- Gubernur Sulsel Resmikan Titik Nol Ujung Aspal Selatan Sulawesi di Appatanah Selayar
- Hari Lingkungan Hidup, Gubernur Andi Sudirman Ajak Masyarakat Hijaukan Bumi Lewat Penanaman 1.000 Mangrove di Selayar
- Sabtu Pagi, Gubernur Andalan Sulsel Gelar Jalan Sehat Anti Mager di Selayar, Sediakan Hadiah Umrah hingga Motor
- Bank Sulselbar Sosialisasikan KUR Petani Jagung Dukung Program GEMETAR di Selayar
- Tiba di Selayar, Gubernur Andi Sudirman Agendakan Peresmian Titik Nol hingga Buka Celebes Scooter Party XIX
- Sinergi Pemkab, BPJS dan Kejaksaan Perkuat Perlindungan Sosial Aparatur Desa di Selayar
- Gubernur Sulsel Akan Buka Celebes Scooter Party XIX 2026, Bupati Selayar Pastikan Persiapan Maksimal
- Natsir Ali–Muhtar Pertahankan Tradisi WTP, Pemkab Selayar Ukir Prestasi 10 Tahun Berturut-Turut
- Juni 2026, Kesempatan Emas! Samsat Selayar Bebaskan Denda dan Sediakan Hadiah Umrah serta Motor
- Wakil Bupati Selayar Terima Kunjungan Kepala BBPK APDN IV Kemendagri, Serahkan Sertifikat 47 Peserta Latsar CPNS
Gubernur Sulsel Resmikan Titik Nol Ujung Aspal Selatan Sulawesi di Appatanah Selayar

KEPULAUAN SELAYAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meresmikan Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi atau yang dikenal sebagai Ujung Aspal Selatan Sulawesi di Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Jumat (5/6/2026).
Peresmian tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, komunitas rider dari berbagai daerah, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta warga setempat.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Sulsel yang didampingi Bupati Kepulauan Selayar, Natsir Ali, dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar.
Baca Lainnya :
- Pemkab dan BAZNAS Selayar Perkuat Sinergi Tekan Angka Stunting0
- Bupati Natsir Ali Perjuangkan Gudang Bulog di Jampea, Setelah Hadirkan Sumur Bor dan Traktor bagi Petani0
- Bupati Hadiri Upacara Peringatan Hut ke 78 TNI di Makodim 1415 Kepulauan Selayar0
- Lepas Kafilah MTQ Selayar, Ini Pesan Asisten Ekbang dan Kesejahteraan0
- Desa Bontosunggu Nominator 5 Besar Lomba Desa Pangan Aman Tingkat Nasional Wakili Provinsi Sulawesi Selatan0

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan tugu tersebut.
"Ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol identitas dan kebanggaan daerah," ujar Andi Sudirman.
Menurutnya, Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi bukan hanya menjadi penanda geografis, tetapi juga monumen harapan yang menegaskan komitmen pembangunan hingga ke wilayah terluar Sulawesi Selatan.
"Tugu ini menjadi saksi bahwa pembangunan di Sulawesi Selatan harus menjangkau hingga ke ujung wilayah, memastikan setiap jengkal tanah kita mendapatkan perhatian yang sama dalam upaya meningkatkan arus kunjungan wisatawan dan promosi daerah," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan titik nol tersebut diharapkan menjadi pesan kepada dunia bahwa Kepulauan Selayar siap menyongsong masa depan dengan potensi wisata bahari dan budaya yang dimilikinya.
"Dari titik nol ini, kita ingin mengirimkan pesan kepada dunia bahwa Kepulauan Selayar, dengan keindahan wisata bahari dan budayanya, siap menyambut masa depan. Mari kita jadikan tugu ini sebagai penggerak nyata bagi ekonomi lokal dan kebanggaan masyarakat yang tak terbatas," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Natsir Ali, mengatakan bahwa peresmian Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
"Kami berharap kawasan ini terus mendapat dukungan pengembangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sehingga dapat menjadi ikon wisata yang menarik wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat," ujar Bupati
Keberadaan Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi di Desa Appatanah diharapkan menjadi landmark baru yang memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi magnet wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan selatan Pulau Sulawesi. (HUMAS-IC)
_










.jpeg)