- Pemkab Selayar dan Baznas Gelar Peringatan 1 Muharram 1448 H, Gaungkan Spirit Hijriyah untuk Pembangunan Daerah
- Prof. Abdul Kadir Gantikan Dr. Syamsul Rizal Pimpin PERMAS, Bupati Natsir Ali Ucapkan Selamat dan Terima Kasih
- Evaluasi Pasca CSP XIX, Pemkab Selayar Gelar Rakor, Wujudkan Desa Bersih, Aman, dan Ramah Wisatawan
- Wabup Selayar Buka Munas XI PERMAS 2026, Ajak Perantau Bersinergi Bangun Daerah
- Hadiri Diseminasi Kemenkeu, Bupati Natsir Ali Dalami Skema KPBU Guna Percepat Pembangunan Daerah
- Pembukaan Kapolres Cup II 2026, Sekda Sampaikan Komitmen Bupati Majukan Sepak Bola Selayar
- Selayar Tumbuh 9,83 Persen, Natsir Ali–Muhtar Antar Ekonomi Daerah ke Peringkat Dua Sulsel
- Wabup Muhtar Hadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Sulsel, Tegaskan Dukungan Pemda Selayar
- CSP XIX Berakhir, Cerita Indah Selayar Terus Melaju Bersama Para Scooterist
- Ke CSP XIX Selayar Naik Vespa Tua Bersama Nabil, Alpi Pulang bawa Vespa Baru Hadiah Gubernur Sulsel
Prof. JJ: Selayar Adalah Jantung Segitiga Emas Pariwisata Nasional

KEPULAUAN SELAYAR — Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa atau Prof. JJ, menilai Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pengembangan pariwisata unggulan di Indonesia timur.
Hal itu disampaikannya saat memberikan ceramah umum di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Senin (18/5/2026), di hadapan Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Baca Lainnya :
- DOB Kepulauan Menguat, Bupati Natsir Ali Sebut Itu Komitmen Pemerintah Sejak Awal0
- Jaga Coastal Fisheries, Menteri Susi Ajak Masyarakat Selayar Tinggalkan Destructive Fishing 0
- Bupati Basli Ali Terima Investor Kapal Pesiar Asal Spanyol0
- Polres Kepulauan Selayar Istighosah dan Doa Bersama Untuk Damai Negeri0
- Tiba di Debarkasi Sudiang Makassar, Satu Jemaah Haji Selayar Tertunda Kepulangannya 0
Dalam paparannya, Prof. JJ menyebut Selayar memiliki “posisi emas” karena berada di jalur strategis logistik dan wisata nasional yang menghubungkan Bali, Labuan Bajo, dan Toraja.
“Selayar adalah jantung segitiga emas pariwisata. Ini keunggulan mutlak yang tidak dimiliki banyak daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kekayaan alam Selayar menjadi modal utama dalam membangun sektor pariwisata berkelanjutan. Keindahan laut, gugusan pulau, serta keberadaan atol yang disebutnya sebagai salah satu yang terkaya dan tercantik di Indonesia merupakan potensi besar yang harus dikelola secara maksimal.
“Alam Selayar adalah anugerah Tuhan. Selayar memiliki kekayaan dan keindahan alam yang luar biasa,” katanya.
Namun demikian, Prof. JJ menegaskan bahwa kemajuan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam. Dibutuhkan kebijakan yang terintegrasi, penguatan sumber daya manusia, serta aksesibilitas yang mendukung.
“Kita butuh kebijakan dan akses pariwisata yang terintegrasi agar potensi besar ini benar-benar menghasilkan kesejahteraan,” jelasnya.
Ia juga menilai sektor pariwisata memiliki efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, ketika pariwisata berkembang maka berbagai sektor lain ikut tumbuh, mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga hasil tangkapan nelayan yang lebih mudah terserap pasar.
“Kalau pariwisata maju, restoran dan hotel akan tumbuh. Ikan nelayan juga akan laku terjual,” ujarnya.
Prof. JJ turut mengajak masyarakat Selayar agar tidak kaku dan lebih terbuka terhadap perkembangan sektor pariwisata tanpa meninggalkan nilai budaya dan kearifan lokal.
Selain itu, ia menekankan pentingnya inovasi dan hilirisasi dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah berbasis pariwisata dan sumber daya alam.
“Tanpa hilirisasi kita tidak mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Hilirisasi adalah ukuran kesejahteraan,” katanya.
Menurut Prof. JJ, Selayar memiliki peluang besar menjadi daerah unggulan apabila seluruh potensi yang dimiliki mampu dikelola secara inovatif dan berkelanjutan dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan sumber daya manusia yang berkualitas. (HUMAS-IC)










.jpeg)