- Prof. JJ: Selayar Adalah Jantung Segitiga Emas Pariwisata Nasional
- Rektor Unhas Apresiasi Semangat Bupati Natsir Ali dan Wabup Muhtar Bangun Daerah
- Rektor Unhas Prof JJ Tekankan Peningkatan Kapasitas ASN untuk Masa Depan Selayar
- Bupati, Wabup Selayar dan Rektor Unhas Letakkan Batu Pertama Asrama Mahasiswa dan Dosen
- Ketua TP PKK Selayar Hj. Tri Yanti Rahmawati Natsir Dorong UMKM dan UP2K PKK Naik Kelas
- Pemkab Selayar Sambut Kunjungan Kerja Rektor Unhas, Perkuat Kolaborasi Pembangunan Daerah
- Bupati Natsir Ali bersama Forkopimda Ikuti Peresmian 1.061 KDMP, Selayar Catat 13 Titik Rampung Dibangun
- Ketua TP PKK Yanti Rahmawati Perkuat Rumah DILAN Melalui Pelatihan Tutor Kesetaraan
- Pemkab Selayar Bersiap Sambut Rombongan Pangdam, Dankodaeral, Anggota DPR dan Pejabat dari Kemenhan RI
- Kuota Haji Selayar Turun Drastis, Kakan Kementerian Haji dan Umrah Sebut Akibat Sistem Waiting List Nasional
Prof. JJ: Selayar Adalah Jantung Segitiga Emas Pariwisata Nasional

KEPULAUAN SELAYAR — Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa atau Prof. JJ, menilai Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pengembangan pariwisata unggulan di Indonesia timur.
Hal itu disampaikannya saat memberikan ceramah umum di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Senin (18/5/2026), di hadapan Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.

Baca Lainnya :
- IPIM Kepulauan Selayar Gelar Konsolidasi dan Bimbingan Tahsin Imam Masjid Sambut Ramadan 1447 H1
- Operasi Lilin 2025 Dimulai, Wakil Bupati Selayar Pimpin Apel Gelar Pasukan0
- Pimpin Upacara Hardiknas, Wabup Selayar Sampaikan Pesan Mendiknudristek0
- Efisiensi Anggaran, Bupati Natsir Ali Instruksikan OPD Pangkas Anggaran Kegiatan Yang Tidak Perioritas0
- Tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar, Begini Kondisi Kesehatan JCH Selayar0
Dalam paparannya, Prof. JJ menyebut Selayar memiliki “posisi emas” karena berada di jalur strategis logistik dan wisata nasional yang menghubungkan Bali, Labuan Bajo, dan Toraja.
“Selayar adalah jantung segitiga emas pariwisata. Ini keunggulan mutlak yang tidak dimiliki banyak daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kekayaan alam Selayar menjadi modal utama dalam membangun sektor pariwisata berkelanjutan. Keindahan laut, gugusan pulau, serta keberadaan atol yang disebutnya sebagai salah satu yang terkaya dan tercantik di Indonesia merupakan potensi besar yang harus dikelola secara maksimal.
“Alam Selayar adalah anugerah Tuhan. Selayar memiliki kekayaan dan keindahan alam yang luar biasa,” katanya.
Namun demikian, Prof. JJ menegaskan bahwa kemajuan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam. Dibutuhkan kebijakan yang terintegrasi, penguatan sumber daya manusia, serta aksesibilitas yang mendukung.
“Kita butuh kebijakan dan akses pariwisata yang terintegrasi agar potensi besar ini benar-benar menghasilkan kesejahteraan,” jelasnya.
Ia juga menilai sektor pariwisata memiliki efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, ketika pariwisata berkembang maka berbagai sektor lain ikut tumbuh, mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga hasil tangkapan nelayan yang lebih mudah terserap pasar.
“Kalau pariwisata maju, restoran dan hotel akan tumbuh. Ikan nelayan juga akan laku terjual,” ujarnya.
Prof. JJ turut mengajak masyarakat Selayar agar tidak kaku dan lebih terbuka terhadap perkembangan sektor pariwisata tanpa meninggalkan nilai budaya dan kearifan lokal.
Selain itu, ia menekankan pentingnya inovasi dan hilirisasi dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah berbasis pariwisata dan sumber daya alam.
“Tanpa hilirisasi kita tidak mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Hilirisasi adalah ukuran kesejahteraan,” katanya.
Menurut Prof. JJ, Selayar memiliki peluang besar menjadi daerah unggulan apabila seluruh potensi yang dimiliki mampu dikelola secara inovatif dan berkelanjutan dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan sumber daya manusia yang berkualitas. (HUMAS-IC)










.jpeg)