- Wabup Selayar Tinjau Dapur Umum Kafilah MTQ di Maros
- Sekda Andi Abddurahman: Lulusan MAN Harus Siap Hadapi Tantangan dan Jadi Harapan Daerah
- Bupati Selayar Lepas Kafilah MTQ XXXIV Sulsel, Tekankan Prestasi dan Disiplin
- Bupati Selayar Sambut EVP Telkom Regional V KTI, Bahas Penguatan Konektivitas Jaringan
- Sekda Selayar Buka Sosialisasi Jamkrida Sulsel, Pemudah pelaku usaha peroleh jaminan
- Pemkab Selayar dan Kejari Pertegas Sinergi Lewat Penandatanganan Kerja Sama Hukum Perdata dan TUN
- Wabup Muhtar Sampaikan LKPJ Bupati 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Selayar
- Bupati Selayar dan Dandim 1415 Ikuti Zoom Meeting Persiapan TMMD ke-128 Tahun 2026
- Kejari Selayar Gelar Apel Zona Integritas, Tegaskan Komitmen Raih Predikat WBK
- Sinergi TMMD 2026 dan Program Strategis Daerah Jadi Fokus Dandim 1415 di Hadapan Insan Pers
Wabup Muhtar Ajak Teladani Nilai Perjuangan Pahlawan dalam Peringatan Hari Pahlawan 2025

KEPULAUAN SELAYAR — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Senin (10/11/2025). Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Muhtar, M.M, bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia.
Dalam amanat tersebut, Wakil Bupati menyampaikan tiga hal penting yang dapat diteladani dari para pahlawan bangsa, yakni kesabaran dalam perjuangan, semangat mengutamakan kepentingan bangsa, serta pandangan jauh ke depan demi generasi penerus.

Baca Lainnya :
“Para pahlawan sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan. Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” ujar Wabup Muhtar.
Ia melanjutkan, semangat kedua yang perlu diwarisi adalah mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. “Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, dan tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian. Di situlah letak kehormatan sejati—bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” ucapnya.
Sementara semangat ketiga yang disampaikan adalah pandangan jauh ke depan. Wabup menegaskan, para pahlawan berjuang bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk kemakmuran generasi masa depan. “Perjuangan mereka adalah ibadah. Darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wabup Muhtar menekankan bahwa di masa kini, bentuk perjuangan telah berubah. “Perjuangan sekarang bukan lagi dengan bambu runcing, tetapi dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” tuturnya.
Ia menutup amanatnya dengan mengaitkan semangat perjuangan para pahlawan dengan arah pembangunan nasional. “Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya,” jelasnya.
Upacara Hari Pahlawan tahun ini diikuti oleh jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, ASN, TNI-Polri, Korpri, dan berbagai unsur undangan lainnya. Suasana upacara berlangsung khidmat dengan penuh rasa nasionalisme dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa.
Upacara kemudian dilanjutkan dengan ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Barugaiya, serta upacara tabur bunga di laut Pelabuhan Rauf Rahman Benteng. (Humas IKP Diskominfo SP/Im).










.jpeg)