka Panjang
- Bupati Natsir Ali Panggil Agen LPG, Cari Akar Persoalan Penolakan Tabung Berkarat
- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
- 11 Ribu Tabung LPG Baru Disiapkan, Bupati Natsir Ali Tegas: Agen Tak Boleh Menolak, Pertamina Akan Sanksi
- Kementerian ATR/BPN Dukung Penyusunan RDTR Bontomatene, Wabup Selayar Buka FGD
- Wabup Muhtar Terima Tim Teknis ATR/BPN, Bahas Penyusunan RDTR Batangmata
BI Join Unhas, Paparkan Hasil Riset Hirilisasi Kelapa di Depan Pelaku Usaha

KEPULAUAN SELAYAR - Mendukung Perumusan Kebijakan Berbasis Riset, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS), gelar Acara Diseminasi Hasil Riset Hirilisasi Komoditas Kelapa dan Produk Turunannya di Kabupaten Kepulauan Selayar
Kegiatan yang melibatkan unsur Pemerintah, Pelaku Usaha Komoditas Kelapa, Gapoktan, Pelaku Usaha Industri Pengolahan, Bumdes, Koperasi dan unsur Media ini dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Selasa (21/6)
Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Basli Ali menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan Universitas Hasanuddin yang telah mengadakan riset pembangunan inklusif 2022 di Kepulauan Selayar.
Baca Lainnya :
- Bimtek Penerapan Simda Oleh Bappelitbangda Selayar, Begini Harapan Asisten Ekbangkes0
- Bimtek Jurnalistik Resmi Ditutup, Ini Harapan Kabag Humaspro Selayar 0
- Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur, Ini Materi Sekda Selayar 0
- Bupati Selayar Ikuti Halal Bi Halal Pemprov Sulsel, Gubernur Minta Maaf Secara Virtual0
- Buka Bimtek Penatausahaan Pengelolaan Keuangan, Ini Arahan Sekda Selayar0
Orang nomor satu di Kepulauan Selayar ini, berharap hasil riset bersama tersebut nantinya dapat menjadi road maps dalam mengoptimalkan berbagai potensi daerah serta menghasilkan rekomendasi untuk perencanaan pembangunan yang lebih berkualitas.
Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Causa Iman Karana mengatakan joint research ini merupakan kelanjutan dari penelitian pada tahun sebelumnya.
"Penelitian terdahulu mengkonfirmasi komoditas utama yang memiliki potensi tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Kepulauan Selayar, yaitu kelapa, perikanan tangkap, dan jeruk keprok" ungkapnya
Mempertimbangkan hal tersebut, penting menurut kami untuk dapat melihat potensi pengolahan kelapa menjadi produk turunan yang lebih bernilai tambah dan memaksimalkan manfaat dari semua bagian buah kelapa.
"Beberapa produk yang bisa menjadi alternatif antara lain VCO, minyak goreng kelapa, cocopeat, coco fiber, dll." Ucapnya
Dan untuk mendapatkan manfaat dan nilai tambah dari hilirisasi produk olahan kelapa tersebut, diperlukan industri pengolahan yang memiliki standardisasi dan memenuhi persyaratan pasar.
"Bahan baku kita yang melimpah. Apalagi Selayar terkenal dengar produksi kelapanya yang tertinggi di Sulsel, baik dari luas lahan maupun volume buah yang dihasilkan" lanjutnya
Riset ini penting dilakukan sebagai prosedur kebijakan Bank Indonesia dalam melakukan pendampingan dan mengeluarkan bantuan kepada para Pelaku Usaha, UMKM kedepannya.
Oleh karena itu, Pemangku kebijakan terkait, termasuk BI dan pemerintah daerah, perlu mengupayakan pengembangan hilirisasi produk kelapa sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
"Antara lain melalui Menyusun roadmap perencanaan industri pengolahan kelapa oleh pemerintah daerah, memfasilitasi pelaku usaha dalam mendapatkan pasar penjualan hasil produksi serta Membangun branding dan pengemasan produk yang sesuai dengan standar untuk menjaga mutu dan kualitas" Jelas Iman Karana.
Usai dibuka secara resmi oleh Bupati, acara yang juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan, dan Presiden Direktur CV. Coconut Infonesia ini kemudian dilanjutkan dengan paparan hasil riset oleh Tim Riset Unhas selanjutnya dibuka sesi diskusi terkait program peningkatan ekspor. (Kominfo-IC)











.jpeg)