- EKI OJK Sasar Patilereng, Sekda Selayar Dorong Ekonomi Produktif Warga
- PKK Selayar Perkuat Edukasi Pangan Sehat Lewat Lomba B2SA
- Rakor TPKAD, Bupati Natsir Ali Dorong Akses Keuangan hingga Pulau-Pulau Kecil
- Bukan Sekadar Antrean, Bupati Natsir Ali Dorong Solusi Energi Jangka Panjang
- Bupati Natsir Ali Panggil Agen LPG, Cari Akar Persoalan Penolakan Tabung Berkarat
- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
- 11 Ribu Tabung LPG Baru Disiapkan, Bupati Natsir Ali Tegas: Agen Tak Boleh Menolak, Pertamina Akan Sanksi
- Kementerian ATR/BPN Dukung Penyusunan RDTR Bontomatene, Wabup Selayar Buka FGD
- Wabup Muhtar Terima Tim Teknis ATR/BPN, Bahas Penyusunan RDTR Batangmata
Prof. JJ: Selayar Adalah Jantung Segitiga Emas Pariwisata Nasional

KEPULAUAN SELAYAR — Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa atau Prof. JJ, menilai Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pengembangan pariwisata unggulan di Indonesia timur.
Hal itu disampaikannya saat memberikan ceramah umum di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Senin (18/5/2026), di hadapan Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Baca Lainnya :
- Wabup Selayar Resmikan Gedung Baru di RSUD Kh. Hayyung0
- Lantik Ketua TP PKK dan Bunda PAUD Bontosikuyu, Ini Harapan Musrifah Basli0
- Satpol PP Selayar Razia Restoran dan Rumah Bernyanyi, Amankan Minuman Beralkohol0
- Ketua TP PKK Selayar Serahkan Bantuan Korban Kebakaran, Lanjut Dengan Giat Program PKK Peduli 0
- Bupati Natsir Ali Kenalkan Pulau Tinabo pada Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan 0
Dalam paparannya, Prof. JJ menyebut Selayar memiliki “posisi emas” karena berada di jalur strategis logistik dan wisata nasional yang menghubungkan Bali, Labuan Bajo, dan Toraja.
“Selayar adalah jantung segitiga emas pariwisata. Ini keunggulan mutlak yang tidak dimiliki banyak daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kekayaan alam Selayar menjadi modal utama dalam membangun sektor pariwisata berkelanjutan. Keindahan laut, gugusan pulau, serta keberadaan atol yang disebutnya sebagai salah satu yang terkaya dan tercantik di Indonesia merupakan potensi besar yang harus dikelola secara maksimal.
“Alam Selayar adalah anugerah Tuhan. Selayar memiliki kekayaan dan keindahan alam yang luar biasa,” katanya.
Namun demikian, Prof. JJ menegaskan bahwa kemajuan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam. Dibutuhkan kebijakan yang terintegrasi, penguatan sumber daya manusia, serta aksesibilitas yang mendukung.
“Kita butuh kebijakan dan akses pariwisata yang terintegrasi agar potensi besar ini benar-benar menghasilkan kesejahteraan,” jelasnya.
Ia juga menilai sektor pariwisata memiliki efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, ketika pariwisata berkembang maka berbagai sektor lain ikut tumbuh, mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga hasil tangkapan nelayan yang lebih mudah terserap pasar.
“Kalau pariwisata maju, restoran dan hotel akan tumbuh. Ikan nelayan juga akan laku terjual,” ujarnya.
Prof. JJ turut mengajak masyarakat Selayar agar tidak kaku dan lebih terbuka terhadap perkembangan sektor pariwisata tanpa meninggalkan nilai budaya dan kearifan lokal.
Selain itu, ia menekankan pentingnya inovasi dan hilirisasi dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah berbasis pariwisata dan sumber daya alam.
“Tanpa hilirisasi kita tidak mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Hilirisasi adalah ukuran kesejahteraan,” katanya.
Menurut Prof. JJ, Selayar memiliki peluang besar menjadi daerah unggulan apabila seluruh potensi yang dimiliki mampu dikelola secara inovatif dan berkelanjutan dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan sumber daya manusia yang berkualitas. (HUMAS-IC)











.jpeg)