- Wabup Selayar Tekankan Sinergi dan Kesiapsiagaan Jelang Arus Mudik Idul Fitri 1447 H
- Sentuhan Nyata di Tanabau: Safari Ramadan Pemkab Selayar Hadirkan Harapan dan Keberkahan
- Bupati Selayar Sambut 16 Dokter Internship, Perkuat Layanan Kesehatan Daerah
- Bupati Natsir Ali Hadirkan Berkah Ramadan bagi Resmiati di Bontotangnga
- Bupati Natsir Ali Saksikan Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2026, OPD Diminta Tingkatkan Etos Kerja
- Safari Ramadan Hari Kelima, Bukti Nyata Kepedulian Pemkab Kepulauan Selayar untuk Masyarakat
- Hormati Wapres ke-6 RI, Instansi dan Warga Selayar Diminta Kibarkan Bendera Setengah Tiang
- Bupati Selayar Pimpin Ekspose Rencana Kinerja OPD, Tekankan Target Terukur dan Akuntabel
- Tinggalkan Agenda Safari, Bupati Natsir Ali Prioritaskan Bersama Santri, Hadiri Penutupan Muballigh Hijrah di Bontonasaluk
- Wabup Muhtar Pimpin Safari Ramadan 1447 H di Desa Harapan, Salurkan Bantuan dan Gaungkan Program Pertanian
Sekda Marjani Sultan, Shalat id bersama warga di Lapangan Pemuda Benteng

Kepulauan Selayar - Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Marjani Sultan bersama para Asisten Setda dan sejumlah pejabat lainnya Shalat idul Adha bersama warga di Lapangan Pemuda Benteng, Selasa 20/7/2021.
Terpantau shalat id dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, sebelum memasuk area shaf masyarakat dianjurkan mencuci tangan kemudian menggunakan hand sanitiser yang telah disiapkan oleh panitia.
Shalat idul adha 10 Dzulhijah 1442 Hijriyah kali ini dipimpin oleh seorang iman yang berasal dari Gaza Palestina, Syek Muhammad Al Ghuo, sementara Khatib oleh Asisten Kesra Setda H. Arfan Arief yang juga selaku Ketua Dewan Mesjid Indonesia Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dalam khutbahnya yang berjudul "Ikhlaslah, maka berkorban menjadi lebih ringan dan Allah pun ridho" H. Arfan menekankan pentingnya mewarisi nilai dan semangat berkorban yang telah ditunjukkan oleh keluarga Nabi Ibrahim Alaihi salam, istrinya Hajar dan Putranya Ismail.
"Inilah konsepsi lailahaillallah dalam kehidupan berkeluarga, semua berkorban dengan dasar ketulusan tanpa pamrih" ucapnya
Hal ini menjadi lebih bermakna manakala dikaitkan dengan bencana yang saat ini menimpa dunia, termasuk daerah Kepulauan Selayar. Corona telah melululantahkan tatanan kehidupan dunia.
"Mekkah sepi, Madinah Sunyi, Ka'bah dipagari, Mesjid ditutup, Salaman dihindari," ucapnya lagi
Ketika Corona datang, lanjut H. Arfan kita dipaksa mencari tuhan bukan hanya ditembok ka'bah, di mesjid, di mimbar khutbah, bukan pada shalat jamaah, bukan dengan jabat tangan, melainkan pada keterisolasian kita.
Corona mengajari kita bahwa itu bukan melulu pada keramaian, bukan melulu pada syariat, tuhan itu ada pada jalan keterputusan kita dengan dunia yang berpenyakit. "Corona memurnikan agama, bahwa tak ada yang boleh tersisa kecuali tuhan itu sendiri" kuncinya (Kominfo-IC)










.jpeg)