- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
- Usulan Dikabulkan! Pos SAR Selayar dan Bone Kompak Naik Kelas
- Perkuat Pembangunan Berbasis Data, Wabup Selayar Temui Kepala BPS Sulsel
- Wabup Muhtar Pimpin Rapat, Persiapan Selayar Meriahkan HUT Sulsel ke-357
- Dari Expo UMKM hingga Anti Mager, Bupati Selayar Aktif dalam Rangkaian Harkopnas 79
- Bupati Natsir Ali Dampingi Menteri Koperasi dan Gubernur Tinjau KDMP Desa Sorowako
- Bupati Kepulauan Selayar terima penghargaan Harkopnas 79 Sulsel di Sorowako Lutim
- Rangkaian Harkopnas ke-79, Bupati Selayar Tanam Kayu Putih di Kawasan Konservasi PT Vale
Wakil Bupati Kepulauan Selayar Bacakan Sambutan Komdigi pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

KEPULAUAN SELAYAR - Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Muhtar, M.M membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi)pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Selasa (20/5/2025).
Upacara ini dihadiri oleh pejabat Pemerintah Kepulauan Selayar, seperti Sekretaris Daerah Drs. Mesdiyono, M.Ec.Dev, Forkopimda, para pimpinan OPD, BUMN dan BUMD, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya. Sementara peserta upacara dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan Korpri.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 mengusung tema "Menuju Kebangkitan Nasional yang Bersahaja, berpihak dan berkelanjutan". Tema ini dipilih untuk mengenang semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan dan kemajuan.
Baca Lainnya :

Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital yang dibacakan oleh Wakil Bupati H. Muhtar, disampaikan tepat di tanggal 20 Mei 2025, kita tidak sekadar memperingati sebuah tanggal dalam kalender nasional. Kita sedang membuka kembali halaman penting dari sejarah perjuangan bangsa, halaman yang ditulis bukan dengan tinta biasa, tetapi dengan kebangkitan kesadaran, semangat persatuan, dan keberanian menolak untuk terus terjajah.
"117 tahun yang lalu, di tengah keterbatasan dan tekanan kolonialisme, lahirlah sebuah kesadaran baru yang menyalakan api perubahan. Melalui pendirian Budi Utomo, bangsa ini mulai membangun keyakinan bahwa nasib tidak boleh selamanya digantungkan kepada kekuatan asing; bahwa kemajuan hanya mungkin dicapai bila kita bangkit berdiri di atas kekuatan kita sendiri," kata Wabup Muhtar.
Kebangkitan itu kata Wabup Muhtar bukanlah sebuah peristiwa yang selesai dalam satu masa. Kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup. Ia menuntut kita untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi menuntut keberanian untuk menjawab tantangan zaman ini, zaman yang menghadirkan ujian jauh lebih kompleks: disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global, dan ancaman terhadap kedaulatan digital kita, terang Wabup Muhtar.
"Kita Hidup di zaman ketika batas-batas geografis semakin kabur, dan peradaban bergerak dalam kecepatan yang tak lagi ditentukan oleh jarak, melainkan oleh kemampuan untuk beradaptasi dan memimpin perubahan. Di tengah arus besar itu, Indonesia tidak berdiri terombang-ambing, tidak pula berdiri di tepi sebagai penonton," pungkasnya.
Masih membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital, disebutkan dalam 150 hari pertama Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dan Kabinet Merah Putih, kami memulai langkah-langkah yang berangkat dari hal-hal yang paling mendasar, dari kebutuhan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari Rakyat. Karena kami percaya, kebangkitan yang besar itu justru dibangun dari fondasi-fondasi yang sederhana. Dari kehidupan yang tenang, perut yang kenyang, dan hati yang lapang.
Usai melaksanakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Halaman Kantor Bupati, dilanjutkan dengan upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Barugaiya, yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar Drs. Mesdiyono, M.Ec.Dev. (Humas IKP/Im/M)











.jpeg)