- Harga Jagung Rp5.500–Rp6.400/Kg, Bulog Siap Serap Hasil Petani Selayar Dukung Program GEMETAR
- Bupati Selayar Launching Penyaluran Bantuan Pangan 26 Ton untuk Alokasi Februari–Maret 2026
- Tim Medis RSUD KH. Hayyung Selayar Periksa Kesehatan Dapur Kafilah MTQ XXXIV
- Kafilah Selayar Mulai Berlaga di Hari Pertama MTQ XXXIV Sulsel
- Bupati Selayar Terima Kunjungan UPC, Bahas Pengembangan PLTB dan PLTS
- Inspektorat Selayar Perkuat Upaya Pencegahan Korupsi melalui Evaluasi IKPD MCSP 2025
- Wabup Selayar Serahkan Satyalancana Karya Satya kepada 189 ASN dan Apresiasi Purna Tugas
- MTQ XXXIV Sulsel Resmi Dibuka, Selayar Kirim 110 Kafilah
- Wabup Selayar Hadiri Halal Bi Halal Permas di Makassar, Ajak Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
- Pj Sekda Selayar Hadiri Pembukaan Pameran MTQ Sulsel, UMKM Lokal Banyak Diminati Warga
TP. PKK Selayar Pokja III Sosialisasi Diversifikasi Pangan Lokal sebagai Upaya Cegah Stunting

KEPULAUAN SELAYAR - Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Pokja III melakukan sosialisasi diversifikasi pangan lokal dalam upaya mencegah stunting, berlangsung di Sekretariat PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, Kamis (21/7/2022).
Dalam sosialisasi tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Ketahanan Keluarga TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar Andi Tuang Dahlul mewakili Ketua TP PKK.
Sedangkan narasumber yang dihadirkan adalah Kepala Dinas Kesehatan dr. Husaini, M. Kes., serta dari unsur Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan peserta sebanyak 30 orang utusan dari sekolah-sekolah SLTA dalam wilayah Kota Benteng Selayar.
Baca Lainnya :
- Melalui PKK Peduli, Musrifah Basli Bantu Korban Kebakaran dan Puting Beliung0
- Musrifah Basli Buka RAT ke-8 Koperasi PKK Fitrah Mandiri Tahun Buku 20200
- Ketua TP. PKK Selayar Pantau Kebut Vaksin COVID-19 Serentak 0
- Ketua TP. PKK Kelurahan se-Kecamatan Benteng Dilantik, Ini Pesan Wiwik Trisnawati Masdar0
- Musrifah Basli antarkan TP PKK Selayar raih juara pada HKG PKK Ke-490
Stunting kata Andi Tuang Dahlul masih merupakan permasalahan dari berbagai daerah termasuk di Kabupaten Kepulauan Selayar. Dikatakan permasalahan stunting disebabkan karena kurangnya akses dan makanan bergizi yang didasari kurangnya pengetahuan para ibu mengenai jenis sumber pangan lokal yang terjangkau, mudah didapat dan memiliki gizi tinggi.
"Banyak potensi sumber pangan lokal yang perlu dikelola secara optimal dan berkelanjutan. Pemanfaatan pangan lokal harus dilakukan secara utuh karena bisa berkontribusi positif dalam tersedianya pangan sebagai sumber gizi masyarakat untuk menangani stunting," kata Andi Tuang Dahlul.
Menurutnya, masalah stunting bukan saja menjadi tanggung jawab para orang tua atau pasangan yang sudah menikah saja, namun anak-anak remajapun memiliki peran yang cukup penting dalam upaya pencegahan stunting.
"Kalianlah yang nantinya mempunyai peran besar dalam menjadikan generasi-generasi berkualitas dimasa yang akan datang," ucapnya.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Ketahanan Keluarga TP PKK juga mengemukakan keterbatasan pengetahuan dalam diri setiap remaja perlu mendapatkan perhatian untuk memberikan pendidikan dan pemahaman kesehatan serta pentingnya penerapan makan dengan pola gizi seimbang. Ia berharap peserta sesialisai dapat menyimak dengan baik ilmu yang disampaikan oleh pemateri sebagai modal saat menjadi orang tua kelak.
Sementara itu, Ketua Pokja III TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar Hj. Samsia Basok Lewat dalam laporannya mengatakan, selain untuk merealisasikan program kerja Pokja III TP PKK, tujuan sosialisasi tersebut juga diharapkan untuk menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan peran remaja dalam mencegah stunting. (Diskominfo SP/tim)










.jpeg)