Breaking News
- Perpanjang Penerbangan H. Aroepala, Bupati Selayar: Konektivitas Kunci Dorong Pariwisata
- Terima Mahasiswa KKN ITSBM, Sekda Selayar: Beri Manfaat dan Gali Potensi Desa
- Sekolah Rakyat Selayar Ditarget Mulai 2027, Wabup Muhtar Dorong Percepatan Pematangan Lahan
- EKI OJK Sasar Patilereng, Sekda Selayar Dorong Ekonomi Produktif Warga
- PKK Selayar Perkuat Edukasi Pangan Sehat Lewat Lomba B2SA
- Rakor TPKAD, Bupati Natsir Ali Dorong Akses Keuangan hingga Pulau-Pulau Kecil
- Bukan Sekadar Antrean, Bupati Natsir Ali Dorong Solusi Energi Jangka Panjang
- Bupati Natsir Ali Panggil Agen LPG, Cari Akar Persoalan Penolakan Tabung Berkarat
- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
Tim Terpadu Survei Kawasan Ekowisata Hutan Kenari di Gojang Utara, Desa Bontomarannu

Keterangan Gambar : Tim terpadu Pemkab Kabupaten Kepulauan Selayar dipimpin oleh Kepala Bappelitbangda Selayar Drs. H. Basok Lewa melakukan survei kawasan hutan kenari di Dusun Gojang Utara, Desa Bontomarannu. (foto by LO2)
SELAYAR - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Bappelitbangda bersama tim lainnya melakukan survei kawasan hutan kenari di Dusun Gojang Utara Desa Bontomarannu Kecamatan Bontomanai, Minggu (4/11/2018).
Hutan kenari yang luasnya sekitar 200 hektar ini sangat berpotensi dalam pengembangan kawasan ekowisata hutan kenari dalam wilayah cagar biosfer Kabupaten Kepulauan Selayar. Demikian disampaikan oleh Kepala Bappelitbangda Selayar Drs. H. Basok Lewa saat ditemui di lokasi survei Dusun Gojang Utara.
"Selayar sudah menjadi pengembangan cagar biosfer dunia. Selain ada pengembangan potensi bahari ada juga potensi hutan. Kita lihat di sini ada sekitar 200 hektare hutan kenari yang ingin kita kembangkan," kata Basok Lewa.
Kepala Bappelitbangda menilai bahwa hutan kenari di Dusun Gojang Utara sangat spesifik untuk dikembangkan, terlebih hutannya masih sangat terpelihara.
"Hutan kenari di sini masih sangat terpelihara, bahkan sudah ada yang berumur ratusan tahun. Kita ingin melibatkan masyarakat, paling tidak dengan tujuan ekowisata, studi wisata, sehingga bagaimana ada konservasi. Pohon ini jangan sampai ditebang, dan tetap lestari," terang Basok Lewa.
Terkait dengan rencana pengembangan ekowisata hutan kenari, Kepala Desa Bontomarannu Ramli menyebut, bahwa masyarakat sangat mendukung kegiatan tersebut.
"Kami telah melakukan pertemuan secara terbatas dan respon masyarakat sangat positif, apalagi mereka sendiri butuh dukungan untuk pelestarian hutan kenari sebagai mata pencaharian utama," kata Kades Bontomarannu.
Meski demikian lanjut Kades Bontomarannu, berharap supaya ada kegiatan penunjang untuk pengembangan hasil kenari itu sendiri, yang selama ini kenari masih dijual secara glodokan dan belum terolah.
"Yang kita harapkan bagaimana mengolah kenari itu supaya lebih bernilai ekonomis," tutup Ramli, Kades Bontomarannu.
Dalam kegiatan survei hutan kenari ini, diikuti oleh sejumlah pejabat daerah yang terkait dengan tupoksi dan bidangnya. Diantaranya, Kadis Pertanian, Ir. Ismail, Kadis Lingkungan Hidup, Muh. Hasdar, Kadispora dan Kabag Humas dan Protokol Sitti Rahmania, S.H., Kabag Ekonomi serta sejumlah kepala bidang dari masing-masing OPD lingkup Pemkab Kepulauan Selayar, Jagawana, NGO dan Media.(tim)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments











.jpeg)