- EKI OJK Sasar Patilereng, Sekda Selayar Dorong Ekonomi Produktif Warga
- PKK Selayar Perkuat Edukasi Pangan Sehat Lewat Lomba B2SA
- Rakor TPKAD, Bupati Natsir Ali Dorong Akses Keuangan hingga Pulau-Pulau Kecil
- Bukan Sekadar Antrean, Bupati Natsir Ali Dorong Solusi Energi Jangka Panjang
- Bupati Natsir Ali Panggil Agen LPG, Cari Akar Persoalan Penolakan Tabung Berkarat
- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
- 11 Ribu Tabung LPG Baru Disiapkan, Bupati Natsir Ali Tegas: Agen Tak Boleh Menolak, Pertamina Akan Sanksi
- Kementerian ATR/BPN Dukung Penyusunan RDTR Bontomatene, Wabup Selayar Buka FGD
- Wabup Muhtar Terima Tim Teknis ATR/BPN, Bahas Penyusunan RDTR Batangmata
Pemkab Selayar Gandeng PT. Pokphand dan Perbankan Dukung GEMERLAP–GEMETAR

KEPULAUAN SELAYAR — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung Program Gerakan Menanam Lima Juta Kelapa (GEMERLAP) dan Gerakan Menanam Batara (GEMETAR).
Hal ini ditandai melalui Rapat Koordinasi Program Kerja Sama Pemkab Selayar dengan PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Bisi Internasional, serta perbankan nasional dan daerah, yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (13/1/2026).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Natsir Ali, Wakil Bupati Muhtar, Forkopimda, pimpinan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Makassar, PT Bisi Internasional Tbk Makassar, pimpinan Bank Sulselbar, BRI, BNI, Mandiri, Bank BPR, Pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa, penyuluh pertanian, serta kelompok tani.
Baca Lainnya :
- Sekda Selayar Tutup STQH XXXIII, Kecamatan Benteng Raih Juara Umum0
- Pemkab Selayar Gelar Upacara Hari Pendidikan Nasional 20240
- MBA Dilantik Sebagai Ketua Mabicab Pramuka Kepulauan Selayar Masa Bakti 2019-20240
- Catat Tanggalnya, Selayar International Half Marathon Segera Digelar0
- Kepergian Alm. Andi Imran Menyisakan Duka yang Mendalam, Saiful Arif : Kita Semua Menyayanginya, Tapi Takdir Allah Berbicara Lain0
Kegiatan dirangkaikan dengan penyerahan bantuan bibit jagung dan pestisida kepada kelompok tani, penandatanganan kerja sama antara perbankan dengan kelompok tani, serta pemaparan materi dari PT Charoen Pokphand Indonesia terkait standar kualitas jagung, teknik budidaya, manfaat ekonomi, hingga potensi pendapatan petani jagung.

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Natsir Ali menegaskan bahwa GEMERLAP merupakan mimpi besar pembangunan pertanian Selayar, sementara GEMETAR hadir sebagai solusi jangka pendek untuk menopang ekonomi petani.
“Jagung kita tanam di sela tanaman kelapa. Sambil menunggu kelapa berbuah, petani tetap berpenghasilan. Ini bukan teori, tapi jawaban atas kebutuhan hidup petani hari ini,” tegas Bupati.
Bupati juga menekankan bahwa sebelum petani menanam, hasil produksi jagung telah memiliki kepastian pasar. Kehadiran perusahaan mitra dan perbankan, menurutnya, merupakan bentuk komitmen untuk memberikan pendampingan, jaminan serapan hasil panen, serta dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Namun kerja sama ini harus transparan dan adil, terutama terkait harga jual. Harga harus melindungi petani dan tidak merugikan mereka,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya pengadaan 500 unit senso yang akan dibagikan ke 50 desa, penyediaan tiga unit alat berat berupa bulldozer untuk pembukaan lahan dan akses jalan tani, serta dukungan sarana air, pupuk, dan pengendalian hama.
Sementara itu, Regional Head CPD Sulawesi PT Charoen Pokphand Indonesia, Jam’an Bundu, dalam paparannya menyampaikan bahwa jagung saat ini menjadi komoditas unggulan petani selain padi dan masuk dalam program ketahanan pangan nasional.
“Antusias petani menanam jagung sangat tinggi di berbagai daerah. Di Selayar sudah mulai, namun belum merata seperti daerah lain. Ini peluang besar,” ungkapnya.
Jam’an juga membuka peluang kemitraan luas dengan petani jagung Selayar. Ia menyebutkan kebutuhan jagung oleh perusahaan mencapai sekitar 1.500 ton per hari.
Ia memaparkan, potensi pendapatan petani jagung cukup menjanjikan. Dalam satu hektare lahan, biaya produksi berkisar Rp12–13 juta. Dengan harga jagung Rp5.500 per kilogram sesuai harga pemerintah, petani dapat memperoleh pendapatan sekitar Rp50 juta per panen, atau sekitar Rp30 juta bersih setelah dikurangi biaya produksi.
“Kami ingin tumbuh bersama petani. Mari manfaatkan peluang ini. Ayo menanam jagung,” ajaknya.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, dan petani, Pemkab Kepulauan Selayar optimistis GEMERLAP dan GEMETAR mampu menjadi penggerak utama peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. (HUMAS-IC)
_
_











.jpeg)