- Wabup Sampaikan Pesan Spiritual dan Pembangunan pada Malam Kedua Ramadan di Masjid Rahmatan Lil Alamin Benteng
- Potensi Carbon Trade dan Check Point Perikanan Selayar Dibahas, Bupati–Gubernur Temui Mendagri Soal DBH
- Wabup Muhtar : Pasokan BBM ke Selayar Segera Tiba, Pelayanan Dimaksimalkan
- PMI–Baznas Selayar Gelar Donor Darah Sukarela Jelang Ramadan 1447 H
- Bupati Selayar: Juara MTQ Jangan Berpuas Diri, Tantangan MTQ Sulsel Sudah Menanti
- Gerakan Indonesia ASRI Kodaeral VI Bersama Pemda dan Rakyat Bersihkan Pantai TPI Bonehalang Selayar
- Gerakan Indonesia Asri Hidup di Selayar: Jumat Pagi, Pantai Pasar Bonea Jadi Titik Aksi Diskominfo-SP
- Apel Pagi, H. Arfang Arief Ajak Pegawai Sambut Ramadan dengan Ibadah dan Kepedulian
- MTQ XXXIV 2026 Resmi dibuka, Diharapkan Jadi Panggung Syiar Al-Qur an dan Kearifan Lokal Selayar
- Bupati Natsir Ali Kejar Program Pusat, KKP Siap Jadikan Selayar Role Model Kampung Nelayan Merah Putih se Indonesia
Potensi Besar Lahan Desa Lalang Bata, 42 Hektar Siap Dikelola untuk Ketahanan Pangan Nasional

KEPULAUAN SELAYAR – Tim Pakar Program Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa (GEMERLAP), yang dipimpin oleh Dr. Arman Amran, menemukan potensi luar biasa dari sebuah lahan milik Pemerintah Desa Lalang Bata Kecamatan Buki. Dari potensi ini, Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Muhtar meninjau langsung lahan tersebut, Kamis (29/5/2025).
Kepada kepulauanselayarkab.go.id, Wabup Muhtar mengatakan, Informasi awal yang diterima dari masyarakat menyebutkan bahwa lahan tersebut memiliki luas sekitar 62 hektar. Namun, setelah dilakukan peninjauan langsung bersama warga, diketahui bahwa luas aktual lahan diperkirakan sekitar 42 hektar.
"Pengukuran akurat masih diperlukan untuk mendapatkan data resmi," kata Wabup Muhtar.
Baca Lainnya :

Dalam keterangannya, lahan tersebut selama ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menanam jagung, ubi kayu, dan kacang-kacangan. Kondisinya yang subur menjadikannya sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman pertanian, termasuk kelapa yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Melihat potensi tersebut, Dr. Arman Amran merekomendasikan agar pengelolaan lahan ini dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan pengelolaan yang profesional, lahan ini berpeluang menjadi proyek percontohan nasional dalam mendukung program ketahanan pangan.
Rencana pemanfaatan lahan untuk jangka pendek kata Wabup Muhtar, yaitu penanaman jagung, ubi, kacang-kacangan, pisang, dan sayur-sayuran. Sedangkan untuk jangka panjang yaitu pengembangan perkebunan kelapa dengan target penanaman sekitar 8.400 pohon.
"Potensi ekonominya pun sangat menjanjikan. Jika setiap pohon kelapa menghasilkan minimal 50 butir kelapa per tahun, maka total produksi mencapai 2.400.000 butir. Dengan asumsi harga kelapa Rp5.000 per butir, pendapatan desa bisa mencapai Rp. 2,1 miliar per tahun dalam lima tahun ke depan," jelas Wabup Muhtar.
"Tak hanya memberikan pemasukan bagi desa, pengelolaan lahan ini juga akan membuka lapangan kerja bagi sekitar 20 hingga 40 orang warga sekitar. Antusiasme masyarakat sangat tinggi mengingat kondisi lahan yang sangat subur dan siap digarap," terangnya.
Wabup Muhtar berharap, langkah tersebut dapat menjadi contoh nyata bagaimana aset desa dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan demi kemakmuran bersama dan ketahanan pangan nasional. (Humas IKP/Im)










.jpeg)