- Tiba di Bone, Kontingen Selayar Disambut Hangat Pemkab dan KONI Bone
- Perjuangan Bumi Tanadoang Dimulai, 263 Kontingen Selayar Bertolak ke Porprov Sulsel
- Judo Kembali Sumbang Medali, Dandy Agus Kurniawan Antar Selayar Raih Perak Porprov 2026
- Pejudo Selayar Ryan Rizaldi Buka Keran Medali Porprov XVIII Sulsel 2026, Raih Perunggu di Kelas Junior -55 Kg
- Wabup Muhtar Tekankan Pelatihan Vokasi Tak Hanya Asah Keterampilan, tetapi Juga Bentuk Akhlak dan Keimanan
- Pemkab Selayar melalui Dinas PUTR Matangkan RDTR Benteng Jampea, Wabup Muhtar Buka Konsultasi Publik I
- Selayar Bersiap Rayakan Usia 421 Tahun, Pameran, Karnaval hingga Pesta Rakyat dan Dzikir Bersama Siap Digelar
- Wabup Muhtar Kobarkan Semangat Bumi Tanadoang, 131 Atlet Siap Berburu Prestasi di Porprov XVIII Sulsel
- Bakti Kesehatan PERMAS Berlanjut, Bupati Natsir Ali bersama Prof Kadir Pantau Langsung Sunatan Gratis 38 Anak
- Baru Seumur Jagung Pimpin PERMAS, Prof. Kadir Hadirkan Harapan Baru bagi Kesehatan Masyarakat Selayar
Asisten Ekbangkes Buka Sosialisasi Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan

Keterangan Gambar : Foto by Yusri
SELAYAR - Asisten Ekbang dan Kesejahteraan Ir. H Arfang Arif membuka secara resmi Sosialisasi Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2019 di Ruang Pola Kantor Bupati, Rabu (21/08/2019).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dihadiri Kadis DP3AP2KBDrs. Ahmad Syaifuddin, MM., para Kepala OPD, para Kepala Sekolah dan Guru, para Kepala UPT lingkup Dinas DP3AP2KB dan pemateri pada sosialisasi ini Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Drs. Mustakim. KR, MM.Pd
Asisten Ekbang dan Kesejahteraan Ir. H. Arfang Arif mengatakan pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah salah satu upaya pemerintah di dalam menyikapi akan datangnya era bonus demografi pada tahun 2020 hingga 2035 mendatang.
Baca Lainnya :
- Hidupkan Festival Bajo, Begini Tanggapan Asisten Deputi Koordinasi SDM, IPTEK, dan Budaya Maritim0
- Sekda Kepulauan Selayar, Pantau Gladi Bersih Upacara Peringatan HUT RI ke-730
- Tari Pa'dingin-Dingin Mengisi Acara Deklarasi Desa/Kelurahan ODF di Bontolempangan 0
- Jawab Harapan Masyarakat, Pemda Selayar Datangkan Ferry Tunu Pratama Jaya 2888 0
- 20 Kades dan Lurah Deklarasi ODF, Bupati Canangkan Germas Kabupaten Kepulauan Selayar0
Menurutnya, masih banyak persoalan kependudukan yang dihadapi di Indonesia, bukan hanya terkait rendahnya tingkat pendidikan sebagian besar penduduk dan tingginya laju pertumbuhan penduduk yang memicu pengangguran, tetapi juga kualitas kesehatan yang masih rendah yang ditandai dengan tingginya angka kematian ibu dan bayi, serta persoalan remaja terkait dengan pergaulan bebas, pernikahan dini, dan penyalahgunaan nafza.
"Oleh karena itu perlunya upaya menghadapi bonus demografi pada generasi muda, utamanya siswa di sekolah, agar mereka menyadari yang dihadapi di era mendatang terkait melimpahnya tenaga kerja serta mendorong mereka untuk tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas, memiliki pengetahuan, pemahaman dan kesadaran serta sikap dan perilaku berwawasan Kependudukan," kata Arfang Arif.
Asisten Ekbang dan Kesejahteraan menuturkan bahwa isu kependudukan adalah isu krusial dimana indonesia menduduki peringkat ke empat dengan jumlah penduduk sebesar kurang lebih 267 juta jiwa terbesar setelah Cina, India dan Amerika.
"kondisi kependudukan baik dari segi kuantitas dan segi kualitas maupun penyebarannya merupakan tantangan berat pembangunan bangsa Indonesia pada umumnya dan Kepulauan Selayar pada khususnya, dimana kita ketahui bersama bahwa penduduk adalah merupakan titik sentral pembangunan yang harus dibangun agar mampu menjadi pelaku dan sumber daya pembangunan, bersifat lintas sektoral dan memerlukan perhatian serta penanganan secara seksama dan berkelanjutan," terangnya.
Lanjut Arfang Arif bahwa pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali akan menjadi beban yang berat bagi negara.
Diakhir sambutannya ia mengharapkan peran guru dalam pelaksanaan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dimulai dengan pengintegrasian pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam mata pelajaran yang relevan dengan tujuan meningkatkan kualitas peserta didik khususnya pada bidang kependudukan dalam menghadapi tantangan yang cukup berat dimasa mendatang, karena sekolah dianggap satu satunya agen perubahan secara formal.
"Kami berharap agar program ini berjalan dengan baik, pusat informasi dan konseling remaja (PIK R) dan sekolah siaga kependudukan dapat terbentuk, sehingga menghasilkan penyuluh KB di lingkungan sekolah dan lingkungam tempat tinggalnya yang tentunya akan membantu penurunan laju pertumbuhan penduduk terkhusus di Kepulauan Selayar," tutup Arfang Arif. (YUS)











.jpeg)