- UPP Kelas III Selayar Gelar Rakor Persiapan Posko Angkutan Laut Lebaran 2026
- Desa Garaupa Siap Panen 120 Ton Jagung Berpotensi Hasilkan Rp480 Juta, Bukti Dukungan Program GEMETAR
- Polres Selayar Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Insan Media, Perkuat Sinergi Sukseskan Ops Ketupat 2026
- Panen Jagung Pasilambena Capai 155 Ton, Perkuat Program GEMETAR Pemkab Selayar
- Pemenang Festival Ramadan 1447 H Tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar Diumumkan pada Peringatan Nuzulul Qur'an
- Nuzulul Qur an di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Bupati Natsir Ali Tekankan Nilai Al-Qur an dalam Pembangunan Daerah
- Bupati Selayar Buka Penerimaan Zakat Mal 2026, Baznas Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 45 Mahasiswa
- Disekap di Kamboja dan Dipaksa Jadi Operator Judi Online, Andi Arung Akhirnya Pulang dan Disambut Bupati Selayar
- Nuzulul Qur an di Masjid Babul Khaer, Bupati Natsir Ali Serukan Al-Qur an Jadi Sahabat di Era Digital
- Buka Puasa Bersama di Rujab, Bupati Natsir Ali Tegaskan Rumah Jabatan Milik Seluruh Masyarakat
Persiapan Uji Coba Pesawat Amfibi di Makassar: Solusi Transportasi Untuk Meningkatkan Pariwisata di Kepulauan

MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama instansi terkait bersinergi mempersiapkan uji coba operasional pesawat amfibi seaplane sebagai upaya meningkatkan konektivitas transportasi wisata di wilayah kepulauan. Pertemuan persiapan digelar Jumat (9/5) di Aula Mataram, Lantai 1 Kantor KSOP Utama Makassar, Jl. Satando No.55, dengan melibatkan akademisi, pejabat daerah, dan perwakilan instansi maritim serta pariwisata.
Kepala Balai TN Taka Bonerate, Bapak William Tengker, S.H., M.Hum, hadir didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Koordinator Polhut, dan mitra Wildlife Conservation Society (WCS). Agenda utama membahas rencana demo pendaratan, lepas landas, manuver, dan sandar seaplane di perairan Dermaga Pelabuhan Utama Makassar.
Dukungan dari Kepala Balai TNTB
Baca Lainnya :
Kepala Balai Taman Nasional (TN) Taka Bonerate, Bapak William Tengker, S.H., M.Hum, yang turut hadir dalam pertemuan, menyambut positif rencana pengoperasian seaplane. "Ini adalah momentum penting untuk mempercepat aksesibilitas ke Taka Bonerate tanpa mengabaikan prinsip konservasi. Kami berharap seaplane tidak hanya menjadi penghubung wisata, tetapi juga mendukung pemantauan ekosistem laut dan edukasi lingkungan," ujarnya.
Taka Bonerate: Gerbang Wisata Internasional
Dalam sambutan tertulis Gubernur Sulsel yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan, Andi Muhammad Yasir, ditekankan bahwa seaplane akan difokuskan untuk melayani kawasan Taka Bonerate di Kepulauan Selayar. “Atol terbesar ketiga di dunia ini akan menjadi gerbang internasional. Seaplane adalah solusi transportasi yang dinanti untuk mengatasi keterbatasan akses menuju destinasi wisata unggulan ini,” ujarnya. Yasir berharap persiapan ini menghasilkan rencana matang dan terkoordinasi, mengingat proyek ini vital bagi pengembangan pariwisata Sulsel.
Paparan KSOP Makassar oleh Kepala Bidang Lalu Lintas Perhubungan Laut, Libertinus, menguraikan integrasi rute seaplane dengan ekosistem transportasi laut seperti Tol Laut. “Konektivitas ini akan mempercepat distribusi logistik sekaligus membuka akses wisata ke daerah terpencil,” jelasnya. Rencana rute mencakup lintasan strategis yang menghubungkan Makassar dengan kabupaten kepulauan seperti Selayar, Bulukumba, dan Sinjai.
Dukungan Penuh dari Bupati dan Instansi
Kepala KSOP Capt. Sahattua P Simatupang, M.M., M.H., CGCAE, menegaskan uji coba ini adalah langkah awal merealisasikan potensi wisata Sulsel. “Selama ini, kendala aksesibilitas ke Selayar dan Taka Bonerate menghambat pertumbuhan wisata. Seaplane akan menjadi terobosan untuk menjawab tantangan itu,” tegasnya. Pertemuan ini dihadiri empat bupati: Bulukumba, Selayar, Pangkep, dan Sinjai, serta perwakilan Dinas Pariwisata dan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP).
Kolaborasi multisektor ini diharapkan tak hanya memuluskan uji coba, tetapi juga membuka investasi baru di sektor transportasi dan pariwisata. Dengan dukungan akademisi dan lembaga konservasi proyek seaplane diharapkan berjalan berkelanjutan, memadukan kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan. (Sumber Humas Balai TNTB)










.jpeg)